
"Baiklah, harus aku apakan si berengsek ini?"
Ketegangan semakin mendominasi ruangan. Semua agen yang ada di tempat itu terdiam, tidak ada satupun mulut yang berani untuk menjawab. Bahkan ada beberapa dari mereka lupa untuk mengambil nafas.
Namun secara tiba-tiba dari sisi samping si lelaki, nampak terlihat jelas seorang perempuan membungkukkan badan ke arah Black Card. Suaranya berhasil mengusir keheningan yang menyelimuti ruangan.
"Saya memohon belas kasihan anda atas namanya. Mohon maaf atas kelancangan partner saya, Ketua Utama Black Card."
Mendengar penuturannya tidak membuat jambakan itu terlepas melainkan semakin di pererat hingga mampu membuat si lelaki berteriak tertahan. Setelah puas melampiaskan amarahnya, dengan kasar Black Card mendorong tubuh si lelaki hingga menubruk dinding.
"Bertemu dengan kalian membuatku merasa muak." Dengan intonasi rendah di setiap kalimatnya membuat para agen merasa tidak terima. Meskipun demikian mereka hanya bisa bungkam tanpa melawan.
"Aku tidak mempertahankan kualitas buruk. Jika kalian gagal generasi sekarang akan musnah." Kalimat itu di akhiri dengan ancaman.
Black Card berbalik badan lalu kembali melangkah menuju singgasananya. Setelah menyamankan diri di tempatnya Black Card kembali manaruh fokus untuk menjelaskan inti pembahasan.
"Untuk misi kali ini aku menugaskan kalian mencuri beberapa informasi dari lawan. Jangan membuat keributan jika hal itu tidak di perlukan dan yang terpenting jangan sampai gagal." Black Card menjeda ucapannya sejenak membuat suasana ruangan kembali hening.
Semua agen terdiam tidak berani memotong penjelasan Black Card. Mereka semua hanya bisa menunggu hingga penjelasan kembali di utarakan.
"Penjelasan mengenai tugas akan di kirim lewat pesan. Waktu kalian tidak banyak, jadi segeralah selesaikan misi ini. Aku menunggu kabar baik dari kalian semua." Kalimat itu diakhiri dengan keheningan. Mungkin orang lain akan mengira ucapan lelaki itu berakhir di sana, namun para agen lebih mengetahui bahwa masih ada yang ingin disampaikan oleh lelaki itu.
"Khusus untuk agen numbers dari fraksi pertama, kalian memiliki misi tambahan. Bukan aku yang akan menjelaskannya, mungkin salah satu dari Diamond Card yang akan memberi pengarahan pada kalian."
Kalimat itu berhasil membuat perasaan Marchel dan Arsiel memburuk. Mereka tidak dapat merasakan sesuatu yang baik dari ucapan Black Card.
"Dimengerti, Master. Kami akan menjalankan misi sepenuh hati."
"Baiklah, pertemuan sampai disini. Namun sebelum aku menutup pertemuannya, anggota numbers fraksi kedua harus tetap di sini. Selain mereka silahkan keluar sekarang juga."
\*\*\*\*\*\*
Tangga demi tangga dipenuhi oleh barisan orang yang sedang turun dari lantai enam tempat pertemuan. Sebelumnya Arsiel tidak sempat melihat dengan jelas sebanyak apa yang diundang ke pertemuan dan akan menjadi rekan dalam misinya.
Sekarang ketika suasana mencekam sudah tidak menyelimuti sekitarnya, gadis itu baru bisa melihat dengan benar. Ada sekitar dua puluh lima agen yang bersamanya di pertemuan termasuk dengan mereka yang masih berada di dalam sana.
Karena hanya Gold Card ke atas yang boleh memasuki makas tunggal, maka Arsiel dapat menarik kesimpulan bahwa seluruh agen yang berada di dekatnya saat ini dapat dipastikan lebih hebat dari dirinya.
"Sial!" Salah satu dari mereka mulai mengumpat. Jika dilihat sekilas, dia seperti seorang agen lelaki. Namun Arsiel tidak dapat memastikannya, karena tidak sedikit agen perempuan yang berpenampilan layaknya lelaki. Bahkan beberapa dari mereka memiliki tubuh kekar dengan payudara yang tidak terlalu menonjol.
"Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku bisa tidur dengan tenang." Lanjut agen itu dengan nada yang terdengar frustasi.
"Hei, tenanglah! Ada banyak agen yang sedang melihat anda saat ini." Agen lain yang terlihat seperti rekannya menegur dengan nada tegas. Namun sepertinya agen itu tidak menggubris peringatan dari rekannya sendiri.
"Jangan terlalu canggung. Setelah ini kita akan menjadi rekan dalam misi yang sama. Setidaknya kita harus lebih dekat agar bisa nyaman ketika menjalankan misi, bukan?" Agen yang berbeda juga ikut menimpali. Dia membuka topeng hitam polos yang menempel di wajahnya, memperlihatkan wajah pucat seorang lelaki dewasa dengan garis halus sebagai pelengkapnya.
"Apa yang sedang anda lakukan?"
"Saya hanya ingin memperkenalkan diri. Code name saya Dandelion. Mendengar itu saja kalian pasti sudah bisa menebak saya berasal dari kelompok agen yang mana." Lelaki yang memperkenalkan diri sebagai Dandelion itu menunjukkan sebuah senyuman simpul di air mukanya.
"Flowen, kelompok agen yang dipenuhi oleh sampah itu?"
"Tutup mulutmu sebelum aku merobernya, b*tch!"