
Gue kangen, Cha. Miris Sukma dalam hati.
Pengen cerita, tapi gue takut. Gue harus gimana, Cha??
Tanpa ia sadari, bulir putih itu tiba-tiba langsung jatuh ke pipinya.
"Ma?" panggil Icha saat tetiba Sukma mengeluarkan air mata.
"Ouh, yha Cha?" sadar dari lamunannya, ia segera mengusap air matanya.
"Kamu nangis?"
"Ha?? oh nggak kog Cha, ini. Em, mungkin kelilipan aja. Hhe." ada rasa bersalah dalam hati Sukma. Bagaimana mungkin ia bisa setega itu, untuk menghancurkan salah satu kebahagiaannya. Entahlah seperti apa besok, yang terpenting ia menjalani dulu saja takdir yang ada.
"Kelilipan? kog aneh?" tanya Icha refleks yang polos.
"Kan nggak ada debu." tambahnya yang semakin membuat Sukma kebingungan untuk menjawabnya.
"Oh, em, itu ..."
Oh selamat. Mungkin hati Sukma merasa senang, karena ada panggilan telepon masuk. Yang bisa menyelamatkan yang empunya dari pertanyaan Icha.
"Ouh telepon." ucapnya tersenyum kaku seraya mengambil ponsel dari tas miliknya.
"Gue angkat dulu yha, Cha." izinnya.
"Iyha."
Lalu Sukma langsung sedikit menjauh dari Icha.
"Tante Reni?"
Yha, panggilan telepon yang masuk itu Tante Reni atau Renyana Abraham, mamahnya Rio dan Graffa.
"Iyha halo." setelah mengangkat dan menjawab, teleponnya malah diputus sepihak.
"Ha?" melihat ponselnya.
"Kog malah mati?" mengernyit keheranan.
"Sayang....." seru seorang wanita paruh baya yang berpakaian glamor nan modis.
Deg.
Icha yang tadi sedang melihat lihat tas, langsung dikejutkan dengan suara seseorang yang ia kenali.
"Tante Reni?" ucapnya lirih penuh kejut.
Dengan segera, ia membalikkan badan untuk melihat orang itu, tapi sayang, ia membelakangi dirinya. Memang, ia seperti orang yang ia kenali sedang berbicara dengan Sukma. Tapi tidak mungkin kan? Karena kata Rio kan ia baru tiba nanti sore.
Tapi apa beliau mengenali Sukma? Tapi sejak kapan?? bukankah beliau selalu sibuk mengurus pekerjaannya di luar negeri bersama suaminya? Tapi kok??
Eh???
"Tante?" Sukma juga tak kalah kaget dengan kehadiran seseorang yang selalu memenuhi pikirannya selama ini.
"Iyha sayang, ini tante." ucapnya santai yang tersenyum penuh kebahagiaan.
Tanpa ba bi bu be bo, Sukma langsung menoleh kearah belakangnya, dan yha benar, Icha melihatnya.
Terkejut, gelagapan, dan panik mungkin yang ia rasakan. Tapi beda halnya dengan Tante Reni yang malah tanpa segan langsung memeluk Sukma dengan penuh kebahagiaan. Cipika-cipiki tanpa tahu bahwa orang yang dibelakangnya melihat semua.
Diam mematung itulah yang dilakukan Sukma untuk saat ini. Ia bingung harus bagaimana untuk bersikap, Icha pasti sudah tahu kalau orang yang sedang memeluknya ini adalah ibunda dari pacarnya, Rio.
"Haduh sayang, Tante kangen banget sama kamu." ucapnya antusias setelah melepaskan pelukannya.
Sekali lagi menoleh ke belakang, masih sama, Icha masih melihatnya. Tapi kini dengan ekspresi yang mungkin bingung dan bertanya-tanya.
"Lihat apa sih sayang? Hem?" mencoba mengikuti arah pandang Sukma, tapi sebelum benar-benar menolehkan kepalanya, sudah ditahan dulu oleh Sukma.
"Eh, nggak papa kog Tante. Hhhhe." ucapnya kikuk.
"Ha? tapi kog lihat ke belakang terus?"
"Oh, em, nggak kog Tante. Itu, Sukma kaya lihat teman Sukma, tapi pas Sukma lihat lagi ternyata bukan. Hhe." ujarnya bohong.
"Owalah, kirain lihat apa itu."
"Hhe. Nggak Tan," tersenyum kikuk.
Untuk memastikan kembali, Sukma menoleh kebelakang lagi, dan yha, yang membuat ia terkejut adalah Icha malah maju mendekat kearahnya.
Membulatkan matanya,
mampus gue.
Menoleh kedepan lagi. Menelan salivanya.
"Hem Tante, aku udah puas lihat-lihat di sini. Em, gimana kalau kita coba lihat-lihat di atas saja Tante? Soalnya kata papah ada diskon besar-besaran disana. Hhe."
"Aduh sayang, kog cari diskon sih? Tante ke sini kan mau ketemu sama kamu saja. Ingin membicarakan tentang hubungan kamu dan ..... "
Eh?
Belum selesai dengan ucapannya, Tante Reni sudah ditarik dulu oleh Sukma untuk segera menjauh dari Icha.
Setelah dirasa cukup jauh dari Icha, Sukma pun langsung melepaskan cekelan tangannya dari Tante Reni
"Emm maaf Tante. Maaf banget, bukannya Sukma lancang, tapi tadi itu ada teman Sukma yang ingin nagih janji." ucapnya bohong
"Janji?" mengerutkan dahinya.
"Iyha Tante." sargasnya.
"Jadi gini, Sukma itu aslinya sudah janjian sama teman Sukma yang tadi cari Sukma, tapi karena Sukma malas ketemu sama dia yha jadi, dia aku tinggalin Tan, gitu. Hhhe."
Hemmm pandai banget sih kamu Sukma mencari alasan🙄. Hheemm.
Sial. Mungkin ungkapan yang pas untuk Icha yang sudah kehilangan jejak Sukma dan seseorang yang ia yakini itu adalah Tante Reni, mamahnya Rio.
"Ah, maaf-maaf mbak, maaf nggak sengaja." hadeh Cha, nabrak orang mungkin sekarang jadi hobimu yha 😂. Kayak enak banget gitu. wkwkwk.
Oke lanjut,
"Hati-hati dong mbak kalau jalan. Pakai mata biar nggak nabrak orang." gerutu orang itu lalu pergi.
"Ih, iyha-iyha mbak. Maaf, maaf banget."
"Hufttt."
"Haduh, kemana coba perginya Sukma sama orang itu." kesal Icha yang mencoba berfikir kemana perginya Sukma.
"Aku yakin, kalau orang yang bersama dia itu Tante Reni." ucapnya dengan ekspresi kesal. Menggelembungkan kedua pipinya lalu menghempaskannya lagi. Sungguh siall.
Bersambung,
Jan lupa jempolnya yha bestiienya akuhhh🥰🤗