Just The Way You Are

Just The Way You Are
Stalker



Nabila baru saja menyelesaikan operasi terakhirnya dan menemui keluarga pasien yang mengucapkan terimakasih atas bantuannya dan merasa tenang karena si pasien akan segera pulih dalam waktu seminggu ini.


Kini dia menuju ruang kerjanya masih mengenakan baju operasi namun sudah melepaskan cap nya. Aktivitas hari ini membuat tubuhnya lelah dan ingin segera pulang, berendam air hangat serta tidur cepat adalah cita-citanya saat ini.


"Dokter Nabila!" bayangan berendam dan tidur cepat pun langsung ambyar di benak Nabila.


Nabila pun berbalik. Dilihatnya Arya sudah ada di belakangnya.


Hadeh, mau apa lagi ini manusia?


"Akhirnya bisa bertemu dengan anda dokter" senyum Arya yang sekarang masih memakai jas namun kemejanya sudah dibuka dua kancing dan dasinya dimasukkan ke dalam saku.


"Ada apa pak Arya? Ada keluhan pada jahitan anda?" tanya Nabila dingin.


"Tidak, tidak ada.". Arya tiba-tiba merasa gugup ditatap Nabila seperti itu.


"Kalau tidak ada, permisi." Nabila pun membalikkan tubuhnya lalu berjalan meninggalkan Arya.


"Dok, saya tahu anda lelah. Ada baiknya kita makan malam dulu?" suara Arya lagi.


Nabila berhenti, lalu berbalik. "Maaf pak Arya, saya lelah sekali malam ini. Saya mau pulang, istirahat. Anda juga seharusnya pulang, berkumpul dengan keluarga." Meskipun Nabila tahu Arya lajang tapi dia tetap menekankan kata 'keluarga'.


"Oh come on Nabila. Dinner with me."


"Dokter Nabila." Nabila menoleh dan tampak Jack disana dan hatinya sangat bersyukur melihat Jack.


"Maaf pak Arya, saya sudah dijemput. Permisi." Nabila pun berjalan menuju Jack dan langsung merangkul tangannya dengan gaya mesra.


"Yuk kita pulang, darling" ucapnya riang.


"Darling?" bisik Jack.


"Sudah, ikuti saja permainanku!" desis Nabila.


Jack pun diam saja menurut apa kata nonanya.


Alamat aku bakalan dihajar tuan muda ini!


***


"Dia menunggu selama itu?" Nabila tidak percaya ketika melihat rekaman CCTV lobby rumah sakit yang diberikan Rita dan Jack. Nabila sudah segar setelah menyelesaikan mandi kilat di ruang prakteknya. Berendam bisa nanti kalau pulang ke apartemen.


"Bahkan ketika aku mengantar Dian pulang pun dia masih disana," jawab Jack.


"Wow! Patut diacungi jempol tuh orang saking niatnya" kekeh Nabila.


"Nona, jangan memuji begitu. Kalau tuan muda dengar, bahaya." Jack pun bergidik takut terjadi apa-apa dengan nonanya.


"Haish, tenang saja. Sekarang gini, Rita ambil mobil ku di depan bagaimana caranya tampak sudah aku di dalam." Nabila kemudian memutar otak.


"Dok, saya pamit pulang dulu." Suara suster Nia terdengar di depan pintu.


Nabila memandang Rita dengan wajah jahilnya. Rita hanya menepok jidatnya.


"Suster Nia, tolong masuk sebentar" pinta Nabila.


Suster Nia pun masuk dengan tatapan bertanya.


"Ada apa ya dok?"


Nabila tidak menjawab namun seringai licik mulai muncul.


Don't tell me...


Jack dan Rita saling berpandangan lalu keduanya sama-sama menghela nafas panjang.


***


Rita berjalan menuju mobil Nabila lalu menstaternya dan mobil itu berjalan menuju halaman samping rumah sakit yang langsung menuju pintu keluar. Seperti yang diduga ketiganya, mobil mewah di belakangnya pun mulai berjalan pelan.


Arya dan Haris memperhatikan Rita dari dalam mobilnya. Diperhatikan jam di mobil yang menunjukkan pukul 18.35.


Gila! Aku menunggu gadis itu hampir seharian!


"Tuan, kayaknya mereka sudah mau pulang." suara Haris terdengar oleh Arya.


Hari ini memang Nabila memilih memakai Porsche 911 Carrera warna putih milik Reza adiknya. Karena Nabila yang berada di Jakarta, kedua orangtua dan adiknya selalu meminta dia membawa mobil yang ada di garasi bergantian agar tidak rusak walaupun kecil kemungkinannya karena selalu dicek berkala rutin.



Arya dan Haris sabar menunggu sampai seorang wanita mengenakan pakaian casual dengan topi baseball keluar dan masuk ke dalam mobil sport itu.


"Ikuti mobil itu Ris!"


"Siap tuan."


***


Jack dan Nabila melihat mobilnya pergi yang diikuti oleh mobil Mercedes s-class di belakangnya.


"Ternyata beneran mengikuti mobilku" kekeh Nabila.


"Nona, sebenarnya nona pakai jimat apa sih membuat banyak pria aneh suka mengikutimu?" celetuk Jack yang langsung kena keplak Nabila.


"Orang aneh itu termasuk bossmu Jack!" omel Nabila.


"Tapi tuan muda tidak pernah stalking nona" bela Jack.


"Siapa bilang? Buktinya dia kirim Bryan, kirim dirimu?" cebik Nabila.


Jack tertawa. "Maafkan saya nona."


***


Arya mengerenyitkan dahinya ketika melihat mobil mewah itu menuju ke sebuah rumah sederhana yang terletak tidak jauh dari rumah sakit. Dan tak lama mobil mewah itu berhenti lalu turunlah penumpang yang duduk di kursi penumpang.


"Terimakasih mbak Rita." gadis itu membuka topinya dan memberikan pada Rita.


Arya ternganga karena gadis yang turun itu adalah suster Nia, asisten Nabila.


"Sial!" umpatnya. "Tetap ikuti mobil itu!"


Mercedes milik Arya tetap mengikuti Porsche 911 Carrera pop putih itu yang berjalan lambat karena macet. Arya dan Haris masih setia mengkuti mobil itu hingga sampai di sebuah kompleks perumahan elit yang bisa masuk jika ada kartu khusus.


Porsche itu berjalan terus namun mobil Arya tidak bisa masuk. Akhirnya Arya turun dan bertanya pada satpam disana.


"Maaf, tadi mobil putih yang lewat itu milik siapa ya?" tanyanya.


"Oh itu milik tuan Adrian Pratomo dan sekarang dibawa oleh nona Rita kemali ke mansion Pratomo."


Arya memutar otak.


Berarti Nabila masih ada di rumah sakit! Brengsek! Beraninya kamu bermain denganku!


***


Nabila tiba di apartment nya dan memulai ritual berendam di bathtub. Tadi dia pulang dengan Jack menggunakan ojek online sedangkan Rita disuruhnya menginap di Mansion.


Kini di apartemennya dengan ditemani Jack, Nabila merasa nyaman. Apartemen yang hanya orang-orang tertentu yang tahu karena Nabila tidak mau banyak orang mengetahui sanctuary nya.


Orang lebih banyak tahu kalau selama ini Nabila tinggal di mansion orangtuanya dan gadis itu membiarkan berita itu muncul.


Nabila menikmati acara satu jam berendamnya sampai pintunya diketuk oleh Jack.


"Nona, makan malam sudah siap."


"Oke Jack, Aku akan kesana."


***


Yuhuuu


Sorry baru Up


Don't forget to like vote n gift


Thank you for reading n your support


Tararengkyu ❤️🙂❤️