I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Misteri Rencana Chjornaya



"Saya memanggil seluruh anggota untuk datang ke tangga di balik pintu yang berada di pojok ruang ganti segera." Harwich memberi instruksi singkat.


Setelah selesai mengutarakan kalimat tersebut, beberapa detik kemudian terdengar kembali bunyi beep lebih pendek di tengah-tengah keheningan. Kejadian itu sontak membuat keduanya saling bertukar pandang merasa keheranan.


Bunyi beep lebih pendek biasanya di dengar sebagai tanda bahwa mereka mendengar instruksi tersebut dan juga bisa menjadi tanda penghubung dengan alat lainnya.


"Apa yang telah terjadi?" Harwich bertanya pada helwer tanpa meliriknya sedikitpun.


"Ada dua kemungkinan, yang pertama tanda persetujuan dan yang kedua penyadap." Helwer menjawab dengan sedikit keraguan.


Detik berikutnya secara tiba-tiba terdengar suara tapak sepatu seseorang yang semakin lama semakin jelas. Suara itu berhasil membuat mereka semua terdiam sejenak.


[Cepat berikan formula itu padanya.]


[Tapi tuan, ini tidak bereaksi apapun.]


[Meskipun tidak sepenuhnya bekerja, formula ini sudah cukup untuk menahan reaksinya. Jangan banyak bicara, lakukan saja apa yang saya perintahkan padamu.]


Suara berisik kembali terdengar sebagai akhir percakapan. Tidak ada pertanyaan yang terdengar dari nanospeaker, mereka semua seolah menunggu penjelasan dari seseorang.


[Itu adalah suara yang berhasil di tangkap oleh penyadap yang telah saya tempel di ruangan petinggi sebelumnya. Siapa tahu ada informasi penting yang bisa kita dengarkan secara seksama.] Suara seorang lelaki terdengar dari nanofon.


"Baiklah, cepat berkumpul! Kita tidak mempunyai banyak waktu." Harwich mengingatkan kembali agar mereka segera bergerak mengejar waktu yang semakin terkikis habis.


Beberapa menit berlalu satu persatu dari mereka akhirnya tiba di ruang ganti sesuai arahan yang di berikan oleh Harwich. Pandangan mereka meniti setiap sudut ruangan untuk mencari sebuah pintu.


Karena mengalami beberapa hambatan, maka beberapa agen tidak bisa hadir dan mengikuti instruksi dari Harwich. Tidak butuh waktu yang lama hingga akhirnya salah satu dari empat orang di sana menangkap pintu samar yang menyatu dengan dinding.


"Saya menemukannya." Lelaki itu menghampiri pintu lalu langsung membukanya perlahan. Seketika itu juga mereka semua tertegun menatap tangga yang menjulang masuk kedalam kegelapan.


"Saya akan memimpin jalan." Salah satu lelaki lain merogoh saku celananya untuk mengambil sebuah senter.


Mereka berempat pergi masuk ke dalam tidak lupa untuk menutup pintu dan kembali pada penyamarannya. Kali ini berbeda dengan keadaan Harwich sebelumnya yang ditemani oleh kegelapan di setiap langkah.


Dari kejauhan dapat terlihat samar cahaya pelan tapi pasti datang mendekat ke arah dua gadis di persimpangan tangga. Melihat itu membuat Helwer menepuk lengan Harwich perlahan mencoba memberitahu gadis di sampingnya.


"Saya tidak menduga tangga ini sangat panjang." Lelaki itu sempat menjeda kalimatnya. Pandangannya menatap lurus tangga yang berlawanan arah di depannya.


"Yang lebih mengejutkan lagi ada tangga bercabang di sini."


"Seperti yang anda lihat, Dandelion. Saya tidak yakin kalau persimpangan seperti ini adalah satu-satunya." Harwich mengeraskan rahang. Dia sudah mulai kewalahan.


"Anda berhasil memasang alat penyadap di ruang petinggi, apa itu berarti anda sudah berhasil menyusup ke lantai atas?" Helwer melontarkan pertanyaan pada lelaki itu yang merupakan rekannya dalam kelompok Flowen dengan code name Dandelion.


Dandelion beralih menatap Helwer yang berada di samping Harwich, lalu menganggukkan kepalanya. Anggukan itu tentu saja berhasil mencuri perhatian dua gadis di depannya saat ini. Sangat kentara bahwa mereka menunggu penjelasan darinya.


"Memang benar saya sudah menyusup ke lantai atas, tapi saya menggunakan lift untuk ke sana. Di dalam lift ada kamera pengawas dan juga beberapa mikrofon yang terpasang di sudut atas lift."


"Tunggu! Menggunakan lift?" Harwich menatap seolah tidak percaya, namun lelaki di depannya kembali mengangguk mengiyakan.


"Petinggi yang menemui saya, kalian juga pasti melihatnya."


Mendengar perkataan Dandelion, pikiran Harwich langsung memutar ulang pada kejadian beberapa waktu yang lalu ketika dia dan Helwer berjalan melewati lorong lantai dua menuju ruang ganti.


Setelah mengingat itu, Harwich menganggukkan kepala. Anggukan itu memberi isyarat pada Dandelion untuk meneruskan penjelasannya.


"Petinggi itu tertarik pada saya dan mengajak saya ke suatu ruangan. Sepertinya itu bukan ruangan pribadinya. Tapi saya menyempatkan diri untuk memasang satu penyadap tepat di bagian bawah kayu tempat duduk."


"Lalu apa yang kalian bicarakan berdua?" Harwich bertanya antusias. Dia berharap akan ada informasi penting yang bisa didapatkan.


"Dia mengatakan beberapa hal yang tidak terlalu jelas, seperti akan menjadikan saya pemimpin operasi pelaksanaan rencana Alpha atau semacamnya. Saya tidak merespon dengan berlebihan agar tidak memunculkan kecurigaan. Bisa saja anggota baru sudah mengetahui hal ini." Dandelion memegang dagunya. Tatapannya menerawang karena sedang berpikir keras.


"Kita tidak mendapatkan informasi apapun tentang itu, yang artinya rencana Alpha adalah rencana rahasia dan sangat penting. Namun apakah masuk akal jika rencana yang begitu penting disebarkan pada setiap anggota baru?" Helwer ikut memberikan sebuah spekulasi yang mungkin sedang terjadi.


"Hal itu sangat tidak mungkin. Petinggi organisasi Chjornaya dikenal karena kecerdikan dan kelicikan mereka.Tidak mungkin mereka melakukan hal ceroboh seperti itu. Bagaimana menurut kalian?" Harwich menatap empat agen lelaki di depannya.


"Saya sempat mencuri dengar informasi dari para anggota baru di lantai bawah. Sesuatu yang saya ingat seperti serangkaian pembantaian yang sedang direncanakan atau sesuatu seperti itu."