I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Misi Penyamaran



"Tunggu, siapa kalian? Aku tidak ingat ada agen yang sependek ini."


Suara salah satu dari mereka yang baru saja masuk berhasil membuat Harwich menautkan alisnya. Mereka memang terlalu pendek untuk ukuran seorang lelaki pada umumnya. Jika memang ada agen yang memiliki tinggi di bawah rata-rata, maka pasti mereka akan mengingatnya dengan baik.


Harwich dan Helwer hanya diam membisu. Mereka berdua saling memutar otak untuk membuat alasan. Namun masing-masing dari mereka melayangkan tatapan tajam agar seolah terlihat seperti diam karena merasa terganggu.


"Justru kami yang seharusnya bertanya. Siapa kalian? Apa kalian agen yang belum lama ini diangkat?" Harwich membuka suara. Jawabannya membuat beberapa orang itu kebingungan. Namun Helwer langsung mengerti dan menanggapinya dengan sempurna.


"Padahal kami baru saja kembali dari menjalankan misi. Apa sekarang organisasi menerima agen yang tidak tahu sopan santun?" Helwer berdecak kesal di akhir kalimat, membuat beberapa agen itu langsung membungkam mulut, terutama agen yang melontarkan pertanyaan tadi.


"Saya mohon maaf, senior." Agen itu membungkukkan badan sejenak, lalu kembali menarik tubuhnya untuk berdiri tegak. Harwich sempat terkejut karena agen itu memanggilnya senior dan bukan panggilan tuan atau semacamnya.


Panggilan di tempat ini sedikit aneh bagi mereka. Panggilan senior terasa lebih akrab dan dekat, berbeda dengan panggilan tuan atau nona yang digunakan di organisasi mereka.


"Baiklah, tidak perlu diperpanjang. Hanya saja, jangan ulangi kesalahan yang sama. Jika ingin bertanya, maka bertanyalah dengan sopan."


Setelah Helwer selesai dengan kalimatnya, mereka berdua bergegas membuka pintu dan keluar dari ruangan itu. Beberapa pria tadi hanya bisa diam membisu sambil menatap kepergian mereka.


Setelah penampilan mereka berubah, kini keduanya tidak lagi berjalan dengan memerhatikan letak kamera berada. Mereka hanya terus melangkahkan kaki menuju lantai berikutnya tanpa membuang waktu.


Saat ini mereka hanya perlu pergi ke lantai tiga untuk menemukan tangga menuju ruangan bawah tanah yang merupakan tempat berlangsungnya eksperimen. Lantai tiga adalah tempat berbagai ruangan penting, seperti ruang pertemuan, ruang penyimpanan 'bahan', dan juga ruangan penting lainnya.


Setiap orang yang ingin memasuki lantai tiga harus melewati serangkaian pemeriksaan untuk menjamin keamanan. Tidak sedikit orang luar yang menyamar menjadi anggota organisasi Chjornaya untuk mendapatkan cairan kekuatan itu. Akibatnya, sejak beberapa minggu terakhir keamanan lantai tiga diperketat dua ratus persen atau sekitar dua kali lipat dari biasanya.


Harwich dan Helwer sudah mengetahui hal ini. Mereka juga sudah mendapatkan arahan untuk mengatasi masalah keamanan di lantai tiga. Masing-masing dari keduanya mempunyai alat yang memberikan efek menyetrum dengan tegangan cukup tinggi hingga mampu membuat manusia pingsan dalam waktu hitungan dua detik.


Mereka juga tidak bisa langsung menggunakan chloroform, karena akan merepotkan ketika mereka harus menuang cairan setiap kali berhasil membuat pingsan beberapa penjaga.


Sekitar satu menit menaiki tangga sampai mereka tiba di anak tangga terakhir. Di ambang pintu masuk lantai tiga sudah menunggu dua pria yang berdiri dengan tegap disana. Ketika Harwich dan Helwer berada tepat di depan mereka, langsung saja tangan dari kedua pria itu menutupi jalan masuk sehingga langkah mereka terpaksa berhenti.


'Ah, sangat menyebalkan.' Harwich bergumam dalam hati.


"Saya dan rekan saya tidak pernah melihat kalian. Tolong tunjukkan kartu identitas sebelum memasuki lantai ini." Salah satu dari mereka menadahkan tangannya, menunggu Harwich dan Helwer menaruh dua batang kartu di telapak tangannya.


Untungnya mereka memang sudah diberikan sebuah kartu identitas palsu oleh organisai. Hanya saja mereka tidak tahu model atau bentukan dari kartu identitas di organisasi ini dan bagaimana sistem cara untuk membedakan pangkat, sehingga mereka sudah yakin bahwa kartu yang mereka pegang akan sepenuhnya gagal.


Harwich tetap mengeluarkan kartu itu. Ketika penjaga mulai kebingungan saat mengecek, mereka langsung menyerang tengkuk leher dalam satu gerakan yang lincah. Tidak butuh waktu lama untuk membuat dua penjaga itu terkapar tak berdaya.


"Saya rasa kita tidak punya banyak waktu untuk melewati beberapa pemeriksaan lagi dan mengalahkan mereka. Dua pria ini pasti akan segera terbangun dan melaporkan bahwa ada penyusup yang sedang berkeliaran." Helwer memejamkan mata sejenak, berusaha berpikir jernih untuk mencari cara tercepat.


[Tenang! Kami akan segera menyusul kalian ke lantai tiga]


Suara dari nano speaker di anting mereka berhasil mengalihkan perhatian keduanya dalam sejenak. Lalu Harwich terpikirkan suatu rencana yang membuat gadis itu menarik kedua ujung bibirnya dan tersenyum puas.


"Benar sekali. Kita masih memiliki banyak rekan di sini. Saya punya satu rencana yang bagus." Harwich terkekeh pelan di akhir kalimat. Gadis itu berhasil membuat Helwer tertarik.


"Biarkan saya mendengarkannya terlebih dahulu." Helwer memasang wajah serius dan membuka telinga selebar mungkin.


"Ini hanya rencana yang sederhana, tapi saya bisa menjamin anda akan menyukainya, Agen Helwer."