
...Sebelum mulai baca, silahkan beri dukungan dengan cara like, komentar, Favorit, dan beri hadiah untuk Grey dan Ivory ya......
...Terima kasih....
...Happy Reading......
...•...
Sepasang sepatu boots setinggi lutut milik Grey menapak pada tanah basah yang sudah rata. Aroma bunga yang ditabur masih sangat harum, pusara bertulis nama Ivory masih terawat dengan baik. Dan ya, Grey sendiri yang menjaga dan merawatnya. Perasaannya selalu terpukul hancur ketika melihat bagaimana enam tahun lalu memperlakukan wanita yang ia cintai itu dengan sangat tidak adil.
“Hai,” sapanya, menyematkan sebuah senyuman lembut dan suara hangat yang selalu ia berikan kepada Ivory sejak dulu. “Bagaimana hari ini? Apa kamu juga melihat Redd sedang belajar Xylophone? Dia keras kepala seperti dirimu. Dia juga tidak mau menurut pada dayangnya.”
Seperti itu. Grey selalu mengajak bicara pusara Ivory seolah benda tersebut adalah sang istri yang sedang duduk bersama dihadapannya, bercengkrama, dan juga mendengar apa saja yang ia katakan.
“Redd tumbuh semakin besar dan dia menjadi gadis cantik seperti dirimu. Ah, kita berhasil menciptakan makhluk terbaik didunia. Selain cantik, Redd juga pintar.” lanjutnya, sedikit berkelakar dan juga mencoba membuat suasana hatinya yang begitu miris sedikit terhibur.
“Istriku. Apa kamu tau? Aku akhir-akhir ini selalu meninggalkan Redd sendirian di istana. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku yang begitu...melelahkan. Aku tidak menyangka bisa bertahan selama ini. Pasti aku orang yang benar-benar tidak tau diri, bukan?”
Mendung mulai melukis diri di langit yang semula baik-baik saja. Grey mendongak, lantas tersenyum getir melihat kenyataan bahwa suasana disekelilingnya berubah sendu.
“Jangan ikut bersedih atas diriku. Aku baik-baik saja, dan tidak pantas di kasihani.” ucap Grey, seolah suasana langit adalah bentuk kesedihan Ivory untuknya, mengingat semua ketidak adilan yang ia berikan yang dibayar oleh Ivory dengan harga yang begitu mahal.
“Redd, akan aku masukkan ke sekolah asrama putri. Mungkin ini akan menjadi pilihan terburuk untuknya, tapi aku ingin dia benar-benar menjadi seorang putri yang bisa diandalkan Geogini nanti, setelah aku menua dan meninggalkan dunia ini. Redd akan menjadi pemimpin selanjutnya untuk Geogini, dan aku harap tidak akan ada perebutan tahta apapun saat dia sudah dewasa nanti.”
Mengingat Lilac memiliki seorang putra, dan mereka masih terikat hubungan keluarga meskipun tidak dekat. Tapi tidak menutup kemungkinan, Lilac akan merebut tahta Redd untuk putranya yang dianggap lebih pantas memimpin Geogini.
Benar. Grey bahkan tidak menyangka jika Lilac akan membencinya sebesar itu hingga raja memutuskan untuk memisahkan mereka beruda. Grey tetap di Geogini, sedangkan Lilac, besar di Denham, di kerajaan pamannya. Bagai menguras air laut yang nyatanya sia-sia, kebencian Lilac padanya tidak pernah habis, bahkan semakin dalam dan tidak berujung.
“Ayah dan ibuku, meninggal sesaat setelah aku lahir. Dan Lilac saat itu berusia sembilan tahun. Dia menganggap aku pembawa sial karena membuatnya harus berpisah dengan ayah dan ibu.”
Grey mulai mengenang masa lalunya yang kelam, ketika ibu dan ayahnya harus kehilangan nyawa karena sebuah persekongkolan jahat salah seorang saudara yang menginginkan tahta di Geogini. Dia menghabisi ayah Grey yang saat itu hendak dijadikan seorang raja setelah ibunya melahirkan Grey.
“Tapi, aku akan melakukan apapun yang terbaik untuk Redd.”
Grey sekali lagi meraih pusara Ivory, mengusapnya bersama kenangan yang masih membekas didalam ingatan. Ada rona merah yang muncul di kedua pipinya, ketika mengingat kebersamaan mereka dahulu.
“Istruku, Redd adalah masa depan Geogini. Dan...senang bertemu denganmu. Aku harap semua cerita yang kita torehkan selama ini, akan menjadi bukti jika kamu adalah wanita yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dalam hidupku. Dan juga, maafkan aku.”
Lututnya menyentuh tanah, bibirnya mengecup batu nisan marmer berwarna putih tulang dengan penuh perasaan.
“Aku mencintaimu. Selamanya.” []
...🍃🍃🍃...
Terima kasih telah mengikuti perjalanan Grey dan Ivory. Semoga cerita ini bisa menghibur dan menjadi sedikit inspirasi untuk Readers semua.
Salam sayang,
Vi's.