Izora

Izora
episode 27. Restu



"sory mam, tadi ada hal penting yang mendesak jadi aku nggak bisa makan malam di rumah bersama mama" Zaki berbicara dengan manja kepada mama nya lalu berjalan menghampiri mama nya dan langsung memeluk erat mama nya.


seperti biasa sikap manja Zaki selalu bisa meluluhkan hati mama nya, terlebih lagi Zaki memang tidak pernah sekalipun mambuan mama nya merasa kecewa ataupun sedih.


"Maafin aku untuk malam ini, dan aku janji nggak akan ada lagi makan malam yang mama lewati sendiri tanpa aku" Zaki merayu hati mama nya sambil memeluk erat dirinya.


"Okey kali ini mama maafkan, tapi jangan diulangi" mama Zaki adalah tipe orang yang paling mementingkan momen dalam segala hal. Setiap hal yang dilalui mya bersama anak-anak nya bagi dirinya adalah sebuah momen yang nggak ternilai harga nya.


"Oke siap mam! Yauda kalau begitu Zaki naik dulu ya mam, capek banget soal hari ini" Zaki langsung berpamitan kepada mama nya untuk istirahat. "Eeiittz..... No! Mama mau berbicara sedikit sama kamu, ayo duduk sebentar sama mama" Zaki dibawa mama nya untuk duduk di sofa berwarna cokelat yang ada di ruang keluarga rumah mereka.


"Ada apa mam? Serius banget ni keliatannya?!" Zaki mulai penasaran melihat sikap serius yang ditunjukan mama nya. "Mama mau ketemu Zoya, besok malam bawa dia menemui mama kita makan malam bersama" mama Zaki membuat nya terkejut dengan perkataan nya.


"Besok mam? ada apa? Kok tiba-tiba?!" Zaki gugup menjawab. "Nggak ada yang tiba-tiba Ki, kamu dan Zoya sudah saling kenal dan selalu bersama sejak lama. Jadi mama rasa sudah saatnya kalian melanjutkan hubungan kalian ke jenjan pernikahan saja" mama Zaki berbicara tanpa basa basi seakan dirinya sudah mengetahui rencana Zaki yang ingin membicarakan perihal pernihakannya.


"Astaga mam! Aku nggak percaya dengan apa yang mama katakan?! Baru aja aku berencana akan membahas hal ini nanti sama mama, dan tanpa aku duga-duga mama luan yang bahas ini sama aku!" Zaki lansung memeluk erat mama nya sebagai luapan rasa bahagianya.


"Yasudah kamu istirahat sana sudah malam, besok kita pertemuan pentingkan?!"


"Hmmm... Oke...jadi apa yang harus mama lakukan untuk bertemu dengannya? Apa mama harus menyimpan segala perhiasan mama dan cukup menggunakan baju daster aja besok?"


"Ya enggak mam. Aku cuma nggak mau mama besok terkejut saat melihat segala keserhanaan yang ada pada Zoya. Aku harap mama akan tetap bisa menerima Zoya meskipun dia nggak berasal dari kalangan atas mam" Zaki tidak henti-henti menjelaskan secara detail tentang Zoya kepada mama nya.


"Zaki asal kamu tahu! Dalam perihal jodoh memilih pasangan hidup, bagi mama yang paling penting adalah tentang bagaimana cara dia bersikap kepada orang tua! Bukan tentang latar belakang ekonomi atau status keluarga nya! Mama nggak perlu itu karena mama sudah punya segala nya! Yang mama butuhkan hanya seorang menantu yang siap menjadi seorang putri di rumah ini dan mau menganggap mama seperti ibu nya sendiri" tutur mama nya kepada Zaki dengan lemah lembut.


Mendengar apa yang dikatakan mamanya membuat Zaki bisa tersenyum lebar. Zaki lega setidaknya dia sudah tahu, jika pertemua antara mama nya dan Zoya besok adalah sebuah langkah awal untuk mereka saling mengenal satu sama lain.


*


Di rumah Faaz, kini Faaz dan keluarga nya sedang berkumpul di ruang keluarga. Faaz menyampaikan segalanya kepada keuda orang tuanya dan jugak adik-adik nya tentang rencana pernikahan dirinya dan Zora.


"Apa nggak salah kalian sudah membahas perihal pernikahan sementara tanah kuburan alm.mami nya saja belumpun kering?" ayah Faaz terlihat keberatan dengan rencana pernikahan ini.