
Kini memasuki waktu untuk sungkeman. Zora dan Faaz memulai terlebih dahulu. Faaz bersimpuh dikaki Nurma untuk memohon doa restu dari ibu mertuanya itu.
Setelah Fasz selesai barulah giliran Zora melanjutkan. Belum sempat mengucapkan sepatah katapun untuk memohon restu. Linangan air mata lebih dulu pecah tak terbendung begitu Zora duduk bersimpuh dihadapan Nurma ibunya.
Nurma langsung memeluk putri tercintanya. Tak henti-hentinya ia menciumi kening dan kedua pipi Zora. Perasaan berselimutkan rasa haru yang mendalam membuat ibu dan anak ini begitu terhanyut dalam rasa sedih bercampur bahagia dan syukur atas segala hal baik yang kini pada akhirnya bisa mereka rasakan bersama-sama.
Setelah selesai dengan Nurma, pasangan Zora dan Faaz melanjutkan dengan meminta doa restu kepada kedua orang tua Faaz. Ibu Faaz tampak ikut meneteskan air mata kebahagian saat Faaz san Zora bersimpuh menyentuh kedua kakinya untuk memohon doa restu kepadanya.
Kini giliran miminta restu ayah Faaz. Pemandangan yang berbeda terlihat saat Zora duduk bersimpuh dihadapan ayahnya Faaz. Ayah Faaz tak mau memberikan tangan nya untuk di cium oleh Zora. Faaz langsung memeberika tatapan mata yang tajam kepada ayahnya.
Tidak ingin ada keributan Zora langsung mengabaikan sikap ayah mertuanya itu dengan menyudahi sungkeman dirinya kepada ayah Faaz dan langsung berdiri agar pasangan Zoya dan Zaki bisa melanjutkan giliran mereka untuk sungkeman meminta doa restu.
Sekarang tibalah giliran Zoya dan Zaki yang neminya restu kepada orang tua mereka. Zaki duduk bersimpuh menyentuh kaki Nurma dan memohon agar diberikam doa restu yang terbaik untuk rumah tangganya bersama Zoya.
Saat Zoya duduk dan akan menyentuh kaki Nurma, dengan sigap Nurma langsung menangkap tangan putri nya itu dan langsung memeluk Zoya dengan erat. "Jadilah istri yang berbakti dan taat kepada suami mu. Jadilah menantu yang berbakti agar harum nama orang tua mu. Dan kelak jika kau dianugerahi anak, jadilah kau seorang ibu yang baik. Yang tidak seperti ku..... Hiksss.... Hikkssss...." tangis haru langsung pecah diantara keduanya.
Bahkan rasa haru diantara Nurma dan Zoya sampai juga dihati Zora. Zora langsung berjalan menghampiri Nurma dan Zoya. Zora ikut memeluk Nurma dengan perasaan yang campur aduk. Bahkan semua orang yang menyaksikan di sana ikut merasa haru melihat linangan air mata diantara ibu dan anak itu.
Kini giliran meminta restu kepada Karisma mama nya Zaki. Zaki dan Karisma terisak-isak. Ibu dan anak ini sama-sama merasa haru karena pada akhirnya Zaki bisa menemukan kabahagiaan nya dengan menikahi gadis pilihannya yang sangat ia cintai. Bahkan Karis begitu menyukai sosok Zoya hingga dirinya tidak menganggap Zoya sebagai menantu melainkan seorang putri.
Namun hal berbeda terlihat dari sorot mata Faro yang memandangi Zoya dengan tatapan mata yang terlihat tidak biasa. Zoya yang menyadari tatapan mata Faro yang terus menatapnya sedari tadi mulai merasa kurang nyaman.
"Ki, itu adik kamu kenapa ngeliatin aku terus ya? Apa ada yang aneh sama aku? Kok gitu banget sih dia ngeliat aku nya" Zoya berbisik-bisik kepada suaminya.
"Biarin aja! Mungkin baru kali ini dia melihat sosok bidadari di dunia nyata!" Zaki menjawab sambil menggoda istrinya itu.
*
Keluarga Faaz pun berpamitan kepada Nurma untuk pulang. "Baiklah bu, kami izin pulang dulu ya. Kami tunggu kehadiran kalian diacara syukuran sekaligus penyambutan menantu baru di rumah kami di akhir pekan nanti" tutur ibu Faaz kepada Nurma yang kini telah resmi menjadi besannya.
"Baiklah bu. Saya ucapkan terimakasih untuk segala kebaikan serta kerendahan hati ibu sekeluarga yang telah bersedia menerima putri saya yang banyak kekurangannya ini" Nurma menjawab sambil memeluk besannya itu.
Seiring dengan keluarga Faaz. Karisma dan Faro pun ikut berpamitan pulang. "Saya dan Faro pun seperti nya harus izin pulang dulu. Karena sudah hampir magrib dan kita semua butuh istirahat setelah seharian ini kita lelah bersama. Dan sampai jumpa lagi diacara penyambutan mantu dirumah saya nanti ya bu" kata Karisma dengan hangat kepada besannya itu.
Nurma memeluk hangat Karisma. "Hati-hati dijalan buk. Dan terimakasih karena sudah bersedia menerima putri ku selayaknya putri kandung ibu sendiri" balas Nurma dengan hangat kepada Karisma.
Seluruh rombongan keluarga dan kerabat undangan telah meninggalkan rumah Zora dan Zoya. "Kalian masuklah ke kamar dan istirahat. Semua ini sudah ada yang bertugas membereskan. Jadi kalian istirahat saja" kata Nurma kepada dua pasang pengantin baru itu.
Karena memang serangkaian acara hari ini meskipun sederhana namun tetap menguras tenaga. Zoya dan Zora berserta suami mereka masing-masing langsung menuju kamar untuk beristirahat sejenak sebelum waktu makan malam tiba.
*
Di rumah Faaz. Kembali terjadi perdebatan diantara ibu Faaz dan ayahnya. "Ya terserah kamu. Pokoknya aku nggak mau terlibat didalam acara penyambutan mantu mu itu nanti. Itukan mantu mu, pilihan mu, ya kamu saja dong yang sambut. Nggak perlu melibatkan aku" ternyata ayah Faaz masih saja tidak mau menerima Zoya karena menganggap Zoya tidak sebaik Dewi.
Sebenarnya ayah Faaz pernah berniat menjodohkan Faaz dengan anak salah seorang rekannya, gadis itu bernama Dewi. Namun Faaz yang terlalu mencintai Zora, langsung menolak mentah-mentah perjodohan itu tanpa memberikan kesempatan pada Dewi untuk mencoba mendekatkan dirinya kepada kepada nya.
Penolakan yang dilakukan Faaz membuat geram ayahnya. Gara-gara penolakan yang dilakukan Faaz, hubungan diantara ayahnya dan keluarga Dewi menjadi sedikit merenggang karena adanya perasaan merasa bersalah dari ayah Faaz karena tidak bisa memenuhi janjinya kepada ayah Dewi untuk saling menjodohkan anak mereka sebagai penguat hubungan diantara keduanya.
"Yasudah. Jika memang itu adalah keputusan bapak. Maka dengarkan keputusan ku ini. Jika bapak menolak untuk ikut serta dalam menyambut mantu dan besan nanti. Berarti sama saja bapak mau mempermalukan ku. Maka lebih baik aku pergi dari rumah ini" tegas ibu Faaz sambil melengos pergi meninggalkan suaminya yang terus bersikap keras kepala dan kekanakan itu.
Ayah Faaz terdiam dengan ancaman istrinya. Mata nya hingga tak berkedip. Seperti mimpi baginya istri yang selama ini selalu patuh kepada nya, hari ini berani membantah hingga mengancam dirinya dengan nada berbicara yang keras.
"Belum-belum menantu kesayangannya itu sudah memberi pengaruh yang buruk untuk sikapnya terhadap suaminya" ayah Faaz mengumpat seorang diri dengan perasaan yang termat sangat jengkel.