
Mike mengerjap-kerjapkan matanya lalu merenggangkan tangannya. Senyumnya terkembang ketika mendapati dirinya berada di kamar mansion McGregor.
Kemarin sore dia dijemput John, salah satu duo J, dan pulang ke mansion ayahnya. Alasan Mike simpel, di mansion ayahnya banyak orang dan pelayan jadi dia nggak usah masak sendiri.
Mike pun masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Usai itu dia segera turun menuju ruang makan.
Lagi-lagi melewati sholat subuh gara-gara tidurku terlalu nyenyak.
"Pagi tuan muda" sapa pelayan disana.
"Pagi. Sarapan apa pagi ini?" Mike celingak-celinguk mencari roti sekedar untuk mengganjal perutnya yang lapar.
"Pagi Son" sapa Duncan.
"Pagi Dad."
Duncan duduk di kursi ujung sebelah dengan Mike.
"Nyenyak tidurmu? Berapa jam kau tidur?"
"Nyenyak lah. Berapa jam ya? Habis makan malam, aku langsung masuk kamar dan tidur. Bahkan hendak menelpon Nabila pun tidak sempat."
"Sempat kan kamu telepon. Dad kok merasa dia lagi sebal dengan seseorang."
Mike berhenti memakan sandwich nya.
"Sebal padaku?"
Duncan hanya mengedikkan bahunya.
Bisa gawat ini kalau Nabila marah!
***
Nabila saat ini rasanya pengen makan orang. Arya sedari tadi membuatnya jengkel dan jika tidak ingat pria itu pasiennya, sudah kena hajar sedari tadi.
Arya sedari tadi ngerengek minta agar Nabila mau makan siang bersamanya karena dia sudah memesan makanan dari resto favoritnya.
"Ayolah dokter Nabila, makan siang dengan saya. Sayang kan makanannya mubazir nanti" rayunya.
"Siapa suruh anda main pesan banyak makanan, pak Arya. Lagipula saya masih banyak pekerjaan selain mengurusi anda!" Tangan kanan Nabila mulai terkepal namun dirinya masih mampu menahan emosinya.
"Ah come on dok, nggak sampai satu jam kok!" rayu Arya.
"Terimakasih pak Arya tapi saya tidak mau makan siang dengan anda. Permisi!" Nabila membalikkan tubuhnya lalu keluar dari kamar inap Arya dan nyaris bertubrukan dengan Vince Wisama.
"Maaf tuan. Permisi." Nabila pun pergi diikuti oleh suster Nia.
Vince Wisama hanya menatap kepergian Nabila dengan perasaan aneh di dadanya.
Wajahnya mengingatkan aku pada seseorang.
"Pah! Ngapain berdiri disitu?" tanya Arya yang melihat ayahnya bengong di depan pintu.
"Eh, nggak papa. Siapa tadi Ar?"
"Namanya dokter Nabila Pratomo, dokterku dan lagi aku incar jadi istriku" senyum Arya.
Pratomo?
"Dia apanya Adrian Pratomo?" tanya Vince lagi.
"Putrinya pah" jawab Arya dengan senyum penuh arti.
Vince hanya terdiam.
Berarti dia putrimu?
"Papah setuju kan kalau aku sama Nabila?"
Vince menatap tajam kepada Arya.
"Tidak! Papah tidak setuju!"
Arya tercengang.
"Papah kan yang minta agar aku mencari wanita baik-baik dan Nabila adalah wanita dari keluarga baik-baik, terpandang pula!" Arya menjadi naik emosinya.
"Dia sudah bertunangan, Arya! Dan tunangannya adalah putra seorang mafia di Inggris!"
"Selama janur kuning belum melengkung, aku masih ada kans merebutnya!" eyel Arya.
Arya terperangah atas ucapan papahnya.
"A...apaa?" bisik Arya tidak percaya bahwa perempuan sesempurna itu tidak bisa memberikan anak.
"Kau tahu kan kasus Bagas? Dia mantan pacarnya Nabila waktu SMA dan keluarganya tahu Nabila mengalami sakit yang mengharuskan pengangkatan rahim. Papah tahu karena kemarin papanya Bagas minta tolong dicarikan pekerjaan akibat si Siti bodoh itu memaki maki Nabila. Akibatnya, oom Nabila, Aryanto Pratomo menarik semua dana yang awalnya memang membantu keluarga Prawiraatmadja namun akibat ulah Siti, dalam sehari mereka pun bangkrut!" jelas Vince.
"Apa benar...itu pah?" Arya masih belum percaya.
"Bagas memang bodoh sama dengan ibunya! Dia tahu kondisi Nabila dan siapa keluarganya. Dia hendak menguasai harta Nabila bagaimanapun caranya tapi dia berbuat bodoh! Pengawal yang dikirim untuk mengawal Nabila ditabraknya. Akibatnya bukan hanya Adrian Pratomo yang menuntut, tapi juga calon mertua Nabila karena pengawal itu adalah anak angkatnya!" lanjut Vince.
Arya masih tercenung. Apa kansnya mendekati Nabila sudah tertutup?
"Papah harap, buang jauh-jauh niatanmu untuk merebut Nabila dari tunangannya karena kekuatan mereka jauh diatas kita." Vince menatap lurus pada putranya.
"Jangan panggil aku Arya Wisama kalau aku tidak berbuat sesuatu!" desis Arya dengan penuh keyakinan.
Vince hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan lupa kalau papah sudah memperingatkan kamu Ar!"
***
Nabila kembali ke ruangannya dengan muka ditekuk sepuluh. Wajah cantiknya berubah jadi wajah masam, bahkan Rita sendiri sampai bergidik melihat nonanya yang makin kemari malah semakin judes saban kelar visite pasien Arya.
"Nona?" bisik Rita.
Nabila masih manyun.
Rita lalu membuatkan segelas susu hangat buat nonanya. Biasanya jika sudah minum segelas susu, nonanya merasa lebih relaks.
"Diminum dulu, nona" ucap Rita.
Nabila pun meminumnya dan tak lama wajahnya lebih nyaman.
"Kau selalu hapal mood booster ku Rit" puji Nabila.
"Eh nona, aku kan setiap hari bersamamu, pasti hapal lah" kekeh Rita.
Suara ponsel mengalihkan perhatian Nabila yang langsung membuatnya tersenyum.
"Assalamualaikum sayangku" sapa Nabila dengan wajah sumringah.
"Wa'alaikum salam, darling" balas Mike. "Ada cerita apa hari ini?"
Nabila bercerita tentang Arya, begitu pula dengan Mike yang bercerita tentang Carole. Lalu keduanya saling tertawa karena sama-sama mengalami hal yang nyaris mirip.
"Aku sangat menghargai kamu mau bercerita dengan jujur tentang apa yang terjadi pada dirimu" ucap Mike.
"Begitu pula denganku Mike, terimakasih telah bercerita banyak tentang apa yang terjadi selama disana."
"Kita masih posisi LDR Nab, jadi kepercayaan satu sama lain sangat penting."
"Saling percaya, saling mencintai, saling menghargai, saling menghormati. Terimakasih Mike"
"Sama-sama sayangku."
Rita yang mendengarkan keduanya saling berbicara membuatnya rindu pada Bryan, padahal tadi baru saja saling melakukan panggilan video.
Hah...Nona Nabila selalu bikin baper!
***
Arya sudah diijinkan untuk belajar berjalan pasca operasi namun hatinya masih penasaran atas ucapan ayahnya tentang kondisi Nabila.
Ada perasaan tidak percaya namun dia tahu siapa keluarga Prawiraatmadja yang walaupun bobrok moralnya namun tidak mungkin berbohong dengan kondisi Nabila hingga pengusaha bernama Aryanto Pratomo menarik semua dananya jika berita itu tidak benar.
Akan aku cari tahu kebenarannya!
***
Yuhuuu
Maaf baru Up.
Listrik padam lama n hp tinggal dikit batereinya.
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️