I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Pintu Pseudo



Dua gadis itu bisa saja mengikat penjaga yang sudah terkapar, namun sialnya mereka tidak membawa alat yang bisa untuk melakukan itu. Beberapa rekan yang lain juga sedang menyusul melewati tangga.


Mereka tidak bisa mengambil resiko dengan menaiki lift yang pastinya akan ada banyak agen kelas menegah ke atas yang juga menggunakannya. Tangga memang membutuhkan lebih banyak waktu, namun itu jauh lebih aman.


Sekitar lima menit mereka menunggu, akhirnya dua lelaki menampakkan batang hidung mereka dan dengan cepat menghampiri tubuh yang tengah tergeletak tidak berdaya.


Masing-masing dari lelaki itu menangani satu penjaga dengan mengikat tangan serta kaki dan juga menutup mulut dengan kain seadanya sampai sekiranya cukup untuk meredam suara teriakan penjaga itu nantinya.


Tubuh penjaga itu diseret ke ruang tidak terpakai yang berada di bawah tangga. Untuk sementara waktu mereka akan menyembunyikan setiap penjaga yang sudah ditangkap di sana.


Harwich dan Helwer kembali melanjutkan dan membuka pintu lantai tiga dengan hati-hati. Mereka sudah membahas rencana ketika agen lelaki sedang membereskan penjaga dan Helwer memutuskan untuk mengikuti rencana itu.


Tidak ada siapapun yang menyambut mereka ketika pintu terbuka dengan sempurna, hanya sepetak ruangan kosong yang kini ditangkap oleh indra penglihatan.


"Apa-apaan ini?" Harwich mengerutkan jidat, menatap dinding yang mengitarinya dengan heran.


"Tidak ada pintu lagi atau apapun?" Helwer ikut menautkan alis. Pandangannya menyapu setiap sudut ruang sepetak itu.


"Apa mungkin salah satu dari dinding ini adalah pintu? Tapi saya tidak benar-benar yakin dengan itu." Harwich berjalan mendekati salah satu sisi dinding, memandang permukaan dinding dengan teliti.


"Besar kemungkinan juga bisa seperti itu. Seperti pada pintu ruangan tempat kita diberi arahan beberapa jam lalu." Helwer ikut memberikan pendapat yang meyakinkan kemungkinan yang sama.


Setelah terpikirkan hal itu mereka menjadi tidak berani untuk menyentuh permukaan dinding. Bisa saja tiap sisi dinding memiliki mekanisme yang hanya diketahui oleh anggota resmi dan juga terdapat sensor keamanan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.


"Sial! Kita tidak mendapat informasi apapun tentang hal ini." Harwich berdecak kesal. Padahal tidak ada banyak waktu yang tersisa sebelum keberadaan mereka terungkap, tapi mereka malah dihadapkan dengan teka-teki yang menjengkelkan.


"Perlu anda tahu Agen 09 Number, mendapatkan informasi mengenai denah markas lawan saja sudah merupakan hal yang besar. Apa anda berpikir informasi seperti itu akan dapat dengan mudah diperoleh?" Helwer menggigit bibir bawah, mulai kesal berada dalam ruangan yang sama sekali tidak pernah diketahui olehnya.


"Bagaimana selanjutnya? Haruskah kita memanggil beberapa agen yang ahli dalam hal seperti ini?" Helwer mengalihkan pandangan pada Harwich, membuat gadis di sampingnya juga ikut membalas tatapan yang sama.


"Tidak ada salahnya. Hanya saja dua agen di luar sana harus kembali turun untuk sementara supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Terlalu banyak yang berkumpul juga tidak terlalu baik." Harwich mengiyakan saran dari Helwer.


Menilik dari informasi yang sejuah ini mereka dapatkan, beberapa tempat di markas organisasi Chjornaya yang lantainya memiliki pendeteksi tercanggih yang belum dimiliki oleh organisasi lain.


Cara kerja alat pendeteksi itu sangat sederhana. Jika alat itu mendeteksi keberadaan seseorang atau beberapa orang yang terlalu lama berada dalam radius tertentu, maka tempat itu akan ditandai dan akan muncul tanda merah pada layar denah yang terhubung.


Setelah itu akan ada beberapa agen yang ditugaskan mengecek daerah berwarna merah dengan tujuan untuk memastikan tidak ada yang bermasalah di tempat itu.


Hal tersebut tentu saja membuat Harwich dan Helwer menjadi sangat cemas. Mereka bisa saja bersembunyi agar tidak ditemukan oleh agen dari markas ini, namun keamanan pasti akan lebih diperketat lagi. Tentu saja mereka tidak menginginkan itu terjadi. Jika keamanan lebih ketat dari ini, maka pergerakan mereka juga akan lebih banyak dibatasi.


"Apa ada salah satu dari kalian yang ahli dalam hal ini?" Harwich sedikit mengangkat kerahnya, mendekatkan bibir pada nanofon agar seluruh agen yang menjadi rekannya dalam misi ini bisa mendengar apa yang dia katakan.


[Jenis kendala apa yang sedang kalian hadapi?]


Suara dari seberang alat itu bertanya. Harwich menjawab dengan memberikan rincian mengenai keadaan dia dan Helwer. Gadis itu juga sempat menjelaskan berbagai kemungkinan yang tadi sempat terpikirkan.


Harwich memberikan penjelasan dengan tempo yang cukup cepat. Dia tidak bisa menurunkan tempo kecepatannya karena akan membuang banyak waktu.


[Baiklah setidaknya saya mengerti meski secara garis besar. Kalian pergilah dari tempat itu dan tunggu saya di tangga. Setidaknya alat pelacak itu tidak akan ada di setiap anak tangga, bukan?]


Suara itu kembali terdengar. Sejenak Harwich merasa lega karena berpikir mungkin ada yang bisa menangani situasi ini. Harwich menarik pergelangan Helwer, membawanya menuju anak tangga sambil menunggu bantuan tiba.


Entah kenapa, mereka menunggu cukup lama. Biasanya tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk sampai ke tempat gadis itu berada. Harwich mulai merasa kesal, namun tidak mungkin seorang agen akan bermain-main dengan ucapannya dan berani membuat agen lain menunggu.


"Ini aneh. Tidak seharusnya dia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tiba ke tepat ini. Meskipun dia berada di lantai satu, seharusnya hanya membutuhkan waktu lima menit." Helwer bergumam kesal. Dia melipat kedua tangan di dada sambil beberapa kali mendengus dan mengumpat.


"Apa yang baj*ngan itu lakukan? Apa dia sedang bermain-main dengan kita?" Helwer mulai uring-uringan. Sekarang semuanya menjadi kacau dan seperti akan sangat terlambat dari jadwal.


"Jika dia melakukannya, maka artinya dia siap menjadi incaran organisasi. Apa menurut anda akan ada agen yang mau melakukan lelucon berbahaya seperti itu?" Harwich melontarkan pertanyaan tanpa menatap Helwer sedikitpun. Tatapannya menerawang seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Hal yang paling masuk akal adalah pernyataan bahwa dia sedang berada dalam masalah. Kemungkinan terburuknya adalah dia bisa saja sudah tertangkap."