Just The Way You Are

Just The Way You Are
Kado Natal untukmu, Mas



Rombongan dari Jakarta sudah sampai di Heathrow airport London dan disambut oleh beberapa kendaraan Range Rover yang dikirim oleh Duncan McGregor.


Nabila dan Rita masih berasa jet lag memutuskan tidur sepanjang jalan dari bandara ke mansion McGregor. Jack yang duduk di depan hanya melirik ke arah nonanya yang terlelap.


Gala sendiri berada di mobil lainnya bersama dengan John yang memang hendak membahas kasus yang harus diselesaikan olehnya dengan bantuan dari Duncan.


Setelah menempuh perjalan sekitar dua jam, rombongan itu sampai ke sebuah mansion modern dengan model kotak, tidak seperti khas Eropa yang banyak bertebaran di London.



Nabila turun dari mobil dan mengagumi mansion milik calon mertuanya.


Wait a minute. Gaya ini bukannya rancangan Papa ya?


Nabila hapal dengan signature khas rancangan Adrian Pratomo.


"Nona Nabila, silahkan masuk" sambut John.


"Thank you Patrick" kekeh Nabila mengingat pertama kali mereka bertemu langsung dipanggil Spongebob dan Patrick.


"Please nona, lama tidak bertemu langsung diberi panggilan sayang" kekeh John.


"How are you John? Kapan kau mencari pasangan? Jack udah mau nikah lho" goda Nabila.


"Masih belum berminat nona" jawab John.


"Are you just like Sean?" selidik Nabila.


"Nggak nona, aku masih normal...nggak seperti dokter Sean" bisik John.


Nabila tertawa pelan.


"Nabila sayangkuuuu" seru Mike heboh yang langsung memeluk gadisnya dan digendong berputar-putar.


"Mike! Stop! Aku pusing!" jerit Nabila.


Mike langsung mencium bibir Nabila mesra.


"Bisakah kalian melakukan hal itu nanti? Ada jones lewat ini!" umpat Gala sambil berjalan melewati kedua dokter Gesrek itu.


"Lho Mangga? Lu numpang naik pesawat keluargaku ya? Dasar Mangga nggak modal! Maunya gratisan!" ledek Mike ketika tahu siapa yang mengumpat.


"Enak saja! Aku diundang buapakmu!"


Nabila tertawa terbahak-bahak mendengar logat Gala yang medok.


"Lho kan memang bener Nabnab, aku diundang bapake cah Iki!" ucapnya lagi dengan logat Surabaya.


"Aku ga paham kenapa kamu tertawa, darling?" Mike bingung melihat gadisnya tertawa seperti itu.


"Nanti aku ceritakan" ucap Nabila di sela-sela tawanya.


"Udah kalian berhenti berantem! Sebenarnya yang pasanganmu siapa sih Mike? Aku atau dia?" tunjuk Nabila ke Gala.


Kedua pria tampan itu langsung mendelik.


"Idih, jijay Nabnab!"


"Are you NUTS?"


Nabila tertawa terbahak-bahak lagi. Betapa dia rindu berkumpul seperti ini.


***


Ternyata perdebatan antara Mike dan Gala tidak berhenti, bahkan di meja makan pun mereka berdebat tentang hal-hal receh unfaedah yang membuat orang-orang disana merasa jengah.


"Kalian berdua kalau tidak bisa diam, Dad nikahkan sekarang juga! Biar Sean dan Brandon ada temannya!" ultimatum Duncan yang membuat Mike dan Gala terdiam. Nabila dan orang-orang yang ikut di meja makan langsung tertawa.


"Nabila sayang, Dad harap kamu bisa menjewer putraku yang gadha akhlak ini berdebat di meja makan." Duncan menatap tajam wajah Mike yang hanya melengos.


"Siap Dad." Nabila memberikan hormat dengan dua jarinya.


"Oke, dengarkan kalian semua. Dua hari lagi adalah hari natal dan kita akan ada acara spesial. Karena pada hari itu, akan diadakan ijab qobul antara putraku yang gadha etika ini, Michael dan putri kesayanganku, Nabila." suara Duncan sukses membuat semua orang disana terdiam lalu bersorak gembira kecuali Mike dan Nabila yang masih melongo.


"APAAAA???!!!" seru keduanya.


***


"Apa maksudmu Dad?" selidik Mike setelah mereka bertiga berada di ruang baca yang kedap suara jadi mereka bertengkar pun tidak ada yang mendengar.


"Look Son, dad dan papa Adrian menganggap hubungan kalian itu sudah terlalu lama. Dad tahu Nabila didekati siapa, kamu didekati siapa. Jangan dikira kami-kami tidak tahu!" ucap Duncan.


"Dasar mafia!" maki Mike pelan.


"I heard that!" balas Duncan.


"Bukannya itu bagus Mike, mumpung semua kumpul disini. Mau kita nolak pun, kedua orang tua kita sudah mempersiapkan" ucap Nabila sambil mengusap lengan Mike.


"Lagipula son, pacaran lama-lama juga ga baik." Duncan berkata serius.


"Anggap saja hadiah Natal tepat kamu menghalalkan diriku" cengir Nabila.


"Good. Untung aku punya menantu cerdas dan penurut jadi kau kalah suara Son" senyum Duncan yang menurut Mike amat sangat menyebalkan.


"Okay. Sekali lagi. Nabila Putri Pratomo, will you marry me?" Mike pun berlutut satu kaki seperti saat dia melamar dulu.


"Of course sayang, I will marry you."


***


Malam ini keluarga Pratomo datang ke London dan mama Niken akhirnya mengalah tidak ada kebaya cukup gaun pengantin yang simpel. Shanum sendiri akhirnya bisa bertemu calon kakak iparnya yang ternyata sama gesreknya dengan kakak perempuannya apalagi adanya Manggala yang semakin memperkeruh suasana.


"Mbak, mas Mike itu apa nggak bisa akur sama mas Gala?" tanya Shanum sembari minum hot choco di halaman belakang. Baru berapa jam di mansion McGregor, gadis 16 tahun itu sudah jengah melihat dua pria itu berdebat unfaedah.


"Masih belum seberapa itu. Mbak nggak bisa ngebayangin besok kayak apa rusuhnya setelah Sean, Brandon dan Vivienne kumpul disini. Pusing kita" sahut Nabila.


"Anak cerewet itu ikut kesini? Trio BCD nggak ikut?" Shanum langsung memijit pelipisnya.


Trio BCD adalah tiga kakak Vivienne, Brett, Chris dan Darren. Brett dan Darren adalah saudara kembar berusia 18 tahun, sedangkan Chris baru 16 tahun. Brett dan Darren mengikuti jejak ayah mereka menjadi pemain sepakbola profesional sedangkan Chris memilih menjadi atlet tenis.


"Kayaknya trio BCD nggak pada ikut deh, mengingat adanya pertandingan boxing day ( di liga Inggris, pertandingan sehari setelah natal itu disebut boxing day )."


"Hah... pawangnya pada nggak ikut. Pusinglah kita nanti mbak" keluh Shanum.


"Kan ada Tante Adinda dan Oom Alex. Biasanya Vivet manut kalau oom Alex dah naik dua oktaf suaranya" kekeh Nabila.


"Mbak, mas Mike udah tahu semuanya kan?" Nabila tahu apa yang dimaksud adiknya.


"Tahu, kan dia juga dokter. Dad Duncan malah tahu lebih dulu dari Mike."


"Kalau Mbak menikah besok, apa tetap panggil mas Mike nama kah?" tanya Shanum kepo.


"Mungkin mbak akan ganti panggilannya seperti kamu memanggilnya" senyum Nabila.


"Kamu mau panggil aku apa sayang?" tanya Mike yang membuat Nabila dan Shanum terkejut kok pria itu mendengar percakapan mereka.


"Mike" cengir Nabila.


"Ih nggak mesra" protes Mike.


Nabila pun berdiri dan berjalan menuju Mike yang duduk di gazebo bersama Gala.


"Nabnab, jangan macam-macam kamu! Ini masih ada jones disini" omel Gala.


Nabila mendekat ke telinga Mike lalu membisikkan "I love you, mas."


Sontak wajah Mike langsung memerah seperti kepiting rebus.


***


Yuhuuu baru Up


Ini dah otewe SAH yaaaa


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️