Izora

Izora
episode 41. Malam pertama



Di rumah Karisma mengajak Faro untuk berbicara empat mata. Karisma memegangi tangan putra bungsunya itu dengan erat. Karisma menatap mata Faro dengan tatapan mata yang begitu dalam.


"Faro sayang. Cobalah untuk melupakan segala yang sudah terjadi di masa lalu nak. Bukan kesalahan mu atau kesalahan siapapun juga atad apa yang terjadi kepada mendiang papa nak.


Bahkan yang terjadi itupun bukan sesuatu yang mama atau siapapun kehendaki nak. Semua itu sudah menjadi rencana takdir Tuhan untuk kita. Dan sebagai manusia kita hanya menjalani setiap nafas di dalam kehidupan kita tanpa kita tahu seperti apa dan kemana takdir akan membawa kita di jalannya ini" tutur Karisma dengan lemah lembut penuh kasih sayang sembari tangannya terus menggenggami kedua tangan Faro dengan erat.


Faro hanya diam mendengar setiap perkataan Karisma. Faro membuang tatapan mata nya dari pandangan mata Karisma. Bukan marah atas perkataan Karisma. Namun Faro berusaha menyembunyikan gumpalan air hujan yanh sudah menumpuk di sudut mata nya dan siap tumpah kapan saja.


"Mama yakin jauh di dalam lubuk hati Faro. Faro masih Faro mama yang dulu, Faro mama yang penuh kasih sayang dan cinta untuk keluarga. Faro adalah anak kesayangan mama. Mama tau itu. Sudah semua ini nak. Pulanglah ke rumah ini. Tinggalah disini bersama mama dan abang nak. Kita akan merasa utuh jika bersama-sama lagi saling dukung dan saling jaga satu sama lain nak" Karisma tidak mampu menahan tangisnya lagi dihadapan si bontot kesayangannya yang sedikit keras kepala itu.


Faro tidak menjawab perkataan Karisma. Faro langsung memeluk tubuh mungil Karisma sambil sesekali mencium hangat kening Karisma yang semakin terisak tersedu-sedu tangisnya di dalam pelukan manja putra bontotnya itu.


"Ma, maafkan Faro. Kasih Faro waktu sedikit lagi untuk meyakinkan segala hal di dalam hidup Faro ma. Fafo tahu mama akan sering kesepian karena sekarang abang sudah memiliki kehidupan dan tanggung jawab nya sendiri. Dan untuk itu Fafo janji akan lebih sering datang kesini untuk menemani mama" jawab Faro yang menolak keinginan Karisma dengan penuh kehati-hatian agar Karisma tidak merasa tersinggung dengan penolakannya.


*


Di rumah Zora dan Zoya. Zoya yang kini sudah berada di kamar berdua dengan Zaki saja, barulah saat ini Zoya dan Zaki merasa canggung sendiri satu sama lain.


Zoya merasa kebingungan bahkan hanya untuk membuka lemari nya untuk mengambil baju ganti saja Zoya merasa kikkuk karena harus melintasi Zaki yang tengah duduk tepat dihadapan lemarinya.


Zaki terkejut mendengar perkataan Zoya. "Lemari yang mana Zoy?" tanya Zaki. Zoya langsung menunjuk perlahan kearah lemari yang berada tepat dihadapan Zaki yang tengah duduk di tepi tempat ridur dan langsung berhadapan dengan lemari pakaian berwarna putih yang memiliki enak pintu full dilapisi kaca.


"Oh lemari ini, ini lemari kamu sendiri atau lemari curian?" Zaki bertanya sambil menatapi Zoya dengan serius.


"Ha? Curian? Enak aja kamu. Itu lemari ku sendirilah!" tiba-tiba terdengar kembali lantang cara berbicara Zoya gara-gara perkataan Zaki barusan.


"Nah gitu dong. Ini baru gaya berbicara Zoya ku. Dan aku mau Zoya ku akan tetap menjadi seperti ini. Jangan ada yang berubah. Akupu akan tetap berusaha menjadi sahabat terbaik untuk kamu. Hanya saja beda nya jika dulu kita adalah sahabat yang saling membagi suka duka bersama. Tapi sekarang kita naik satu level dengan menjadi sahabat yang saling melengkapi, saling memili satu sama lain. Dan terakhir saat ini kita adalah sahabat satu atap yang berbagi kamar dan ranjang" tutur Zaki dengan hangat kepada Zoya isterinya tercinta.


Zoya dibuat terharu dengan sikap Zaki yang baru sekali ini dilihat nya. "Satu hal lagi. Kamu jangan takut. Aku tau keadaan diantara kita ini pasti membuat kamu canggung. Karena tibat-tiba dari sahabat kini kita menjadi suami istri. Untuk itu kamu pasti butuh waktu kan untuk menerima segala nya dan memulai untuk membiasakan diri. Jangan takut, tidak akan ada yang terjadi diantara kita dalam masalah ranjang. Aku tidak akan memaksa mu. Aku akan menunggu hingga kamu siap Zoy" jedeeeeeerrrr.......... Kata-kata Zaki ini mampu membuat Zoya terharu dan meneteskan air mata nya. Zoya langsung dibuat jatuh cinta pada hari pertama menjadi isteri.


"Makasig ya Ki. Makasih banget karena kamu udah mau ngertiin aku sejauh ini tanpa aku minta sama sekali. Aku beruntung menikahi kamu!" Zoya hanya bisa membalas kebaikan dan kasih sayang Zaki terhadapnya dengan ucapan terimakasih dan rasa syukurnya karena ia menikahi seorang pria seperti Zaki.


"Dan untuk malam ini aku akan tidur di bawah dan kamu di kasur. Nanti jika kita sudah berada di rumah ku. Aku akan tidur di sofa dan kamu di kasur ku" tutur Zaki lagi.


"Oh enggak Ki jangan! Kita bisa tidur diatas kasur yang sama. Aku percaya jika kamu bisa mejaga batasan mu terhadap aku" kata Zoya langsung.


"Baikla jika itu mau kamu Zoy. Makasih uda mau percaya sejauh itu kepada ku" kata Zaki sambil membelai kepala Zoya dengan hangat. Dan Zoya membalas dengan memberikan senyuman yang hangat untuk Zaki.