I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Misi Rahasia Black Card



Di dalam ruangan lantai enam markas tunggal.


Seorang agen card tinggi berlutut di hadapan Black Card dengan pakaian formal. Dia dipanggil tidak lama setelah pertemuan dengan para agen selesai dilaksanakan.


"Saya siap menerima misi, Master." Seorang pria yang terlihat berusia kisaran tiga puluh tahunan melontarkan kalimat yang menyatakan kesiapannya untuk menerima tugas.


Black Card tersenyum sambil meneguk wine di cangkir beningnya yang unik. Sudah sejak lama lelaki kurus itu ingin melakukan hal ini, namun banyak hal yang seolah menghalangi.


"Kamu tahu agen A-09 dari Numbers, bukan?" Black Card melontarkan pertanyaan dengan nada yang lirih. Agen di depannya hanya menjawab dengan anggukan kepala. Sedikit tidak sopan, namun Black Card membiarkannya karena suasana hati yang sedang membaik.


"Cari tahu tentang orang terdekatnya, lalu jalankan tugas sesuai keahlianmu. Kamu hanya perlu melakuan itu tanpa banyak bertanya." Black Card kembali meneguk wine dengan nikmat, tangannya bergerak menyeka tetesan wine yang lewat dari ujung bibirnya.


"Dimengerti, Master. Saya akan menjalankan tugas saya secepat mungkin."


"Ingatlah untuk tidak meninggalkan jejak apapun. Jika kamu meninggalkannya sedikit saja, maka semua rencanaku selama ini akan hancur seketika." Black Card berjalan mendekati agen itu, ikut membungkuk untuk saling bersitatap dalam jarak yang dekat.


"Aku membenci agen yang tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Apalagi agen pemilik card tinggi. Jangan buat aku kecewa dan jalankan sebaik mungkin."


\*\*\*\*\*


Harwich menatap kertas itu dengan dalam, berusaha mengingat kembali perawakan dari sang penulis agar dia tidak pernah melupakannya.


"Andai saja aku mempunyai setidaknya satu fortomu." Harwich menengadah, meraskan sakit di dadanya yang menjalar ke seluruh tubuh. Di saat Harwich mulai larut dengan pikirannya, suara dari smartphone berhasil membuyarkan lamunan gadis itu.


{Group Chat}


[Agen A-01]


[Saya ingin menanyakan alasan anda ingin merahasiakan mengenai pengkhianatan Mr.Fox berengsek itu. Apakah anda sudah mendengar kabar bahwa dia telah dibawa kabur oleh anjing pemerintah yang lain?]


Pesan yang tertera di layarnya berhasil melukiskan senyum tipis di wajah Harwich. Sesuai rencana, mereka menduga bahwa Jacob diselamatkan oleh rekannya di pemerintahan.


[Agen A-09]


[Sialan itu diselamatkan oleh rekannya? Bagaimana bisa kalian mebiarkan hal itu terjadi? Yang lebih penting, bagaimana rekannya bisa berada di sana?]


[Agen A-05]


[Mungkin si pengkhianat itu berniat menyergap kita. Untung agen A-09 mengetahuinya terlebih dahulu.]


[Agen A-03]


Harwich sedikit terkejut melihat pesan yang dikirim oleh Mikhael. Gadis itu baru sadar setelah Mikhael mengatakan demikian. Dia juga mulai bertanya kenapa mereka baru membahas ini sekarang?


[Agen A-02]


[Kami sedang berusaha melacak dia. Kami bahkan sudah mengetahui latar belakang dan masa lalunya. sedikit membuat saya terkejut.]


Mata Harwich mebelalak melihat pesan itu. Ini tidak ada dalam skenario awal. Seharusnya mereka lebih fokus untuk melacak keberadaannya dibandingkan mengorek latar belakang Jacob.


Jika hal ini terus dibiarkan, mereka akan sulit menguasai Jacob karena agen lain memiliki senjata yang sama seperti yang dimiliki oleh gadis itu. Harwich menggigit bibir bawah, mencoba memutar otak untuk mencari jalan keluarnya.


Padahal mereka sudah menyusun rencana yang hampir sempurna dan menempatkan Jacob di sekolah untuk tujuan tertentu. Tapi saat ini semuanya malah menjadi kacau dan diluar kendali.


Ketika Harwich sibuk berkutat dengan pikirannya, suara notif kembali berhasil menarik Harwich yang hanyut dalam dunianya.


[Markas Tunggal. Perintah langsung telah diturunkan. Bagi seluruh Agen yang menghadiri pertemuan diperintahkan untuk menjalankan misi setelah 3 hari mulai dari besok. Rincian misi sudah diserahkan pada yang bertanggung jawab.]


Pesan dari markas tunggal membuat Harwich mau tidak mau harus menuju pada yang bertanggung jawab untuk mendapat perincian dan arahan mengenai misi.


Dengan cekatan Harwich segera mengganti pakaian dan memasang topengnya, sehingga agen lain tidak akan menyadari wajahnya ketika dia mengenakan pakaian yang berbeda dengan yang dia kenakan ketika kejadian menggemparkan tadi.


Tepat setelah selesai dengan outfit, Harwich bergegas berjalan menuju tempat tujuan. Seperti biasa, dia bertemu dengan agen lain yang sepertinya juga sudah mengganti pakaian mereka agar bisa menjaga identitas tetap aman.


"Hei, bukankah kamu dari Numbers?" Salah satu agen perempuan bertanya ketika berjalan beriringan dengan Harwich. Gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu mempecepat tempo langkah kakinya secara signifikan.


"Saya harap kita bisa menjadi rekan yang kompak." Agen itu mengulurkan tangan sambil terus melangkah. Harwich melirik sejenak, lalu menerima uluran jabatan tangan itu dengan tegas.


Tidak lama setelah itu, mereka melihat kerumunan agen dengan berbagai model topeng sudah berdiri di depan pintu yang menyatu dengan dinding. Orang luar tidak akan mudah menyadari bahwa ada sebuah pintu yang menyamar dan menyatu sempurna bersama dinding dikedua sisinya.


Pandangan Harwich langsung menangkap sosok lelaki yang mengenakan topeng sama dengannya dan langsung berjalan mengahampiri lelaki itu.


"Saya harap kamu bisa melakukan kerja sama yang memuaskan." Mikhael berucap pelan, tidak terlalu keras, hanya cukup untuk di dengar oleh Harwich.


"Tanpa perlu kamu mengatakannya juga akan saya lakukan." Harwich memberi jawaban tanpa sedikitpun melirik pada lawan bicaranya.


Setelah kamera pengawas yang terpasang di atas pintu sudah memastikan lengkapnya anggota yang datang, pintu di depan mereka terbuka perlahan. Suara pintu itu sedikit mengganggu pendengaran karena bagian bawahnya benar-benar tidak memiliki jarak dengan lantai.


"Here we go again."