I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Menapaki Sarang Musuh



Kini semua agen dikirim secara terpisah ke markas tujuan yang merupakan sarang dari musuh mereka. Beberapa jam lalu mereka diberi arahan dan rincian mengenai misi, lalu berangkat ketika malam sudah tiba.


Menurut informasi, organisasi Chjornaya memiliki banyak bawahan yang diterima secara massal tanpa melihat kemampuan atau latar belakang dari anggota yang direkrut.


Organisasi itu lebih mementingkan kuantitas dari pada kualitas anggotanya, sehingga hal ini bisa dimanfaatkan oleh organisasi Bildeshem untuk menyamar menjadi anggota dan masuk ke dalam organisasi.


Mereka juga diberikan kostum khusus yang digunakan oleh anggota organisasi Chjornaya. Kostum itu sudah dilengkapi dengan nanofon di kerah baju dan nano speaker yang terletak di anting mereka. Tidak lupa juga dengan nano kamera yang terpasang di tengah liontin kalung agen perempuan. Sedangkan untuk agen lelaki, nano kamera terpasang di dasi bagian atas dekat pangkal leher.


Untuk lebih aman, setiap agen mengenakan masker atau topeng kulit dari wajah sampai bagian dada agar tidak ada yang menyadari identitas mereka. Sebenarnya meskipun tanpa memakai masker kulit tetap tidak akan ada yang menyadari keberadaan mereka. Jangankan lawan, sesama agen khusus saja tidak pernah mengetahui identitas satu dan lainnya.


Perlengkapan mereka juga tidak luput dari alat pengubah suara yang tertempel di leher bagian depan. Alat itu tidak akan terlihat ketika masker kulit sudah terpasang. Persiapan yang sangat sempurna. Selebihnya dari itu tergantung pada kerjasama dan skill dari masing-masing individu.


Mereka masuk tanpa harus mengajukan diri secara resmi. Cukup dengan berbaur dalam kerumunan anggota baru yang berada di kelas bawah dan besikap senatural mungkin.


Tidak akan ada yang menyadari atau curiga dengan kedatangan mereka secara tiba-tiba. Sebagian besar anggota organisasi Chjornaya pasti akan mengira mereka sebagai anggota baru yang saling berkenalan satu sama lain.


Kini mereka sudah sampai tidak terlalu jauh dari tempat target berada. Sebuah bangunan luas yang dipagari oleh dinding setinggi dua meter. Mereka akan masuk bergantian dengan selang waktu paling sedikit lima belas menit.


Karena beberapa alasan dan kendala, jumlah agen pada misi ini berkurang hingga menjadi total sepuluh orang. Banyak dari mereka yang lebih memilih mengambil misi lain daripada harus dikirim ke sarang musuh.


Semua agen mengetahui nasib seperti apa yang akan mereka dapatkan jika sampai tertangkap oleh anggota organisasi lawan. Mereka akan bersyukur jika hanya berakhir dengan siksaan. Yang membuat mereka ketakutan adalah menjadi bahan uji coba eksperimen organisasi Chjornaya yang tidak masuk di akal.


Meskipun organisasi itu sudah berhasil dengan penemuan hebat, bukannya berpuas diri, mereka malah semakin serakah dengan hasil penelitian yang lain. Menurut informasi, ada setidaknya tiga eksperimen yang berjalan di waktu bersamaan. Bahkan diantaranya adalah memaksa tubuh manusia berubah menjadi sesuatu yang hanya bisa ada di dalam sebuah cerita.


"Mungkin karena itu mereka menerima anggota baru tanpa memeriksa apapun. Anggota baru itu bisa saja hanya dikumpulkan untuk menuggu giliran menjadi objek eksperimen tambahan." Harwich bergumam pelan. Rahangnya mengeras ketika memikirkan sebuah kemungkinan yang sangat tidak manusiawi.


Hanya saja Harwich tidak bisa berpura-pura menjadi gadis yang suci yang tidak pernah melakukan hal serupa. Nyatanya sebelum berkumpul untuk mendapatkan arahan misi, dia dan Mikhael memperlakukan seorang perempuan dengan sangat buruk.


Pikiran Harwich bergelut seperti ingin membiarkan dan ingin peduli. Namun gadis itu lebih memilih menepis pemikiran yang tidak terlalu penting untuk saat ini. Harwich membutuhkan seluruh fokusnya untuk menjalankan misi. Tidak ada waktu memikirkan hal tidak berguna yang berurusan dengan hati nuraninya.


"Sayang sekali kita harus berpisah setelah ini." Mikhael sedikit melirik Harwich yang lebih pendek darinya, membuat gadis itu berdecak. Lelai itu berhasil menarik Hawich kembali ke dunia nyata.


"Tapi saya tidak merasa demikian. Berhenti mengajak saya berbicara dan fokus saja pada misi." Harwich melambaikan tangan, memberi isyarat pada Mikhael bahwa dia malas menanggapi.


Kemudian Agen dari kelompok lain yang menjadi orang pertama memasuki markas musuh, sementara sisanya menunggu di tempat bersama pemandu. Sepuluh menit berlalu, tidak ada keributan yang terjadi. Suasana malam yang hening membuat mereka yakin bahwa itu berhasil.


Setelah melewati gerbang, sekarang Harwich sudah berada di halaman markas. Harwich sesegera mungkin bergegas menuju pintu masuk, namun beberapa lelaki tiba-tiba berhasil menghentikan langkah kakinya.


"Agen perempuan lagi? Apa sekarang ketua sudah menerima agen perempuan?" Salah satu agen yang tengah berada di halaman dalam dinding menatap Harwich dengan aneh.


Harwich sangat terkejut mendengar itu. Tidak ada informasi mengenai organisasi Chjornaya yang tidak menerima seorang perempuan untuk menjadi agen. Harwich berusaha membuat dirinya tetap tenang. Dia tidak boleh terlihat panik dan harus berekting untuk meyakinkan beberapa pria di depannya.


"Bukankah itu bagus? Setidaknya kita bisa melihat perempuan setiap hari." Agen pria yang lain ikut menimpali.


Perkataan itu berhasil membuat Harwich menghela napas karena merasa lega. Hampir saja dia harus berpikir jauh untuk mengatasi masalah ini.


"Salam kenal. Namaku Venburg." Pria yang lain mengulurkan tangan, berharap gadis di depannya akan membalas jabatan tangan itu.


Harwich diam sejenak. Dia merasa jengkel karena perilaku mereka sama sekali tidak mencerminkan seorang agen. Mereka lebih terlihat seperti sedang bermain-main di bawah naungan sebuah organisasi besar di balik layar.


'Aku malas untuk mengakuinya, tetapi penjaga di organisasi Bildeshem seribu kali lebih baik daripada mereka.' Harwich bergumam dalam diam.


"Siapa yang mengizinkan seorang perempuan berada di sini?" Suara yang tiba-tiba terdengar itu berhasil mengambil perhatian semua orang termasuk Harwich. Beberapa pria yang ada di sana sontak terkejut dan dengan segera mereka membungkukkan badan menyambut kedatangannya.


Air muka Harwich tidak berbeda dari beberapa orang saat melihat perawakan seorang pria yang berusia kisaran lima puluh tahunan itu. Struktur wajah yang sangat tidak asing baginya.


"Kenapa wajahmu sangat terkejut?" Pria itu mengernyitkan dahi, menatap orang di depannya dengan tatapan curiga.


"Saya tidak menyangka anda berada di tempat ini." Salah satu dari tiga pria itu menjawab pertanyaan dengan raut wajah kebingungan sekaligus gugup.


"Saya tidak bertanya padamu, melainkan pada gadis itu." Pria yang sudah berkepala lima itu beralih menatap ke arah Harwich. Tatapan penuh menyelidik itu mampu membuat Harwich berkeringat dingin, otaknya berputar mencari jawaban yang tepat agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Dari kejauhan terlihat seorang pria berjalan menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri pria yang sedang menatap penuh curiga pada Harwich.


"Big Boss. Maaf telah menganggu waktu anda, ada beberapa informasi yang harus saya sampaikan segera."


"Baiklah, temui saya di ruangan. Saya masih memiliki urusan di sini."