
Hari demi hari telah berganti. Detik demi detik terus berjalan hingga berubah menjadi jam. Waktu berlalu begitu cepat. Semua orang melalui hari-hari mereka dengan penuh suka cita. Terutama anak di SMA favorit itu. Mereka tengah mempersiapkan diri untuk menghadiri sebuah pesta ulang tahun yang di gelar di sebuah hotel berbintang di kota itu.
Benar sekali, setiap orang yang menghadiri pesta itu harus berpenampilan modis yang menarik. Tidak mungkin kan, mereka menghadiri pesta dari kekasih pemilik sekolah favorit itu dengan pakaian yang biasa-biasa saja. Hello?? mau taruh di mana muka mereka???
Seperti teman-temannya yang lain. Icha juga sudah mempersiapkan sebuah gaun pesta yang ia beli dengan uang tabungannya. Sebenarnya, dia menyayangkan uangnya karena harganya terbilang cukup mahal. Lima ratus ribu. Itulah harga yang harus ia bayar untuk satu buah gaun. Sebenarnya, itu gaun bekas milik pelanggan laundry ibunya yang sudah tidak dipakai lagi.
Tidak apa kan kalau bekas? emang kalau di pesta ada pertanyaan, gaun yang kamu pakai itu bekas atau baru? tidak kan?? Ya udah gak papa. Itu juga gaunnya masih terbilang baru kog . Karena baru dipakai dua kali. Yha biasalah, orang kaya, kalau sudah bosan, buang lalu beli lagi.
Berbalik dengan Icha dan temannya yang lain, Grafa menjalani hari-harinya cukup buruk setelah perginya Indah. Tiada hari yang ia lalui dengan happy. Di setiap paginya, ketika berangkat sekolah pun tidak ada rasa semangat sekali. Yang biasanya sepulang sekolah ia latihan futsal atau sibuk dengan jabatan barunya sebagai ketua OSIS. Kini ia langsung ke rumah pohon, tempat di mana ia menenangkan diri ketika merasa stres dan lelah.
Oh yha, bicara soal OSIS. Sebenarnya, kurang lebih dua minggu yang lalu adalah pengumumannya. Dan yang terpilih menjadi ketuanya adalah Grafa, wakil ketuanya Wahyu, sekretarisnya Icha, dan bendaharanya Indah. Hmm M
meski sudah beredar kabar Indah pindah ke luar negeri tetap saja dia menjadi primadona di sekolah dan pihak sekolah juga belum bisa mengeluarkannya karena prestasi yang ditorehnya selama di SMA favorit itu. Ditambah juga pihak sekolah belum menerima surat pindahan yang diajukan oleh pihak keluarga yang bersangkutan.
*Flashback on*
"Assalamu'alaikum. Selamat pagi siswa siswi SMA xxxxx." ucap lantang Pak Hakim ketika pada sesi mengisi sambutan di upacara bendera.
"Wa'alaikumussalam. Pagi pak." jawab serempak semua murid dari kelas 10 sampai 12.
"Tidak perlu basa basi. Di sini saya akan mengumumkan yang mungkin sebagian besar dari kalian semuanya sudah ada yang mendengar." sambil menoleh satu persatu barisan murid yang mengikuti upacara.
"Yha, saya akan mengumumkan jabatan baru organisasi OSIS di sekolah kita. Untuk itu, saya persilahkan untuk 3 anggota baru yang sudah terpilih untuk maju ke depan, di samping saya."
Tiga orang yang merasa terpanggil pun akhirnya maju satu persatu dari barisan paling kiri bagian para guru.
"Baik anak-anak, inilah para anggota baru OSIS di sekolah kita. Pertama saya kenalkan Grafanda Kevin Abraham sebagai ketua OSIS." tepukan gemuruh langsung memenuhi lapangan upacara. Bagaimana tidak, visual Grafa yang sangat tampan itu dapat mencuri seluruh perhatian semua orang.
"Di sebelahnya ada Wahyu Ahmad Dirgantara, sebagai wakil ketua OSIS. Di sebelahnya lagi, ada Fanisya Oktaviani sebagai sekretaris." tepat setelah Pak Hakim menyebut nama Icha, Grafa langsung menoleh kearah samping kirinya.
Gue tidak akan membiarkan hubungan kalian hancur hanya karena salah satu orangtua kalian ada yang tidak suka. Gue akan melakukan segala cara agar kalian tetap bersama. Itu janji gue. Tekad Grafa dalam hati.
Paham akan samping kanannya tengah memperhatikannya, Icha pura-pura bodo amat. Itu ngapain sih anak lihatin gue kaya gitu. Jadi takut.
"Dan yang terakhir." sebelum melanjutkan ucapannya, Pak Hakim menjedanya sebentar.
"Indah Sofiana sebagai bendahara."
Seketika seluruh murid yang tadi heboh langsung diam seribu bahasa. Menatap heran dan melongo yha karena berita sudah menyebar kalau Indah sudah ke Luar negeri, tapi mengapa masih diikutsertakan?? kan kaya tidak adil.
Tidak hanya semua murid yang langsung kebingungan, tapi juga Grafa, Icha, dan Wahyu. Mereka sontak menampilkan wajah terkejutnya.
Indah? apa dia akan kembali? seutas senyum tipisnya langsung terbit diwajahnya.
Sepertinya dia sangat mencintainya. Buktinya, walau sudah pergi tanpa alasan, tapi dia sangat senang saat mendengar namanya saja. Mungkin dia berpikir kalau dia akan kembali.
Ah tempat itu sungguh bagus.
Eh, ketika mengingat tempat itu, seketika pikiran Grafa langsung tertuju pada janjinya sendiri, untuk mempersatukan abangnya dengan temannya itu.
Bangkit dari lamunannya, ia langsung bergegas cepat pulang. Hari juga sudah mulai gelap.
Berjalan menuju tempat motornya terparkir tadi dan gassss pollll.
Memecah keheningan malam yang sebentar lagi terjadi dan menerobos dinginnya angin malam untuk segera sampai ke rumah. Di tengah perjalanan, saat ia memikirkan suatu rencana untuk kebaikan abangnya, tingkah manis nan manja Indah seketika terlintas dibenaknya.
Ya Allah, cobaan apa lagi ini. Sudah hampir tiga minggu tidak ada kabar tentangnya. Apa dia di sana baik-baik saja?? Apa dia bahagia di sana?
Indah sayang, kumohon dengan segala kerendahan hati, tolong pulanglah.
Tes.
Satu air mata langsung terjatuh membasahi pipinya.
Yah, air mata pertama yang ia jatuhkan hanya untuk menangisi seorang wanita selain ibunya.
Diusap kedua pipinya yang basah saat sudah di depan pintu rumah.
Huffft. Menghembuskan nafasnya kasar.
Lalu membuka pintu.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam." jawab Bu Reni yang turun dari tangga.
"Eh, anak mamah, sudah pulang." basa basinya ketika menyambut kedatangan Grafa.
"Abang belum pulang mah?" tanyanya saat selesai mencium tangan mamahnya.
"Belum. Katanya sih belajar kelompok sama teman-temannya." jawabnya berlalu meninggalkan Grafa yang masih pada posisinya.
"Oh."
"Nak." panggil Bu Reni pada Grafa yang mau melangkah.
Deg.
Bersambung,