
Mike dan Nabila terkejut melihat dua orang pria yang usianya hampir sama, berada di tempat ini.
"Papa ngapain kesini?" tanya Nabila sambil mencium punggung tangan Adrian dan memeluknya.
"Tuh ada yang ngelamar anak papa tapi diam-diam" senyum papa Adrian.
"Kalau laporan sama Oom nanti hilang moment romantisnya" sungut Mike sambil memeluk calon mertuanya sedangkan Nabila memeluk Duncan McGregor.
"Oom sehat? Tidak ada keluhan?" tanya Nabila mengingat beberapa bulan lalu Duncan kena tembak.
"Kamu lupa ada anak Oom?" Duncan mengedikkan kepalanya ke arah Mike yang masih ngobrol dengan papa Adrian.
"Ayo kita duduk" ajak Mike sambil meraih tangan Nabila dan menggenggamnya erat.
Setelah keempatnya duduk, para pelayan mulai mengeluarkan makanan yang sudah dipesan spesial oleh Mike.
"Mike, papa sih nggak masalah kamu mau ngelamar Nabila seperti apa tapi bilang dong ma papa" omel papa Adrian.
"Panggilannya ganti nih Pa?" cetus Nabila sambil nyengir.
"Ganti lah, kan dia dah ngelamar kamu" sahut papa Adrian cuek.
"Berarti kamu manggil aku Dad, Nab" sambung Duncan.
Mike membetulkan posisi duduknya menjadi sikap tegap.
"Papa Adrian Pratomo, saya Michael James Cahill McGregor, sudah melamar putri papa Nabila Putri Pratomo. Tolong restui kami hubungan kami." Mike mengucapkan dengan nada takzim.
"Papa merestui kalian son dan ini kedua kalinya kamu minta restu ma papa, Mike!" kekeh papa Adrian. .
"Demi meyakinkan bidadari di sebelahku bahwa aku serius" ucap Mike sambil menatap Nabila membuat gadis itu merona pipinya.
"Kamu itu kalau mau melamar bilang dong Mike."
"Hah? Memang kenapa?"
"Bajuku kan kurang cetar ini! Masa dilamar pakai baju warna hitam? Harusnya pakai baju merah menyala" protes Nabila sambil tersenyum.
"Astaga!"
***
Keempat orang di roof top baru saja menyelesaikan makan malam mereka dan sekarang menikmati kopi dan teh. Nabila baru mengetahui bahwa Mike dan Duncan memang sengaja terbang dari Edinburgh demi melamar dirinya, walaupun sebelumnya dia mampir ke Jakarta untuk menemui papa Adrian. Ketiga orang ini memang membuat rencana untuk mengejutkan Nabila.
Kini keempatnya menentukan tanggal untuk pernikahan karena Mike masih ada sisa kontrak di rumah sakit royal Infirmary, diputuskan pernikahan dilaksanakan tiga bulan lagi. Tentu saja mama Niken yang dihubungi via video call sangat bersemangat, walaupun menyesal tidak bisa ke Surabaya karena ada acara fashion show di Paris.
"Kamu nginep di apartemen Nabila, Mike?" tanya papa Adrian.
"Iya pa tapi tenang tidak terjadi sesuatu yang diinginkan." cengirnya.
"Heh, bocah!" Duncan menatap tajam putranya yang hanya melengos.
"Ini kalian gimana ceritanya bisa begini?" Nabila penasaran.
"Jadi Minggu lalu papamu datang ke Edinburgh untuk melihat lokasi yang dibeli sama Adinda. Kami janjian bertemu lalu Mike mencetuskan ide untuk melamar mu langsung meskipun anak ini sudah ngomong langsung ke papamu" papar Duncan. "Dad pikir hayuklah berangkat ke Surabaya bareng karena Mike boleh dapat cuti lima hari."
"Sengaja aku ambil lembur biar bisa dapat cuti Nab" imbrung Mike.
"Rita juga laporan ma papa tentang kegiatanmu. Ditambah Bryan juga memberikan laporan tentang si lintah uring-uringan kehilangan kamu, jadi papa dan Dad Duncan juga Mike, sudah waktunya kamu diikat dulu biar si lintah tidak mengejarmu".
"Ish, sebenarnya tanpa harus ada cincin di jari, si lintah harusnya sadar kalau aku ga mau sama dia!" sungut Nabila kesal.
"Namanya orang bebal ya gitu, Nab" sahut Mike.
"Lho kamu juga bebal lho son!" ledek Duncan.
"Tapi bebalku mendapatkan hasil Dad" cengir Mike. "Buktinya gadisku mau menerima lamaranku."
Duncan dan Adrian hanya tersenyum simpul.
"Son, kamu sudah terkontaminasi gesreknya keluarga Pratomo." komentar papa Adrian.
***
Mike dan Nabila kembali ke apartemen disambut Rita yang masih memegang camilan. Kedua pasangan itu hanya menatap Rita dengan pandangan malas.
"Iya tuan" jawab Rita sambil nyengir.
"Aku ke kamar dulu ya Mike" Rita kemudian melangkah menuju kamarnya.
"Ikut!" seru Mike yang langsung dihadang Rita.
"Ga boleh tuan!" sahutnya galak. "Tuan tidur di kamar tamu. Nona, jangan lupa kunci kamarnya ya!"
Nabila tertawa mendengar ucapan pengawalnya.
Mike mendecih sebal.
"Gak asyik lu Rit!" umpatnya.
"Biarin!"
***
Nabila kini berbaring di kasur Queen sizenya sambil menatap cincin berlian di jari manisnya. Dia tidak berani mengira-ngira berapa harga cincin itu karena dia tahu pasti aduhai mengingat Mike dan Dad Duncan sama-sama memiliki kekayaan yang wow. Sepanjang jalan pulang tadi, Mike bercerita dia sudah bermain saham sejak SD karena diajarkan oleh grandpanya.
"Grandpa itu adalah pebisnis sejati. Jadi aku dan Mario kakakku, sudah diajari saham dari kecil. Kami bisa saja tidak akan mengikuti jejak Dad tapi setidaknya kami harus memiliki pasif income. Ketika grandpa meninggal, beliau mewariskan saham yang besar kepada kami berdua. Jadi meskipun Mario memilih menjadi dosen dan aku menjadi dokter, kami memiliki income sendiri." paparnya.
"Apa Dad Duncan tahu akan hal itu?"
"Dad tahu, bahkan saat pembacaan wasiat grandpa, Dad tidak mendapatkan sepeserpun dari grandpa karena Dad sudah mendapatkan semua kekuasaan klan McGregor. Alasan lainnya, cucu-cucunya ini menolak jadi anggota mafia jadi bagi grandpa lebih patut kami yang mendapat warisannya."
"Makanya kamu santai saja mengeluarkan dana sebanyak itu untuk pasien tadi siang".
"Kekayaanku tidak akan habis semalam, sayang. Aku bukan orang yang suka berfoya-foya. Mobil memang aku suka koleksi namun aku selektif. Rumah saja aku hanya punya di Edinburgh, London, LA dan Paris, mungkin Jakarta akan masuk list selanjutnya. Kamu sendiri pun sama kan sayang? Jangan dikira aku tidak tahu tabungan mu" kerling Mike ke Nabila.
"Hahahaha. Iya sih. Ohya kapan aku bisa bertemu dengan kakakmu?"
"Aku akan mencoba merayunya untuk bisa berlibur ke Indonesia. Dia orangnya serius Nab, tipikal dosen kaku." Mike tertawa mengingat kakaknya yang benar-benar tipe kutu buku.
"Apa dia sudah menikah?"
"Nab, kakakku itu tipe orang paling kutu buku sedunia dan kaku. Jadi jangan kaget ya kalau suatu saat kamu ketemu, Mario hanya bicara seperlunya."
"Jadi penasaran aku, kenapa kalian bagaikan bumi dan langit sifatnya."
"Dad juga bingung dengan Mario bisa nerd banget."
Nabila melepaskan cincinnya dan tertegun ada nama Mike dan dirinya di sisi dalam cincinnya.
Michael 🤍 Nabila
Nabila terharu. Begitu dalam Mike mencintainya walaupun ditutup oleh sikapnya yang slengean. Dalam hati dia sangat bersyukur mendapatkan pria yang nyaris sempurna seperti Mike yang tidak pernah dia bayangkan karena kondisinya yang seperti ini.
Suara ponsel bergetar di meja sebelah tempat tidur, membuat Nabila menoleh. Diambilnya benda pipih itu. Tampak nama Manggala di layar.
"Assalamualaikum Ga" sapa Nabila usai menggeser tombol hijau.
"Wa'alaikum salam"
"Ada apa Ga? Tumben malam-malam telepon".
"Aku ada kabar."
"Apa itu?"
"Aku menahan Bagas. Dia baru saja menabrak orang hingga luka parah."
"Astaghfirullah aladzim. Siapa yang ditabraknya?"
"Bryan Smith. Pengawalmu".
Nabila menjatuhkan ponselnya.
***
Yuhuuu.
Thanks for your support ❤️🙂❤️