
'Padahal selama ini aku bersusah payah memintanya pulang ke rumah ini, tapi dia terus menolak. Lantas hari ini apa yang membuat nya bersedia begitu saja untuk pulang?' batin Karisma sembari berjalan menuju kamar tidurnya.
🍒
Keesokan hari nya. Zoya dan Zaki terbangun dalam keadaan saling peluk satu sama lain. Suara bising dari luar kamar mulai mengusik tidur nyenyak Zoya.
Zoya perlahan-lahan mulai membuka kelopak matanya. Dan pagi ini ada sebuah pemandangan berbeda yang menyambut penglihatan mata Zoya pertama kali.
Saat Zoya membuka matanya, ternyata Zaki telah lebih dulu bangun dan sudah memandangi Zoya yang masih tertidur pulas tadi. "Hmmmm..... Kamu udah bangun?" tanya Zoya dengan suara berbisik.
Zaki tersenyum manis kepada isterinya itu. "Kamu sudah bangun juga?" balas nya sambil membelai rambut yang menutupi wajah Zoya.
Zoya mengangguk. "Kamu udah bangun kok nggak bangunin aku?" tanya Zoya lagi.
"Buat apa?"
"Ya kan aku jadi cepat bangun nya kalau kamu bangunin" jawab Zoya lagi sambil menyentuh pipi Zaki dengan lembut.
"Nggak perlu lah kamu bangun nya cepat-cepat banget. Nggak ada yang perlu kamu urus juga kan?" sambung Zaki menjawab dengan santai.
Zoya tersenyum mendengar jawaban Zaki. "Terus sekarang, apa kita uda bisa bangun dan bersiap? Tuh diluar uda berisik banget. Jangan sampai nanti mereka ngamuk gara-gara nunggu kita kelamaan" kata Zoya lagi.
Zoya dan Zaki langsung bangun dan bergegas untuk siap-siap. Hari ini adalah acara penyambutan Zoya dan Zaki di rumah Zaki. Semua orang tengah sibuk untuk mempersiapkan segala nya. Zora dan keluarga nya pun akan datang bergabung untuk mengantarkan Zoya dan Zaki nanti.
🍒
Senyum semringah Karisma langsung tersunggi begitu melihat barisan rombongan yang menghantarjan anak menantu nya memasuki pekarangan rumah mewahnya.
"Akhirnya kalian sampai juga. Syukurlah!" Karisma langsung memeluk hangat Nurma besannya.
"Maaf kami sedikit terlambat. Tapi syukurlah kami sudah sampai saat ini" kata Nurma sambil menggenggam erat tangan besanya.
Ibu Faaz ikut memberikan pelukan hangat nya untuk Karisma. "Selamat ya bu. Semua nya terlihat begitu indah disini" kata ibu Faaz memuji keapikan tatanan decor yang terlihat begitu indah di rumah Karisma.
"Ya ampun ibu terlalu berlebihan memuji saya. Oh ya bapak mana bu?"
"Oh bapak kurang sehat. Jadi mohon maaf sekali dia tidak bisa ikut hadir meramaikan acara yang berbahagia ini" tutur ibu Faaz menjawab pertanyaan Karisma.
"Oh mungkin bapak kelelahan karena acara kita yang terus bertubi-tubi. Yasudah kalau begitu mari semua masuk. Silahkan nikmati segala hidangan sederhana kami dan selamat menikmati hiburan yang ada" kata Karisma kepada para tetamu yang hadir di sana.
Maklum saja. Ini adalah acara yang diadakan di rumah orang kayak. Segala yang tersaji berbalutkan dengan kemewahan. Mulai dari decorasi tempat hingga ke barisan makanan yang tersaji dengan berbagai macam jenis makanan dari berbagai macan daerah.
Tidak hanya sampai di situ. Bahkan Karisma menyediakan hiburan musik untuk menghibur menemani para tamu nya menyantap hidangan yang di sediakannya.
Sesuai planing awal. Acara berjalan dengan lancar. Acara makan bersama besan berlangsung dengan begitu hangat. Raut wajah semua orang yang hadir di sana terlihat begitu riang gembira dibalut dengan canda tawa bersama.
Hingga akhirnya acara mencapai akhir acara. Rombongan Nurma berpamitan untuk pulang dan meninggalkan Zoya dan Zaki di sana. Acara pun selesai. Karisma, Zaki dan Zoya pun memutuskan untuk berganti pakaian sembari beristirahat sejenak sebelum makan malam nanti.