
Waktu makan malam pun tiba. Untuk pertama kalinya meja makan di rumah Karisma bertambah dua anggota baru setelah sekian lama.
Malam ini ada Zoya sang menantu baru dan si bungsu Faro yang pada akhirnya memenuhi keinginan Nurma dan Zaki untuk pulang dan tinggali bersama-sama di rumah itu.
Suasana makan malam hari itu begitu hangat. Bagaimana tidak. Percakapan antara Zoya dan Karisma terjadi seakan mereka adalah seorang ibu dan anak sungguhan.
Zoya dan Karisma memiliki selera fasion yang tidak jauh berbeda. Selera terhadap jenis makanan dan tempat-tempat liburab keduanya pun banyak kesamaan. Tak ayal Zoya dan Karisma sangat nyambung saat berbicara.
"Kalau begitu pekan ini kamu ikut mama. Kebetulan salah satu teman mama akan launcing resto barunya. Dan restonya menyajikan makanan-makanan pedesaan yang khas dengan berbagai macam lalapan dan sambal-sambalan nya" ujar Karisma dengan penuh semangat. Akhirnya Karisma dapat merasakan bagaimana nikmatnya memiliki seorang anak perempuan.
"Pekan ini? Jangan deh. Aku harus meninjau beberapa lokasi proyek pekan ini mam. Aku nggak tenang kalau kalian cewek-cewek hanya pergi berdua saja" kata Zaki dengan raut wajah yang langsung terlihat serius dan khawatir.
"Biar aku aja yang antar kalian" sahut Faro tiba-tiba menyela percakapan.
Mendengar penawaran diri dari Faro, Zaki langsung mengangguk setuju. " Kalau emang Faro bisa menemani kalian aku tenang" jawab Zaki.
"Oh enggak perlu. Mama sudah biasa nyetir sendiri kok selama ini. Atau jika memang perlu mama akan ajak supir kantor untuk mengantar kami" Nurma mengingat apa yang dilihatnya di kamar Faro dan langsung menolak tawaran Faro.
"No mam. Udah paling bener kalian pergi diantarin Faro. Biar aku tenang juga kerjanya kalau kalian pergi nya sama Faro bukan orang lain" Zaki tetap bersikukuh ingin Faro yang pergi bersama Zoya dan Karisma.
"Iya mam. Lagian kita akan lebi leluasakan kalau Faro yang nganterin mam" jawb Zoya yang tidak tahu penyebab Karisma menolak tawaran Faro dan ia ikut mendukung perkataan Zaki begitu saja.
"Aku tau betul. Ini pasti alibi Faro saja biar dia bisa berdekatan dengan Zoya terus. Aku nggak akan biarin anak ini ngambil kesemapatan dalam kesempitan. Aku pastikan dia akan selalu ada di dalam pengawan aku nanti" batin Karisma sambil memberikan tatapan mata sinisnya kepada Faro.
🍒
Dirumah Faaz.
"Beb. Senang ya akhirnya Zoya sama Zaki tu menikah juga. Aku fikir mereka akan kejebak friend zone seumur hidup!" ujar Zora sembari menarik selimut tebalnya dan menutupi seluruh sebagian tubuhnya.
"Hhhmmm... Iya. Itulah kenapa ada pepatah yang mengatakan 'Tak kenal maka tak sayang'. Lagian perihal jodoh memang Tuhan yang sudah atur. Jadi nggak akan tertukar atau pun diambil orang" jawab Faaz sambil memeluk hangat Zora.
"Hmm iya beb kamu bener. Seperti kita yang dulu ku fikir bahwa hubungan kita nggak akan berhasil. Perjuangan kita akan sia-sia. Tapi ternyata Tuhan itu baik banget ya?! Kita disatukan juga seperti sekarang" ujar Zora lagi sembari ngedusel ke tubuh suaminya yang kekar berbidang memang porsi tubuh untuk dipeluk.
"Ra...." kata Faaz lembut menyebut nama Zora.
"Yaaa?!..." Zora menjawab lirih.
"Gimana kalau besok kita coba cari-cari rumah sewa atau kita urus cicilan untuk apartemen. Kamu mau nggak?" kata Faaz perlahan sambil membelai rambut Zora.