I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Misi Selesai



Suasana di dalam ruangan menjadi semakin memadat. Mereka memutuskan untuk terus mencari di tempat itu sementara waktu. Jika memang hasilnya nihil, maka terpaksa mereka harus memulai dari awal tanpa informasi apapun sebagai bekal.


“Semoga tidak ada ruang bawah tanah lagi selain ini.” Harwich terus menggumamkan harapan yang menjadi salah satu kunci dari keberhasilan misinya.


Agen yang lain juga masih menjadi ke setiap sudut ruangan yang begitu luas diseertai dengan keputusasaan yang semakin menumpuk. Namun mereka tidak bisa menyerah. Tertangkap atau gagal menjalankan misi, apapun itu akan tetap sama. Pada akhirnya mereka akan merasakan neraka untuk yang kesekian kalinya.


Ketika Harwich sedang menggeledah berbagai tumpukan barang, dia menemukan sebuah tuas yang tersembunyi diantara tumpukan kantong sampah. Gadis itu tidak langsung menarik tuas, bisa saja tuas itu justru adalah alat untuk mengaktifkan alarm atau semacamnya.


“Tapi apakah ada orang yang menggunakan tuas untuk menyalakan alarm?” Gadis itu berpikir sejenak, menimbang pilihan antara menarik tuas atau tidak.


“Yah, tidak ada waktu lagi. Kami sudah berada di ruangan ini cukup lama. Pasti beberapa lantai di tempat ini sudah mengirim sinyal. Aku yakin tidak lama lagi akan ada agen yang memeriksa ke sini.” Harwich menghela napas berat. Akhirnya dia memutuskan untuk menarik tuas itu. Tidak lama kemudian pijakan mereka sedikit bergetar. Semua pasang mata mencari asal penyebab dari getaran itu.


Harwich menjadi yang sangat terkejut dengan itu. Memang sebuah keberuntungan bahwa tuas itu bukanlah bertujuan untuk menyalakan sesuatu yang bisa membahayakan keberadaan mereka,, namun gadis itu tidak menyangka kalau pijakan alias lantai di ruangan ini akan mengalami getaran.


“Apa yang sedang anda lakukan?” Helwer bertanya dengan heran, lalu berjalan menghampiri Harwich yang berada di pojok ruangan. Agen lain hanya saling bertukar pandang dari kejauhan.


Belum sampai Helwer mendekati Harwich, mendadak lantai yang berada tidak jauh dari ranjang terbuka seperti lubang, menunjukkan sebuah tangga yang menuju ke tempat lebih dalam. Seketika itu pula mereka langsung saling memandang dan mengangguk.


“Berharaplah benda itu akan kita temukan di bawah sana.” Helwer berjalan mendekati bibir lubang itu, melihat tangga yang semakin ditelan oleh kegelapan.


Helwer menjadi yang pertama menuruni tangga dan disusul oleh agen yang lain. Harwich lebih memilih untuk masuk paling akhir. Mereka kembali menyalakan senter dari jam tangan, menerangi jalan agar tidak salah menapakkan kaki.


Tangga yang mereka lewati tidak cukup panjang seperti sebelumnya. Tidak sampai satu menit mereka menuruni tangga sudah terlihat dasarnya. Ruangan di akhir tangga tidak begitu besar, namun sangat kental dengan aura yang menyeramkan.


Dinding ruangan dipenuhi oleh patung hewan asli yang diawetkan, membuat ruangan sempit itu sedikit memiliki bau yang tidak sedap. Meski begitu mereka tidak berkomentar apapun.


Sebisa mungkin mereka harus menghemat waktu sebelum ada agen yang memeriksa ruang bawah tanah dan mereka tertangkap basah. Jika hal itu sampai terjadi, maka sudah tidak akan ada harapan lagi.


Tidak peduli seberapa kuat dan lihai mereka dalam pertarungan, mustahil untuk menang dengan hanya sepuluh orang di sarang musuh. Apalagi para petinggi organisasi Chjornaya sudah memperkuat tubuh mereka dengan cairan hasil eksperimen.


“Berpencar dan cari dengan teliti. Jangan sampai ada yang terlewatkan, terutama tempat-tempat yang sengaja disembunyikan.” Harwich memberi perintah dan semua agen menganggukkan kepala. Gadis itu juga ikut menggeledah untuk mempercepat waktu.


“Saya menemukannya!”


Suara seorang agen berhasil membuat seluruh perhatian tertuju padanya dalam hitungan kurang dari satu detik. Harwich juga langsung menolehkan kepala, menatap lelaki yang berada di seberang sana.


Lelaki itu memegang sebuh gulungan yang terbuat dari bahan kulit. Harwich dengan cekatan mengambil gulungan itu dan melihat isinya. Seketika itu pula senyumannya terlukiskan, memberikan sinyal pada agen yang lain bahwa gulungan itu adalah salah satu target mereka dalam misi.


“Baiklah, apa yang kita dapatkan?” Helwer berjalan menghampiri Harwich. Matanya ikut melirik kertas kulit itu dan mendapati deretan huruf angka serat gabungan garis yang sebagian besar dia tidak mengerti.


Siapapun yang melihat tulisan besar yang terletak di puncak gulungan pasti akan langsung tahu bahwa itu adalah gulungan yang berisi kelemahan dari cairan penguat tubuh milik Chjornaya.


“Bagus! Sisanya hanya tinggal gulungan mengenai cairan itu sendiri.” Helwer menghela napas lega. Meski mereka kembali ke markas sekarang, setidaknya mereka akan terhindar dari hukuman berat.


“Yah, tidak mungkin gulungan hasil eksperimen akan diletakkan berbentuk gulungan kuno seperti ini, bukan? Mungkin mereka tidak memiliki versi cetaknya dan hanya memiliki data berupa digital. Jika memang seperti itu, maka pilihan terbaik adalah menarik diri dan kembali ke markas.” Androme memberikan sedikit pandangan mengenai keadaan mereka saat ini.


Dia sangat mengerti bahwa organisasi yang terkenal lidik dan cerdik tidak akan melakukan kecerobohan dengan membiarkan sesuatu yang sangat penting jauh dari pengawasan. Bahkan dia berasumsi bahwa gulungan yang sudah ditemukan saat ini tidak akan berguna karena organisasi Chjornaya memiliki shield agar isi gulungan itu tidak mempan terhadap mereka.


“Saya juga sempat berpikir demikian. Namun apa yang akan kita katakan pada pria itu? Apa kita akan mengaku bahwa kita menarik diri dari misi hanya karena asumsi tanpa bukti?” Dandelion memasuki percakapan. Dia melontarkan pertanyaan pada Andromeda, berharap agen itu akan memiliki jawaban yang memuaskan.


“Tidak. Kita katakan saja bahwa kita tidak dapat menemukannya di manapun karena informasi yang diterima sangat berbeda. Kita katakan bahwa misi ini bisa kembali dilanjutkan ketika informasi sudah diperbarui.” Andromeda menoleh, menatapa Dandelion dengan dingin.


Belum sempat mereka mempertimbangkan hal itu, seketika suara dari nanospeaker berhasil membuyarkan percakapan begitu saja.


[Keadaan di sini juga sama. Saya berada di ruangan yang berbeda, namun dapat sipastikan tempat ini dijaga dengan ketat sehingga tidak ada siapapun yang bisa bergerak.]


Suara dari nanospeaker sontak membuat mereka yang saat ini berada di ruang bawah tanah panik bukan main. Lokasi mereka pasti sudah diketahui. Mereka mengurung para anggota baru agar tidak ada yang bisa berkutik sehingga penyusup juga tidak bisa ikut membaur. Mereka sudah mengerti akan hal itu.


“Sial! Kita akan terjebak jika tidak segera keluar.” Helwer menggigit bibir bawah. Dia menengadah sambil memejamkan mata, berharap otaknya akan berputar dengan lancar disaat seperti ini.


“Kita harus tetap tenang. Kita tidak pernah diajarkan untuk panik disaat-saat genting seperti sekarang.” Harwich mencoba mencairkan suasana yang semakin menegang.


Mereka memutuskan untuk keluar dari ruangan sempit itu terlebih dahulu, tidak lupa untuk kembali menarik tuas supaya lantai tertutup. Setelah itu mereka bergegas menaiki tangga untuk menuju ke permukaan, namun sayangnya mereka sudah terlambat.


Tepat di depan pintu keluar ruang bawah tanah sudah berdiri dua pria tinggi gagah di depan mereka. Di belakang dua pria itu berdiri seorang pria paruh baya yang tidak asing lagi bagi mereka.


“Cavasandra Chaytton.” Harwich bergumam pelan. Tanpa sadar dia melayangkan tatapan mengancam pada pria paruh baya itu. Alhasil salah satu dari dua pria yang berdiri di ambang pintu datang menghampirinya dan membawa lalu melempar tubuh gadis itu ke hadapan Cavasandra.


Tidak satupun dari tiga pria yang baru saja bertemu dengannya mengira bahwa dia adalah seorang gadis. Masker kulit yang dia kenakan dengan sempurna membuatnya dilihat sebagai seorang lelaki, ditambah alat pengubah suara yang juga mendukung penyamarannya berhasil membuat siapapun yang melihat akan mengira dia lelaki dengan tubuh pendek.


“Ada apa dengan anak ini?” Cavasandra berjongkok, berusaha menatap wajah Harwich dengan seksama. Perhatiannya kemudian beralih menatap rekan Harwich yang lain secara bergantian, lalu berdiri kembali seperti posisi semula.


“Aku tidak pernah melihat kalian. Apa kalian anggota baru?” Cavasandra melontarkan satu pertanyaan yang sederhana, namun pertanyaan itu berhasil memutar otak beberapa agen yang menjadi lawan bicaranya.


“Benar. Kami adalah anggota baru. Kami hanya mencoba untuk melihat-lihat markas dan tanpa sadar berakhir di tempat seperti ini.” Andromeda menjadi orang yang menjawab pertanyaan dari Cavasandra. Dia merasa jika terlalu lama membiarkan keheningan mengambang begitu saja, maka pihaknya akan mengalami kerugian.


“Apa kalian tidak diberitahu mengenai larangan menaiki lantai dua?”


“Tidak. Kami hanya tahu bahwa kami tidak boleh masuk ke lantai tiga.” Andromeda kembali menjawab dengan lancar tanpa terbata. Beruntung karena kepalanya sedang panas sekarang.


Harwich tetap dalam posisinya. Dia tidak berusaha berdiri atau semacamnya dan lebih memilih untuk tidak mengubah pose tubuhnya untuk sementara waktu.


“Baiklah, anggap saja itu benar.” Cavasandra berjalan menghampiri Andromeda, menatap langsung ke dalam mata lelaki yang lebih pendek darinya.


“Tapi kalian sudah terlanjur melihat tempat ini. Apa yang sebaiknya aku lakukan pada kalian? Haruskah aku membuat kalian menjadi keluarga mereka?”


Cavasandra beralih menatap agen lain yang berada tidak jauh dari Andromeda. Mereka sengaja memasang wajah ketakutan agar terlihat selayaknya anggota baru yang takut akan ancaman dari seorang atasan.


Hening untuk beberapa saat. Deru napas mereka semakin tidak beraturan, berupaya membuat pria paruh baya itu yakin bahwa mereka adalah sekumpulan anggota baru.


“Baiklah lupakan! Aku akan memafkan kalian jika berjanji akan merahasiakan yang kalian lihat saat ini. Lagipula kalian pasti juga sudah menyangka akan ada hal seperti ini di dalam markas, bukan? Kalian bergabung juga karena ingin mendapatkan cairan penguat tubuh itu.”


“Boleh saya bertanya sesuatu?” Suara serak dari belakang Cavasandra berhasil membuat pria itu menoleh ke asal suara yang tidak lain berasal dari pria pendek yang masih belum berdiri dari tempatnya.


Cavasandra menaikkan satu alis, memberi isyarat pada Harwich bahwa dia diizinkan untuk mengutarakan pertanyaannya. Hal seperti ini merupakan sesuatu yang baru bagi Cavasandra, karena selama ini belum ada anggota baru yang bertanya padanya tentang apapun itu.


“Apa kami juga akan berakhir seperti mereka?”


Pertanyaan itu membuat dua pria yang mengawal Cavasandra hampir saja menendangnya, namun Cavasandra mengangkat tangan untuk menghentikan tindakan yang ingin mereka lakukan.


“Jawabannya adalah iya dan tidak. Jika kalian menunjukkan bahwa nilai kalian mahal, maka kalian akan menjadi bagian dari organisasi. Lalu jika saja kalian hanya senilai dengan sampah, maka kalian akan didaur ulang agar berguna.” Cavasandra melukiskan senyum tipis diakhir kalimat.


Setelah itu dia berjalan meninggalkan mereka begitu saja bersama dua pengawalnya. Mereke menghela napas lega ketika melihat bayagan Cavasandra sudah sepenuhnya menghilang.


Tanpa membuang waktu lagi, mereka langsung berlari menuju ke permukaan, lalu dengan perlahan menyusun rencana mengenai waktu yang tepat untuk menyelinap ke luar markas musuh dan kembali ke markas utama. Dengan begitu, misi mereka berakhir setidaknya tidak dengan tangan kosong.