Just The Way You Are

Just The Way You Are
Bertemu Musuh



*Masih seputar adik Nabila dulu yaaaa soalnya nyambung di novelnya Shanum - You're The Only One -*


Pukul 11 siang Louis Baptiste dan putrinya datang dengan gaya sombongnya bersama empat pengawal ke ruang dekan Armandt Laurent. Sekretaris dekan membukakan pintu, dan kedua orang itu masuk. Pengawal mereka menunggu di pintu masuk.


Louis dan Camille terkejut ketika melihat orang-orang yang berada di dalam ruang tersebut.


"Comment se fait-il que Duncan McGregor soit ici ( bagaimana bisa Duncan McGregor disini )?" tanya Louis dengan muka gusar.


"Est-ce que je peux ( apakah kamu keberatan )?" tanya Duncan sarkasme.


"papa, qui sont-ils ( papa, siapa mereka )?" tanya Camille cemas.


"présente mon papa Adrian Pratomo, et c'est mon oncle Duncan McGregor ( perkenalkan itu papaku Adrian Pratomo, dan itu pamanku Duncan McGregor )" ucap Shanum.


"Adrian Pratomo?" tanya Louis.


"Ya, dan Shanum adalah putri saya. Apakah anda tidak mengetahui nama belakang putri saya?" tanya papa Adrian pedas.


"Kita ke intinya. Saya memiliki banyak bukti yang menunjukkan bahwa putri anda yang melakukan plagiarisme terhadap putri saya!" ucap mama Niken dengan nada keras. "Ini buktinya!"


Mama Niken memberikan foto-foto Camille mendownload dari laptop, mencuri flashdisk dari tas dan menyabotase desain Shanum.


Wajah Camille memucat. "Ini...ini semua rekayasa!"


"Rekayasa? Seriously Camille! Buat apa coba? Lihat tanggal dan jamnya! Semua terjadi sehari sebelum penilaian dan asal kamu tahu, aku punya log dan kode tertentu jika laptop dan flashdisk ku dibuka oleh perangkat lain!" Shanum memberikan daftar IP address yang membuka flashdisk miliknya.


"Ip address yang aku telusuri adalah dari laptop mu! Bagaimana aku tahu? Aku mengeceknya pada saat kamu meminjamkannya kepada Tony. Asal kamu tahu, Tony adalah suruhanku! Aku tahu kamu suka dengannya jadi kuminta dia mendekati mu." seringai licik muncul dari wajah Shanum.


Camille hanya ternganga. "Ohya satu lagi, kakak Tony adalah korban penipuan oleh kalian!" ucap Shanum.


"Hah! Kamu hanya mengada-ada!" bentak Louis.


Suara pintu terbuka membuat semua orang menoleh. Pierre Lavigne muncul dengan empat orang deputi bawahannya.


"Adrian, Niken, ravi de vous rencontrer ( senang bertemu denganmu ). Duncan" sapa Pierre.


"Pierre, baguslah kau datang. Tangkap gadis bar-bar ini! Aku tidak perduli siapa orangtuanya!" ucap Louis sombong.


"Kami kesini untuk menangkap mu Monsieur Baptiste dan madamoisalle Camille karena penyuapan, penipuan dan plagiarisme" ucap Pierre Lavigne tenang.


Louis terperangah. "Apa maksudmu Pierre?"


"Jelaskan semua di kantor. Kalian, tangkap kedua orang ini!" perintah Pierre pada anak buahnya.


Louis dan Camille berontak tidak mau ditangkap namun tidak bisa berbuat apa-apa karena pengawal yang di depan pun sudah dilumpuhkan oleh anak buah Pierre. Ternyata kepala polisi itu datang dengan banyak anak buah.


Setelahnya menangkap keluarga Baptiste, Pierre pun membawa mereka ke kantor polisi diikuti dengan Duncan dan papa Adrian, sedangkan mama Niken, Shanum dan Mario tetap berada di kantor Armandt.


Tak lama setelah itu Rektor kampus Shanum masuk ke dalam ruangan Armandt dan meminta penjelasan apa yang terjadi. Mama Niken menjelaskan kejadiannya dan tentu saja membuat rektor itu terkejut karena kasus ini melibatkan dua orang putri dari dua keluarga yang berpengaruh.


Tentu saja Armandt tidak akan lolos begitu saja dan akan diadakan sidang kode etik internal kampus untuk memutuskan nasib dekan itu ke depannya.


***


Dua Minggu Setelah Kasus Paris


Nabila sudah kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan tugasnya di Surabaya. Selama di kota pahlawan, dia juga memeriksa keadaan pasien yang dioperasi oleh dirinya dan Mike dimana Mike yang membiayai semuanya. Nabila bersyukur kondisi bapak itu membaik pasca operasi dan sudah diperbolehkan pulang.


Istri bapak itu terkejut ketika melihat adanya sejumlah uang yang diberikan Mike untuk merubah taraf hidup mereka. Nabila sendiri yang melihat rumah mereka yang tidak layak pakai, membantu mencarikan rumah sederhana namun layak huni.


Kedua pasutri itu mengucapkan banyak terimakasih pada Nabila atas semua bantuannya karena mereka bisa menikmati hasil tua tanpa kekurangan.


Ketika mengetahui jumlah yang diberikan Mike, Nabila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Untung orang yang kamu bantu bukan orang matre, bisa-bisanya kamu kasih mereka 1M di tabungan mereka.


Jawaban Mike malah membuat Nabila dongkol.


Beruntung mereka hanya video call, tidak ngobrol langsung karena bakalan Mike kena cubit Nabila.


"Mereka sudah tua Nab, biarkan mereka menikmati masa tuanya apalagi si bapak itu habis operasi berat. Apa salahnya membantu, toh uangku juga tidak habis tujuh turunan. Kalau mereka bisa memanage uang yang aku berikan dengan baik, berarti aku tidak salah memberikan bantuan karena mereka bisa menjalankan amanah. Tapi kalau memang kamu butuh duit, aku jual sajalah Lamborghini Aventador yang di rumah".


"Serius kamu jual itu Aventador kalau kamu butuh uang?" Nabila menyipitkan matanya.


"Iyalah, yang aku jual Aventador punya Dad karena nggak pernah dipakai jadi ngapain dianggurin?" Mike tertawa terbahak-bahak.


Nabila langsung memutarkan matanya malas.


Tentu saja bukan lambonya dia yang dijual. Haddeehhh, bener bener lucknut nih anak sama ayahnya.


Kini kembali bekerja di rumah sakit di Jakarta, nama Nabila menjadi buah bibir karena kasus tabrakan yang menimpa Bryan menjadi ramai. Ditambah jadwal sidang Bagas sudah keluar dan publik serta media online langsung ramai karena menyeret dua nama keluarga yang terkenal.


Gosip tentang penolakan cinta Bagas dari Nabila pun muncul di permukaan hingga banyak yang menyalahkan Nabila karena dianggap perempuan bodoh yang tidak mau menerima Bagas hingga pria itu berbuat nekad.


Nabila menjadi jengah atas semua pemberitaan tentang dirinya yang menjadi melantur kemana mana seolah-olah dirinya sumber masalah dari semua ini ( walaupun tidak salah juga karena Bagas yang terlalu obsesi ).


Rita yang membaca semua berita itu menjadi jengkel amat sangat.


"Yang bodoh si kutu kupret kenapa Nona Nabila yang disalahin?" omel Rita emosi.


"Biarin ajah Rit, namanya juga gosip, makin digosok makin sip!" ucap Nabila yang masih memeriksa daftar pasien hari ini. Menurut jadwal dari suster Nia, Nabila harus melakukan operasi nanti jam dua siang.


"Bryan sudah mulai fisioterapi dengan pengawasan dokter Howie, nona" Rita mengalihkan pembicaraan.


"Howie kan memang spesialis tulang jadi dia paham. Maka dari itu aku kirim si Bryan kesana agar lebih konsentrasi untuk penyembuhan. Kalau disini konsentrasi dia terbagi denganmu" kekeh Nabila.


"Iya sih" balas Rita sambil nyengir.


"Nah, itu tahu!"


Suara ketukan di pintu membuat Nabila dan Rita saling berpandangan karena ini belum waktunya jadwal dia memulai karena baru jam 7.45 sedangkan jam Nabila mulai praktek adalah jam delapan pagi.


"Masuk" Nabila mempersilahkan.


Pintu pun terbuka, dan kepala suster Nia tampak terlihat di balik pintu.


"Maaf dokter Nabila, ada yang ingin bertemu dengan anda."


"Siapa suster Nia?"


"Aku!"


Nabila terkesiap. Suara yang membuatnya marah waktu SMA kembali terdengar.


Suster Nia yang masih belum mau membuka pintu ruang praktek Nabila, didorong kasar oleh perempuan tua itu hingga suster manis itu hampir tersungkur beruntung dia masih bisa menahan badannya dengan berpegangan pinggir meja kerja miliknya.


Siti Prawiraatmadja berdiri dengan pongahnya di hadapan Nabila dan Rita yang langsung berdiri di belakang nona mudanya.


"Akhirnya bertemu juga denganmu, wanita mandul!"


Nabila menatap wajah tua Siti Prawiraatmadja dengan penuh kebencian.


***


Yuhuuu


Up dulu yaaaa


thanks for your support


like vote gift jangan lupa.


Tararengkyu ❤️🙂❤️