IVORY

IVORY
Pernikahan, penyematan mahkota, dan pemberkatan.



Istana sibuk hari ini. Pernikahan pangeran dan calon putri kerajaan Geogini akan segera digelar. Ruangan sudah dipenuhi oleh berbagai macam keperluan yang sudah disiapkan untuk melakukan prosesi 'ikat suci', sebuah tradisi penyatuan dua pribadi berbeda yang akan dilakukan dan dipimpin langsung oleh raja kepada anak/cucu bersama calon pengantinnya.


Diruangan tersebut, ada berbagai macam ornamen buatan dari daun kelapa yang dibentuk melengkung kemudian ditancapkan pada pelepah pisang, lalu dihiasi bunga-bunga mawar mekar aneka warna yang masih segar. Di bagian paling depan, ada dua kursi yang saling bersanding yang akan digunakan pangeran dan putri untuk memulai hubungan baru setelah mendapatkan restu dari sang raja. Tidak lupa, taburan kelopak bunga sepanjang jalan menuju tempat tersebut membuat nuansa terasa begitu indah.


Disudut ruangan—masih didalam lingkup yang sama, disediakan berbagai macam jenis hidangan mewah yang bisa di konsumsi oleh para tamu undangan, dan anggota keluarga. Acara pernikahan Grey dan Ivory memang sengaja dilakukan tertutup, gunanya untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Hanya kerabat dan tamu-tamu undangan penting yang bisa masuk untuk mengikuti prosesi pernikahan calon pasangan pangeran dan putri Geogini.


Pangeran Grey terlihat begitu tampan dengan setelan berwarna hitam. Atasan menyerupai mantel panjang selutut berbahan guanaco, berlengan panjang dengan kancing emas di bagian manset serta belahan depan, memiliki sebuah lambang kerajaan didada kanan, ada simbol tiga bintang yang terbuat dari emas murni masing-masing di bahu kanan dan kiri sebagai penanda kedudukan yang di sandang Grey, dipinggangnya melingkar ikat pinggang berwarna putih berukuran sedikit lebar yang terbuat dari kulit dan bergesper emas. Celana yang terbuat dari bahan sama yang terlihat pas di kaki panjang pangeran, serta sepasang sepatu boot kulit setinggi lutut menambah pesona kesempurnaan fisik Grey Yohansen Geogini tidak pernah bisa dibantah.


Sedangkan Ivory, kini sedang mengenakan gaun sutra lembut berwarna cream dengan leher persegi sedikit turun yang dikelilingi rimple brukat dan pita di bagian tengah, memiliki aksen kerutan antara dada hingga pinggang. Lengan gaun di design sedikit mengembung dan mengatup di bagian pertengahan lengan, lalu di hiasi brukat yang menggantung di bagian ujung. Gaun tersebut terlihat semakin indah dengan potongan bawah dibuat rimple A line menyentuh tanah, dan terdapat ekor gaun yang terbuat dari sutra Tulle sepanjang tujuh meter yang disulam dengan sematan Payet berkualitas super, dan beberapa batu giok berwarna coklat pada pangkal ekor yang tepat berada di pinggang Ivory.


Sedangkan untuk hiasan kepala, rambut coklat madu Ivory dibiarkan tergerai dengan dua sisi di ambil sebagai untuk dikepang. Kemudian disematkan jepitan rambut yang terbuat dari bunga segar yang harum. Tidak lupa sepatu yang melekat pada kaki indahnya. Sepasang kaki yang membawa Ivory hingga sejauh ini, membawa Ivory sampai pada titik dimana ia harus menyerahkan seluruh masa depannya kepada pangeran Geogini, Grey Yohansen Geogini. Ivory terlihat cantik berkali-kali lipat di hari penting dalam hidupnya.


“Bu, Ivo gugup.” ucap Ivory sembari menggenggam telapak tangan sang ibu. Keringat dingin mulai bermunculan di keningnya, dan Fucia dengan sigap mengusapnya.


“Tidak apa-apa. Ibu dan ayah mendampingimu.”


Ivory memeluk pinggang sang ibu dan meletakkan satu sisi wajahnya disana. Ingin sekali menangis, namun ia menahannya kuat-kuat. Fucia bilang, jangan menangis jika tidak ingin make-up diwajah nya berubah mengerikan.


“Semuanya baru akan dimulai.” ucap Rose mengusap Surai Ivory sembari menatap pantulan dirinya pada cermin besar dihadapannya.


...***...


Suasana riuh bincang dari para tamu berubah senyap, hanya terdengar alunan musik khas pernikahan yang dimainkan oleh grup musik kerajaan, turut serta mengiringi langkah Ivory dalam gandengan sang ayah ketika berjalan menghampiri Grey. Ekor gaun yang menyapu taburan kelopak mawar merah disepanjang jalan, menambah pesona Ivory semakin mendominasi. Grey bahkan tidak berniat untuk berkedip ketika melihat kecantikan Ivory yang terlihat seperti bidadari. Maniknya tidak mau berpaling sedikitpun dari gadis yang hari ini genap berusia dua puluh tahun itu. Ya, hari ini Ivory resmi berusia dua puluh tahun.


Suasana berubah haru ketika suara Ivory terdengar bergetar ketika sedang menerima ucapan restu dari raja Harllotte. Beberapa tamu undangan yang larut, ikut meneteskan air mata.


Hingga upacara selanjutnya dilakukan. Yakni penyematan mahkota untuk pasangan baru pangeran dan putri kerajaan Geogini.


Suasana begitu khidmat. Terlihat bagaimana semua orang yang berada dalam ruangan itu tidak pernah melepas perhatian mereka sedikitpun dari Pangeran Grey dan Putri Ivory. Pasangan yang katanya cocok karena mereka memiliki paras yang sama-sama rupawan dan tentu saja yang lebih menarik adalah kepribadian mereka yang berbeda dan bisa mengimbangi satu sama lain.


“Saya, raja Harllotte, pemimpin Geogini, dengan ini menyatakan kalian berdua adalah pasangan resmi yang akan menjadi panutan dan pemimpin Geogini setelah masa pemerintahan saya berakhir.” gema suara raja Harllotte memenuhi setiap sisi bangunan tertutup dan disaksikan ratusan pasang mata. Kemudian raja Harllotte memakaikan mahkota berukir emas dan berlian meliuk membentuk simbol kerajaan kepada Pangeran Grey. Setelah itu, memakaikan mahkota berwarna putih yang dipenuhi berlian diatas kepala Ivory. “Kalian adalah penerus, dan keturunan kalian adalah penerus selanjutnya untuk jejak kalian.”


Diam-diam, rona diwajah Ivory tercipta. Ada sedikit rasa bangga ketika membayangkan bagaimana nanti anak-anak yang ia lahirkan akan mewarisi darah Geogini, dan bahkan menjadi penerus kerajaan terbesar dan terkuat ini. Sedangkan Grey, dia hanya bisa mengamati tingkah Ivory dari ekor matanya. Selain tidak sabar untuk kembali memandang wajah cantik Ivory, Grey juga ingin memarahi Ivory karena kembali memasang wajah konyol dihadapannya.


“Semoga kalian menjadi pasangan yang bahagia, saling mencintai, mengasihi, dan setia sampai ajal menjemput.”


Prosesi acara dijeda dengan mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan, atau diberi kebebasan untuk memberi selamat kepada pasangan pengantin baru yang saat ini sedang berbahagia diatas kursi kebesaran mereka.


Bukan hanya itu, Ivory dan Grey diminta mempersiapkan diri untuk mengikuti prosesi sakral selanjutnya, setelah para tamu pulang nanti. Yakni meminum ramuan khusus yang sudah dipersiapkan disebuah ruangan dan hanya akan disaksikan oleh raja Harllotte dan kedua orang tua Ivory, serta beberapa dayang pemandu.


Grey mendekat dan menendang lengan Ivory dengan lengannya, kemudian berbisik. “Bersiaplah untuk menjadi milikku malam ini, Ivory Stagen Geogini.” []


Bersambung.