Just The Way You Are

Just The Way You Are
Calon Pengganggu



Arya merasa gelisah. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi namun dokter cantik itu tidak datang-datang juga. Sekretarisnya, Haris, sudah memberikan data tentang dokter Nabila secara lengkap.


"Namanya dokter Nabila Putri Pratomo, putri sulung keluarga Adrian Pratomo. Berusia 27 tahun, dokter ahli bedah lulusan Amerika Serikat. Tergabung dengan organisasi Doctors without Borders, pernah bekerja di Johannesburg Afrika Selatan dan Royal Infirmary di Edinburgh Skotlandia. Menurut kabar, dokter Nabila sempat terlibat kasus dengan Bagas Prawiraatmadja karena Bagas hampir membunuh pengawalanya dan kasusnya kini sedang berlangsung sidang kedua. Status pernikahan, dokter Nabila belum menikah namun sudah bertunangan dengan dokter Mike Cahill, seorang dokter bedah yang bekerja di Skotlandia."


Arya merasa sedikit lemas ketika mendengar gadis cantik itu sudah bertunangan.


Masih tunangan kan? Belum ada janur kuning melengkung jadi masih ada kesempatan lah!


Sekilas tentang Arya Wisama, dia adalah putra Vince Wisama seorang pemilik perusahaan WM multinasional entertainment company yang menerbitkan banyak artis di Indonesia dan luar negeri. Bidang pekerjaannya yang mengorbitkan banyak orang untuk menjadi baik penyanyi, aktor, model dan bintang iklan.


Di usianya yang ke 29 tahun, Arya belum menikah. Kesehariannya yang dikelilingi oleh banyak wanita cantik, membuatnya tidak kekurangan partner ONS. Hingga kemarin dia mengalami penusukan oleh seorang preman suruhan salah seorang artis yang tidak mampu bertahan di perusahaannya namun tidak mau dikeluarkan. Akibat penusukan itu, membuatnya tersadar bahwa sudah waktunya dia menghentikan kehidupan hedonisme nya. Dia sudah diberi peringatan oleh Tuhan dan sadar bahwa nyawanya jauh lebih berharga.


Haris dan pihak kepolisian pun sudah menangkap pelaku dan otaknya. Sekarang dalam proses penyelidikan dan Arya diwakilkan oleh pengacara dan sekretarisnya untuk proses itu.


Keputusan Arya untuk menghentikan kegiatan unfaedah nya juga dipicu ketika melihat Nabila yang datang memeriksanya kemarin. Gadis itu memliki kecantikan tersendiri yang membuat pria bisa menengok dua kali untuk melihatnya.


Masalah dia sudah bertunangan dengan pria lain, Arya tidak mempermasalahkan karena dia yakin bisa mendekati dan merebutnya dari tunangan yang dibilang oleh Haris.


***


Mike sedang menikmati makan malamnya bersama para petugas kesehatan termasuk dengan dokter Sam dan suster Yolanda. Mereka bertiga menikmati istirahat malam mereka sambil membahas berbagai macam hal termasuk kasusnya Bryan.


"Mike, aku salut dengan adik angkatmu, semangat untuk sembuhnya sangat tinggi bahkan Howie pun terkagum-kagum" ucap dokter Sam sambil menggigit ayam panggang nya.


"Karena dia punya misi dan tujuan yang amat sangat penting" sahut Mike langsung terbayang Rita yang menunggu Bryan di Indonesia.


"Pasti seorang wanita" celetuk suster Yolanda.


"Anda benar, sus" kekeh Mike.


"Apa benar dia berpacaran dengan pengawal gadismu Mike?" tanya Sam. "Kau tahu, aku kangen ma Nabila. Kalau ada dia, rumah sakit jadi ramai. Apalagi pada saat kalian berdebat setiap hari, kami jadi dapat hiburan live."


"Senang sekali kau melihat aku dan Nabila bertengkar setiap hari?" omel Mike sebal.


"Bukannya begitu dok? Saya saksinya lho melihat dokter Nabila ngomel-ngomel saban selesai berdebat dengan anda" kekeh suster Yolanda.


Ketiga orang itu duduk dengan posisi Mike diapit oleh Sam dan suster Yolanda.


"Dok Mike, anda harus waspada dengan dokter Carole. Kayaknya dia ada rasa ma anda dok! Jangan macam-macam pokoknya atau nanti aku laporan ma dok Nab!" ancam suster Yolanda sembari berbisik.


"Bener tuh Mike. Kamu kan beberapa malam ini tidak tidur di barak dengan kita, dan dia ribut mencari dirimu" timpal Sam.


"Kalian tidak bilang aku dimana tidurnya kan?" tanya Mike jengah dengan sikap dokter Carole.


"Aku bilang saja dokter tidur di bukit dengan kantong tidur" kekeh suster Yolanda.


Lokasi tempat bencana gempa bumi memang ada bukit yang dijuluki oleh para petugas penyelamat sebagai bukti Teletubbies karena mirip dengan rumah empat bersaudara Tinky Winky, Dipsy, Lala dan Po.


"Lalu?" tanya Mike penasaran. Ucapan suster Yolanda dan dirinya sama ke dokter Carole.


"Katanya dia mencari kesana tidak menemukan dirimu dok!" lapor suster Yolanda.


"Astaga!" Mike menepok jidatnya. "Apa sih maunya itu orang?!"


"Maunya dirimu Mike" ucap Sam sambil terkikik.


"Apa dia nggak lihat aku sudah pakai cincin tunangan?" Mike menunjukkan jari manis tangan kirinya. "Ada nama Nabila disini!"


"Kalau sudah nekad, mau gimana dok. Semua halangan diterjang!"


"Permisi."


Ketiga orang yang asyik bergosip itu menengok ke arah pintu barak yang memang posisi di belakang mereka.


Tampak dokter Carole mendatangi ketiganya.


"Boleh saya bergabung?" tanyanya sambil berusaha menyela diantara suster Yolanda dan Mike. Tentu saja suster Yolanda yang berbadan besar langsung menutup celah.


"Perasaan kami belum memberi ijin kenapa dokter mau main menyela duduk kami? Apa dokter tidak punya manner?" sindir suster Yolanda dengan raut wajah tidak suka, bahkan dengan santainya dia melingkarkan tangannya ke lengan Mike.


Mike yang melirik lengannya dipeluk sok posesif oleh suster Yolanda, hampir tertawa. Betapa suster Yolanda menyayangi Nabila sampai-sampai dia melindungi Mike dari para bibit pelakor. Sam yang melihat cara suster Yolanda, hanya menyembunyikan senyumannya di balik quilt yang dipakainya.


Dokter Carole pun mundur karena tidak bisa menyela posisi suster Yolanda, mencoba di sisi Sam yang melakukan hal sama.


"Kalian kenapa sih? Masa aku tidak boleh duduk diantara kalian?" gerutu Carole.


"Memang tidak boleh, karena tunangan dokter Mike menitipkan pria ini kepada kami" suster Yolanda sengaja menekankan kata 'Tunangan' kepada dokter Carole.


"Tu... tunangan?" tanya dokter Carole kaget. "Bukannya kamu tidak mau menikah Mike?"


"Kata siapa? Kamu tahu dari siapa? Apa kamu tidak melihat cincin ini?" cecar Mike sambil menunjukkan jari manisnya yang terlingkar cincin warna emas putih.


Carole mengeraskan wajahnya. "Kamu pasti bohong kan Mike?"


"Buat apa aku bohong dokter Carole? Aku sangat mencintai tunanganku jadi aku mohon padamu, berhenti mengejarku." Mike mengucapkan dengan nada tenang.


***


Nabila menggerutu sepanjang perjalanan. Jadwal visitenya menjadi berantakan gara-gara pihak administrasi ruangan asal memberikan jadwal. Tampaknya pada minta disantet berjamaah semua pihak disana. Jadwal operasi untuknya yang seharusnya siang jam dua, dimajukan menjadi jam delapan pagi.


Usai melakukan operasi, Nabila langsung protes ke kepala admistrasi dan meminta agar lebih teliti lagi. Bahkan kepala rumah sakit pun ikut turun tangan karena laporan dari banyak dokter yang mengeluhkan jadwal amburadul selama dua hari ini.


Sekarang Nabila harus visite siang bersama suster Nia yang hanya diam mendengarkan Omelan Nabila dengan bahasa yang tidak ia pahami. Ya, Nabila mengomel panjang lebar dengan bahasa Jepang karena tahu tidak ada yang mengerti.


"Berapa pasien lagi sus harus saya visite? Karena saya mau makan, lapar ini!" ucap Nabila dengan nada juteknya.


Suster Nia tersenyum geli melihat wajah cantik atasannya seperti hendak makan orang saking jengkelnya.


"Kurang tuan Arya dok" jawab suster Nia.


"Yuk, segera kesana habis itu aku mau makan!"


Arya yang sedang memainkan ponselnya, langsung sumringah melihat gadis yang dinantikannya datang.


"Selamat siang pak Arya. Saya cek dulu ya bekas operasinya" sapa Nabila sambil memakai sarung tangan medisnya.


"Kok siang dok visitenya? Biasanya pagi" tanya Arya sambil memandang kepala Nabila yang masih memeriksa bekas jahitan pria itu.


"Kok tahu saya biasanya visite pagi?" tanya Nabila tanpa memandang Arya karena sibuk memeriksa.


"Saya tadi bertanya pada suster yang membantu membersihkan badan saya" jawab Arya.


Nabila kembali berdiri dan melepaskan sarung tangannya lalu menatap Arya. "Kondisi jahitan di perut pasca operasi mulai mengering. Dan saya tadi ada operasi pagi pak Arya jadi saya baru visite siang."


Arya mengangguk seolah memaklumi.


"Apa ada pertanyaan pak Arya?"


"Setelah saya keluar dari rumah sakit, maukah anda makan malam dengan saya?" Arya menatap tajam Nabila.


Ini bukan kali pertama Nabila dirayu oleh pasiennya.


"Terimakasih atas undangannya pak Arya tapi maafkan saya menolaknya" senyum Nabila.


"Kenapa?" Arya penasaran dengan jawaban Nabila.


"Karena saya sudah bertunangan dan saya tidak mau tunangan saya salah paham. Kalau begitu, saya permisi."


Nabila dan suster Nia keluar dari kamar inap Arya.


Kita lihat sampai sejauh mana kamu bisa setia dengan tunanganmu, Nabila !


***


Yuhuuu.


Up pagi dulu.


Thank you for your support.


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️