Just The Way You Are

Just The Way You Are
Ketika Tom ketemu Jerry



Still Flashback


Nabila berlari menuju ruang prakteknya, mengacuhkan pandangan bertanya-tanya suster Yolanda. Wajahnya tampak panik dan pucat sempat terlihat suster gemuk berusia 40tahunan itu.


"Dok, are you okay?" tanya suster Yolanda yang hanya dijawab pintu ditutup. Kenapa pula dokter Nabila seperti dikejar hantu.


Di dalam ruang prakteknya, Nabila menyandarkan tubuhnya di pintu. Nafasnya masih memburu seperti habis marathon 10 kilometer.


Ya ampun Nab, yang elu maki-maki itu kepala divisi bedah yang baru! Duh bisa kiamat ini! Nabila kemudian menuju nakas sebelah meja kerjanya mengambil sebotol air mineral yang memang disediakan disana, membukanya dan meminumnya hingga habis separuh.


Bagaimana bisa dia lupa nama kepala divisi bedah yang baru? Alamat deh Nab, kamu bakal dipindah jadwalnya jadi malam terus. Hah...gimana dengan tiket terusan MU ku... monolog Nabila sambil mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya.


Ketika Nabila sedang memijat pelipisnya, suara ketukan di pintu mengagetkan dirinya.


"Masuk"


Suster Yolanda membuka pintu dan melongokkan kepalanya.


"Dokter Nabila, anda ditunggu di aula".


Nabila tersentak. Hari ini adalah hari perkenalan kepala divisi bedah yang baru. Mampus gw!


"Baik suster, aku akan segera kesana" jawab Nabila. Suster Yolanda lalu menutup pintunya kembali. Nabila kemudian mengambil tas make-up nya memberi sedikit touch di wajahnya dan seulas lipstik pink di bibirnya. Sneli dan stetoskop pun dibawanya tidak lupa agenda yang berisikan jadwal visite pasien usai pertemuan nanti walaupun ada Suster Yolanda disana tapi Nabila suka double check pasien-pasiennya. Merasa sudah oke, Nabila keluar dari ruang prakteknya dan bersama suster Yolanda menuju aula.


Sesampainya di ruangan pertemuan para dokter dan staff, rupanya sudah ramai. Nabila kemudian berbaur dengan rekan sejawatnya sambil membahas berbagai macam. Tak berapa lama kepala rumah sakit datang bersama dengan Mike di belakangnya. Nabila pun beringsut di belakang para rekan prianya yang badannya lebih tinggi darinya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Nabila menyesal punya tinggi badan 170cm.


Setelah beberapa kata sambutan, kepala rumah sakit memperkenalkan Mike di hadapan para rekan kerja barunya.


"Selamat pagi. Nama saya Michael Cahill dan saya adalah kepala divisi bedah yang baru. Maapkan saya yang datang terlambat karena semalam saya baru tiba dari Washington dan masih mengalami jetlag jadi agak terlambat bangun ditambah sesampainya disini terjadi insiden dengan salah satu rekan dokter yang kebetulan tidak tahu siapa saya tapi berhasil memberikan mood booster pagi ini." Mike mencari-cari sosok Nabila namun gadis itu berhasil bersembunyi dibelakang dokter Sam yang memiliki tinggi 190cm ditambah bodinya yang besar semakin menutupi tubuhnya. "Dokter Nabila Putri, tenang saja saya akan mempertanggungjawabkan kejadian tadi pagi".


Sontak semua rekan kerja Nabila menatap gadis itu yang sedang bersembunyi dibalik dokter Sam. Bahkan Sam berbisik kepadanya "Kau bikin masalah apa, dokter Nabila?"


Nabila menggelengkan kepalanya dengan panik karena semua mata tertuju padanya sedangkan Mike sangat menikmati perubahan wajah gadis itu.


"Oke, tampaknya perkenalan kita cukup pagi ini. Sekarang kembali bekerja rekan-rekan, pasien kita sudah menanti" potong kepala rumah sakit.


Usai itu para rekan Nabila mendatangi Mike untuk saling berkenalan, terutama para dokter dan suster wanita yang terkesima dengan ketampanan Mike. Dengan sopan dan sabar Mike melayani para rekan kerjanya yang baru namun matanya tetap mencari-cari Nabila, sedangkan yang dicari sudah kabur setelah Mike turun dari podium.


"Dokter Cahill, memang ada insiden apa dengan dokter Nabila?" tanya salah seorang dokter wanita.


"Oh hanya masalah pribadi" tukas Mike cuek. "Maap saya permisi" pamit Mike yang berusaha melepaskan diri dari kerumunan.


Mike segera keluar dari aula sambil celingak-celinguk mencari Nabila namun tidak ada diluar. Kepala rumah sakit yang melihatnya bingung kemudian menghampiri.


"Cari siapa dok?"


"Saya mencari dokter Nabila, Sir"


"Biasanya dokter Nabila sudah visite pasien jam segini. Walaupun terkadang sikapnya seenaknya sendiri, tapi dia dokter yang profesional dalam bekerja. Oh ya, kalau dia agak bar-bar jangan kaget ya dok" senyum kepala rumah sakit sambil menepuk punggung Mike.


Sudah kena omelannya tadi pagi Sir. batin Mike sambil meringis.


"Selamat bekerja dok"


"Terima kasih Sir" angguk Mike.


***


Nabila sudah menyelesaikan visite pasiennya bersama dengan suster Yolanda dan sekarang menuju kafetaria. Naga di dalam perutnya sudah mulai mengajaknya demo.


"Dok, mau makan siang apa? Biar saya pesankan" tawar suster Yolanda ketika mereka sudah mendapatkan tempat duduk.


"Hhhmmm. Curry rice dengan potongan melon sebagai buahnya, minumnya ice lemon tea". jawab Nabila.


"Seperti biasa ya dok" Nabila mengangguk.


Sepeninggal suster Yolanda, Nabila mengambil ponselnya dan membaca semua pesan baik dari grup rumah sakit, keluarganya dan beberapa teman-temannya. Saking asyiknya membaca pesan, Nabila tidak menyadari ada seseorang di hadapannya sambil membawa nampan makan siang.


"Boleh saya duduk sini dok?" suara bariton mengejutkan Nabila yang mendongak ke arah suara itu. Tampak Mike berdiri di hadapannya.


Tanpa disadari Nabila celingukan mencari meja kosong supaya bisa mengusir Mike tapi karena ini jam makan siang, tentu saja kafetaria penuh.


"Tapi saya dengan suster Yolanda, dok" usir Nabila halus.


"Hei, kan ada 4 kursi, cukuplah buat kita bertiga" sahut Mike yang dengan cueknya duduk di hadapan Nabila yang sudah cemberut. "Itu bibir jangan maju-maju, membuatku ingin mencicipinya" goda Mike yang sukses membuat Nabila memerah mukanya menahan kesal.


"KAU !!!"


"Lhooo kok ada dokter Cahill? Suatu kehormatan kepala divisi bedah makan siang disini" suara suster Yolanda yang membawa nampan pesanan mereka berdua.


Keduanya menoleh ke arah suster Yolanda dengan raut berbeda. Nabila dengan muka kesal, sedangkan Mike dengan muka geli.


"Meja lain penuh sus. It's okay kan?" senyum Mike sambil mengedipkan sebelah matanya.


Ganjen!


"Tidak usah memakiku, dokter Nabila" sahut Mike kalem sambil menyuap makanannya. "Aduh!" Mike merasa tulang keringnya ditendang oleh Nabila yang melengos memberikan tatapan tajam.


Suster Yolanda yang melihat kedua dokter itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sudah-sudah, kalian berdua seperti Tom and Jerry. Ayo dimakan keburu dingin."


Nabila kemudian memakan curry rice nya sambil terus menatap Mike kesal sedangkan yang ditatap hanya senyum-senyum.


Rasanya ingin aku hajar dokter sok kecakepan ini!


Sejak hari itu, kedua dokter hebat itu selalu bertengkar hal-hal sepele hingga dikenal sebagai Tom and Jerry RS Royal Infirmary.


***


Flashback end