
Semua terdiam mendengar perkataan Marni. Terlebih lagi sikembar Zora dan Zoya yang terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan Marni. Faaz yang mendengar itu langsung menatap ke arah Zora.
"Yang sebenar nya tentang Zora dan Zoya? Maksud nya gimana tan?" Tanya Faaz memecah rasa penasaran yang bersarang dalam benak nya.
"Ya! Selama ini mami tidak bisa mengizinkan kalian menikah semata-mata hanya karna aku tidak mau mengungkapkan kebenaran tentang mereka di masa lalu!" Jawab Marni dengan nada bicara yang sangat marah.
"Mam, maksut nya apa mam? Ada apa mam?" Kata Zora bertanya sambil mendekati Marni.
"Baiklah, mami rasa ini memang sudah waktu nya untuk kalian mengetahui yang sebenar nya tentang kalian" kata Marni sambil menatap Zora dan Zoya yang kini terlihat kebingungan.
"Karna ketika kalian akan menikah itu arti nya mami harus memberitahukan kalian berdua tentang rahasia yang mami dan papi coba kubur dalam-dalam selama ini, yaitu bahwa kalian bukanlah anak kandung mami dan papi" kata Mirna menangis histeris.
Bagai geluduk disiang bolong, apa yang dikatakan Mirna sepontan membuat Zora, Zoya dan Faaz terkejut bukan main hingga sulit mempercayai perkataan Mirna.
"Mam jangan bicara seperti itu, aku mohon mam! Aku tau kalau kali ini aku sudah berbuat satu kesalahan yang nggak bisa dimaafin! Untuk itu mami bole hukum aku saja! Tapi please mam jangan bilang kalau aku dan Zoya bukan anak mami dan papi! Itu terlalu kejam dan menyakitkan mam!" Kata Zora yang langsung bersimpuh di kaki Marni.
"Nggak Zora, ini bukan kata-kata dari rasa marah mami terhadap kamu, tapi memang inilah kenyataan yang sebenar nya tentang kamu dan Zoya nak" Marni berbicara sambil terisak-isak.
Cerita kisah di masa lalu.....
Dua puluh lima tahun yang lalu Marni dan suami sedang merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke 5tahun.
Marni meminta sang suami untuk membawa nya jalan-jalan mengunjungi tempat wisata yang ada di puncak. Maklum saja, meski sudah memasuki perayaan ulang tahun yang ke 5 tahun, Marni dan suami masih belum dikaruniai momongan.
Namun mereka sepakat untuk tidak menjadikan perihal momongan sebagai beban masalah dalam pernikahan mereka. Itulah sebab nya mereka selalu merayakan anniversary pernikahan mereka dengan berjalan-jalan berdua dengan tujuan untuk sekalian berbulan madu kembali, memupuk cinta kasih mereka.
Hari itu Marni bangun ketika waktu solat subuh untuk solat dan selesai solat Marni langsung bergegas membuat persiapan untuk perjalanan nya bersama sang suami liburan nanti.
Ketika Marni menurunkan koper nya dari atas lemari, sayup-sayup ia mendengar ada suara tangisan bayi. Merasa ia tak memiliki bayi di rumah nya dan singat Marni tidak ada tetangga terdekat yang baru melahirkan, Marnipun mengabaikan suara tangisan bayi itu.
Marni terus menyiapkan segala kebutuhan nya dan ia hendak ke dapur untuk mengisi air minum di botol minum milik nya yang akan di bawa nya dalam perjalanan.
Ketika Marni sedang mengisi air minum di dapur, lagi-lagi suara tangisan bayi itu terdengar oleh nya. Kali ini bahkan bukan hanya satu suara tangisan bayi yang terdengar, melainkan ada dua tangisan bayi yang saling bersautan.
Dan suara itu ternyata berasal dari teras depan rumah nya. Karena keadaan masih subuh dan gelap, Marni tidak berani untuk keluar rumah seorang diri, hingga akhir nya ia memutuskan untuk membangunkan suami nya terlebih sahulu.
Bersama dengan suami nya Marni keluar rumah untuk memeriksa sumber suara tangisan bayi itu. Betapa terkejut nya Marni dan suami ketika melihat sosok dua bayi kembar yang cantik jelita berada di ayunan besi yang ada dihalaman rumah mereka.
Suami Marni berlaria mengecek sekekeling rumah mereka, dan ia tidak melihat ada siapapun di sana. Tanpa berfikir lagi Marni dan suami langsung memutuskan untuk membawa bayi itu masuk ke dalam rumah.
Ketika matahari sudah terbit, Marni dan suami memutuskan untuk membatalkan rencana perjalanan liburan mereka.
Mereka melaporkan temuan bayi itu kepada geuchik dan juga polsek setempat. Hampir sebulan lama nya Marni dan suami menunggu proses pencarian orang tua kandung bayi kembar itu, namun hasil nya nihil.
Oleh karena itu Marni dan suami memutuskan untuk mengadopsi bayi kembar itu dan langsung pindah kota agar tidak ada yang mengetahui cerita asal usul bayi kembar itu.
Semua itu dilakukan agar luka dari rahasia pahit sikembar yang dibuang itu bisa terkubur dalam-dalam. Namun ternyata Marni dan suami nya lupa jika bayi itu akan terus bertumbuh dan akan menjadi dewasa seperti saat ini.
Mereka lupa bahwa anak,anak akan menemukan pasangan nya dan akan menikah suatu saat. Hal ini adalah pukulan besar untuk Marni yang begitu menyayangi si kembar layak nya kasi sayang ibu kandung kepada anak nya.
"Dan hari ini karena keinginan Zora untuk menikah, terpaksa mami harus membuka lagi cerita lama ini, dan mambuat kalian terluka dan sedih" kata Marni kepada Zora dan Zoya.
Zora terpuruk mendengar cerita Marni, tangis nya semakin menjadi-jadi saat itu. Faaz yang ikut mendengar semua cerita itupun ikut sedih dan terluka. Faaz memeluk erat Zora untuk membagi duka bersama nya.
Namun reaksi yang berbeda tampak pada Zoya. Zoya terlihat begitu tegar. Tak ada air mata yang menetes dari mata nya. Zoya masih tetap berdiri tegar menatapi Zora dan Mirna yang terus menangis.
"Ssssttt.... sudah Zora, kamu yang tenang sayang! Nanti kita cari tau bareng-bareng ya siapa orang tua kandung mu" kata Faaz mencoba untuk menenangkan Zora yang menagis dalam pelukan nya.
"Enggak! Nggak ada yang perlu mencari siapapun disini!" Kata Zoya dengan tegas.
"Zora, kita nggak perlu mencari siapapun atau apapun! Lu dan gue adalah anak nya mami dan papi titik, nggak ada yang perlu kita cari! Dan kalo lu masi nekat buat nyari, gue bersumpah akan pergi jauh dari lu dan mami, dan satu hal lagi gue pastiin lu sama mami nggak akan pernah bisa ngeliat gue hidup lagi!" Sambung Zoya dengan nada bicara yang sangat tegas.