
Hari ini adalah hari kepergian pria-pria kesayangan Nabila. Mike, Dad Duncan bersama Bryan dan Jack pulang ke Skotlandia, papa Adrian terbang ke Paris untuk membantu mama Niken dan Shanum sedangkan Nabila sendiri harus kembali ke Surabaya menyelesaikan perjanjian yang dilakukan di rumah sakit Dr Soetomo. Gegara Bryan terlibat kasus kecelakaan, Nabila harus menghabiskan waktu di Jakarta termasuk mengajukan tuntutan kepada Bagas.
Soal Bagas, Nabila sudah tidak mau tahu. Semua diserahkan pada tim pengacara Dad Duncan yang dibawa dari Inggris bekerjasama dengan tim pengacara dari papa Adrian.
Kini di bandara internasional Soekarno-Hatta, dua keluarga terpandang berkumpul. Rombongan McGregor mendapatkan jadwal satu jam sebelum papa Adrian. Bryan sendiri sudah duduk manis di kursi roda asyik ngobrol dengan Rita. Akhirnya keduanya jadian juga hasil pelototan Nabila.
Jack dan Dian masih melakukan penjajakan karena menurut Dian semuanya terlalu cepat dan dia tidak mau terburu-buru memutuskan untuk berpacaran dengan Jack. Sebagai gentleman, Jack pun menghargai keputusan Dian. Namun keduanya berjanji saling komunikasi.
Nabila sendiri memutuskan menggunakan maskapai komersil meskipun papanya menawarkan untuk menyewa pesawat pribadi karena masing-masing keluarga sudah memakai pesawat pribadi.
"Pemborosan!" ucapnya ketika papa Adrian dan Dad Duncan menawarkan.
"Lho duitnya ada kok Nab" sahut Mike kumat sombongnya.
"Nggak gitu juga bambaaannggg! Kalau masih bisa pakai pesawat komersial kenapa? Toh aku nggak keburu-buru kayak kemarin waktu Bryan kecelakaan" protes Nabila sebal. Kadang pria-pria di sekelilingnya kalau sudah kumat sombongnya sangat menyebalkan.
Duncan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Calon menantunya memang beda.
Suara ponsel menghentikan perdebatan sepasang kekasih yang terkenal Tom and Jerry.
"Mario?" gumamnya pelan yang membuat Duncan pun menatap Mike penasaran.
"Ya, Mario? Kenapa?"
" ... "
"Paris? Kapan?"
"Ini calon papa mertuaku ke Paris. Adik iparku kena masalah."
" ... "
"Lho kamu ngajar disana? Bagus lah biar Shanum ada yang ngawasi" kekeh Mike.
" ... "
"Oke nanti aku kasih kontak papa Adrian."
" ... "
"Oke aku sampaikan. Bye."
Duncan menatap Mike dengan tatapan bertanya.
"Mario pindah ke Paris kemarin, jadi dosen di kampusnya Shanum" jelas Mike.
"Baguslah setidaknya adikmu ada yang ngawasi" Duncan setuju akan hal itu. Nabila saja sudah bar-bar, adiknya apalagi.
"Kasih saja nomor Papa dan nomor Mario, Mike. Biar nanti papa sampai Paris bisa ketemu dengan kakakmu" ucap papa Adrian.
Pilot pesawat milik keluarga McGregor menyampaikan bahwa pesawat sudah siap untuk berangkat.
Rombongan pun saling berpamitan. Duncan dan papa Adrian saling berpelukan dan akan bertemu dua Minggu sebelum acara Mike dan Nabila.
Bryan dan Rita saling berpelukkan bahkan Bryan berani mencium bibir Rita di depan boss besar dan beberapa pengawal yang dikirim oleh Edward sehari sebelumnya. Tentu saja keduanya jadi bahan Bullyan semua klan McGregor.
"Tuan Jack!" suara perempuan membuat Jack menoleh. Tampak Dian berdiri di depan pintu VVIP karena dia tidak boleh masuk.
"Ciiieeeee" ledek semua yang ada disitu.
"Udah sana temuin dulu!" perintah Mike.
Jack menuju ke tempat Dian berdiri dan gadis itu menyerahkan sesuatu di dalam paper bagnya. Jack tersenyum lalu memeluk Dian dan mencium keningnya lalu kembali ke rombongan yang menunggunya.
"Woohoo, gak jadi iri sama aku dong Jack" ledek Bryan.
"Shut the f*** up Bry!" umpat Jack dengan wajah merah padam. Duncan hanya tersenyum melihat ulah anak-anak asuhnya.
Mike memeluk Nabila lalu memberikan French Kiss kepada gadisnya.
"Tunggu sebentar lagi ya sayangku" bisiknya mesra di telinga Nabila usai keduanya selesai berciuman.
"Mike! Sudah ciumannya!" teriak Duncan.
"Ish Dad ga tahu apa anaknya sedih ini!" umpat Mike sebal.
"Bye darling" Mike mencium kening, pipi, hidung dan terakhir bibirnya.
"Bye sayang. Kabari kalau sudah sampai" balas Nabila.
"Hati-hati pa" Mike memeluk papa Adrian.
"Kamu juga nak" balas papa Adrian.
Akhirnya rombongan McGregor pun berangkat menuju Skotlandia. Tak lama papa Adrian pun berangkat ke Paris dengan sekretarisnya Kris.
Nabila dan Rita kemudian menuju tempat keberangkatan pesawat komersial. Dian sudah tidak ada disana ketika kedua gadis itu keluar dari tempat VVIP.
***
Nabila membaca Novel Dan Brown di lounge ekslusif sambil menikmati kopi dan camilan yang ada disana. Rita asyik nonton aksi beladiri di ponselnya. Keduanya menunggu panggilan masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke kota Surabaya.
"Lho Nabnab?"
Nabila mengangkat wajahnya dari buku yang dibacanya, begitupun Rita.
Gala memutar matanya malas.
"Kamu tuh pasti habis sama Mike jadi merubah panggilanku" sungut Gala sambil duduk di sebelah Nabila.
Rita hanya tersenyum.
Nonanya ketemu teman Gesrek lagi.
"Nona Rita, tidak usah tersenyum begitu. Bikin aku tersakiti" omel Gala dramatis.
"Nggak kok pak Gala, saya ga berani" kekeh Rita.
"Lho Ga, kamu mau kemana?" tanya Nabila.
"Ke Surabaya lah!"
"Ngapain?"
"Aku ada dinas lagi disana."
"Naik maskapai apa?"
"Garuda lah Nabnab. Eh kamu ke Surabaya juga?"
"Iya, bayar hutang kemarin aku main kabur ke Jakarta gara-gara pacarnya Rita ini!" sahut Nabila sambil mengedikkan kepalanya ke arah Rita.
"Pacar? Siapa... Whoooaaaahhh!" seru Gala yang membuat beberapa orang disana menengok ke arahnya.
Untung saat ini Gala memakai baju casual bukan baju dinas jadi tidak bikin viral ada polisi teriak lebay.
"Bryan itu pacar nona Rita? Whoah, breaking news!" kekehnya. "Eh berati aku sendirian ini yang jones dari kalian bertiga?"
Nabila dan Rita mengangguk semangat.
"Teganyaaaaa" Gala merosotkan dirinya dari kursi lounge.
Nabila dan Rita tertawa terbahak-bahak.
***
Keesokan harinya
Mario McGregor memasuki lorong menuju ruang dekan dan disana sudah ada Shanum dan mama Niken yang sedang menuggu menghadap yang kesekian kalinya.
Mario tertegun melihat wajah cantik Shanum yang berbeda dengan gadis-gadis lain yang ditemuinya selama ini.
"Je suis désolé, est-ce que vous manquez Shanum?" sapa Mario.
( Maafkan, apakah anda nona Shanum? )
"Oui".
"Perkenalkan saya Mario McGregor adik dari Mike McGregor tapi lebih dikenal Mike Cahill." Mario mengulurkan tangannya ke arah Shanum yang dibalasnya.
"Anda pasti nyonya Niken Pratomo" sapa Mario ke Niken.
"Iya saya Niken Pratomo. Anda kakaknya Mike?" tanya mama Niken.
"Betul. Saya sekarang dosen disini, pindahan dari Italia" jawab Mario "Tenang saja madam Niken, saya akan membantu madamoisalle Shanum tentang kasusnya. Dad sudah menceritakan pada saya"
"Kami juga menunggu papa datang" jawab Shanum.
"Saya temani dulu, kemungkinan Monsieur Pratomo sebentar lagi datang".
Mario duduk di samping Shanum, mereka bertiga duduk di bangku panjang. Melihat Shanum dari samping membuat Mario mengagumi kecantikan gadis itu. Namun mengingat ucapan adiknya kalau calon adik iparnya masih berusia 16 tahun membuat Mario harus menghilangkan rasa tertariknya.
Perbedaan usia kami terlalu jauh.
Mario sendiri berusia hampir 34 tahun dan belum ada niatan menikah sampai sekarang.
Suara langkah kaki membuat ketiganya melihat ke arah pintu.
"Dad?"
***
perkenalkan Mario McGregor kakak dari Mike Cahill
Ini Shanum Pratomo waktu masih jadi mahasiswa
***
Yuhuuu hari ini double Up. yaaaa
Like vote gift supaya bisa naik rating
Tararengkyu ❤️🙂❤️