I'M Okey

I'M Okey
Bertemu calon mertua



"Kamu yakin?" tanya Rio memastikan, pasal Icha yang melihat mamahnya bersama Sukma waktu di mall tadi.


"Iyha kak. Aku yakin banget, kalau itu Tante Reni, mamahnya kak Rio." jawab Icha pasti seraya mengaduk-aduk minumannya.


Yups,,, di cafe dalam mall inilah mereka berada. Cafe Tentang Kita.


Rio mengajak Icha untuk makan malam dahulu sebelum pulang. Ditambah lagi, ada hal penting yang Icha ingin katakan, yha itu, soal ia meyakini bahwa orang yang bersama Sukma waktu tadi di mall adalah mamahnya Rio. Tapi Rio yha nggak percaya begitu aja dong, kan karena mamahnya bilang, kalau beliau sekarang ini masih dibandara, menunggu pesawat. Yha mungkin akan tiba di Indonesia besok siang paling lambat, jadi yha tidak mungkin lah, kalau itu mamahnya.


"Hemmm, ya udah deh, coba aku telvon dulu yha, yank." ucapnya yang langsung diangguki oleh Icha.


Mengambil ponselnya lali memanggil kontak dengan nama Mama😊,


Satu detik, dua detik, hingga detik ke 10 panggilannya masih berstatus memanggil.


Coba lagi, dua kali, tiga kali, hingga ia menaruh lagi ponselnya di atas meja.


"Nggak diangkat yank. Pasti masih di dalam pesawat." menatap manik yang sedari tadi memang menatapnya.


Menghembuskan nafasnya, lalu menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi.


"Hemm yha deh kak, mungkin aku salah lihat kali." ucapnya putus asa.


Rio yang melihatnya pun langsung meraih tangan Icha, "Iyha, nggak papa. Kalau misal iyha, nanti aku coba tanya ke mamah langsung aja." katanya yang diakhiri dengan sebuah senyuman yang begitu manis. Ah, itulah yang membuat Icha merasa nyaman dan merasa senang kembali jikalau didekat Rio.


Mengulum senyum, "Iyha kak."


"Habisin."


Anggukan kepala sebagai jawabannya.


********


"Kak, mau kesana." tunjuknya pada sebuah ruangan studio foto.


Menyipitkan mata, "Ngapain?"


"Yha, fotolah kak."


"Kan bisa pakai kamera yank."


Mencebikkan bibirnya, "Tapi kan beda kak, buat kenangan."


"Ih," mencubit kedua pipi Icha.


"Gemas banget sihh pacarnya kakak." tambahnya.


"Ih, kakak mah, hobi banget cubit pipi aku." rajuknya yang tentu malah menambah kesan gemas Rio terhadap Icha.


"Habisnya, kamu ngegemesinn yankk. Utututu. Merajuk pacarnya kakak." godanya sekali lagi.


"Kakak...!!" jeritnya tatkala Rio berhasil mencium pipi kiri Icha dan langsung melenggang pergi meninggalkan Icha yang masih mendumelkan dirinya.


"Hhhh." Rio malah tertawa renyah.


"Udah, ayo masuk."


Di sisi lain,


"Kamu yakin? Nggak mau Tante antar pulang?" tanya Tante Reni saat berada di parkiran mall itu.


"Iyha Tante. Sukma bisa pulang sendiri kog. Lagian tadi Sukma sudah pesan taksi online, mungkin sudah diperjalanan."


Memegang tangan Tante Reni yang dibahunya seraya tersenyum.


"Lain kali deh, Tante pasti bakal jemput dan antar kamu."


"Iyha Tante."


"Ya udah kalau gitu, Tante pulang dulu yha cantik." ucapnya seraya mencium kedua pipi Sukma atau biasa yang disebut dengan cipika cipiki.


"Hati-hati di jalan yha cantik."


"Iyha Tante."


Setelah itu, Tante Reni pun masuk ke dalam mobil dan segera menyuruh sopirnya untuk melajukan mobilnya.


Tin.


"Dadah." yang langsung dibalas Sukma dengan lambaian tangan.


"Dadah Tante.


Setelah mobil Tante Reni meninggalkan parkiran, pikiran Sukma kembali lagi pada Icha. Apakah ia sanggup mengkhianati sahabatnya itu? Kalau iyha, lalu apakah ia akan sanggup jikalau nanti cintanya tak terbalaskan? Tapi Tante Reni begitu menginginkannya. Ah, bingung rasanya.


"Sekali lagi kak." manjanya Icha kumat.


"Udah yank, udah cukup. Itu fotonya udah banyak juga."


"Yah, tapi kan belum ada gaya yang gini kak." ucapnya seraya mempraktikkan gaya yang sedang viral saat ini, yaitu gaya jempolnya mbak Anya Geraldine.


"Yah buat apa yank, kan tadi udah ada."


"Tapi akunya jelek."


"Kan bisa diedit jadi bagus yank."


"Tetep jelek, nggak natural kakak." bantah Icha yang semakin membuat Rio bingung.


Padahal mereka tadi sudah bergaya jempol tapi cuma emang jelek, soalnya Ichanya candid.


"Ya udah sekali lagi ya. Habis ini kan masih banyak permainan yang belum dicoba." ucapnya mengalah.


"Yeee, makasih kakak." refleks memeluk Rio dan saking girangnya, ia lupa kalau berada di studio itu tidak boleh berisik. Alhasil, ia langsung menutup mulutnya dan melepaskan pelukannya.


"Hhhe maaf kak, refleks tadi." biasa kalau berbuat salah pasti nyengir. Wkwk


Nah, yang dikata Icha cuma sekali foto aja, ini malah mereka berfoto berkali-kali. Gonta ganti gaya, hingga mau tak mau Rio mengalah lagi.


Senang, bahagia, sedih, ah pokoknya semua ada.


Tapi sekarang bukan waktunya untuk bersedih.


Setelah puas dan merasa senang berfoto ria, mereka berdua melanjutkan bermain berbagai game yang berada di mall itu.


Ah seru sekali sepertinya :v


Bersambung,


Mohon maaf yha, jika updatenya lama,,😌🙏