I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Pengkhianat Organisasi



"Baiklah, saya akan memulai kembali dari awal. Kasus AM-4, misi pembunuhan."


Kalimat itu kembali berhasil membuat keheningan menyelimuti ruangan. Kedua jarinya dengan lihai menjentikkan rokok hinga abunya terjatuh, lalu menghisap asap untuk yang terakhir kali sebelum memulai inti pembasahan.


Dalam diam para numbers memerhatikan, meskipun dalam hati berteriak menyebut berbagai macam memakian. Namun suasana masih dalam kendali, nampaknya mereka semua berhasil menahan diri.


Pria rubah menurunkan kakinya dari meja, tangannya menekan ujung rokok ke asbak yang ada di depannya. Puntung rokok yang masih terbilang cukup panjang itu tergeletak di wadah pembuangan.


"Perhatikan puntung rokok ini, saya menekannya tidak terlalu kasar, dia masih berbentuk seperti sebelumnya. Namun, dia tidak bisa kembali seperti semula karena ujungnya sudah terbakar."


"Bisakah anda menjelaskan dengan benar?" seorang agen perempuan dengan tulisan A-04 memotong pembicaraan.


"Saya sudah menjelaskan dengan cara yang biasa saya gunakan."


"Selain tidak suka di bantah, saya juga tidak suka terhadap orang yang menyela pembicaraan orang lain."


Agen A-04 terdiam kaku di tempat duduknya. Pria rubah menyilangkan kakinya, tubuhnya tetap tegak dengan tangan yang bersantai pada pahanya.


"Rokok ini hanyalah perumpamaan. Berita ini sudah tersebar di beberapa tingkatan organisasi kita. Menurut kalian mengapa kasus AM-4 yang sudah lama berhenti dirumorkan akan kembali beroperasi lagi?" Pria rubah menatap anggota numbers yang hadir dengan senyuman tipis.


Tidak ada yang menjawab. Mereka tahu bahwa orang di depan sana akan menjawabnya sendiri. Pria rubah memetik pemantik korek, kembali menyalakan ujung rokok. Dia menghirup asap sejenak, lalu menghembuskannya perlahan.


"Jawabannya sederhana, yaitu karena ada yang menyalakan api."


Ruangan senyap, masih belum ada yang mau merespon. Pria rubah berdiri dari kursinya, berjalan menuju papan besar berwarna putih yang sedari tadi berhadapan dengan punggungnya.


Dia mengambil alat tulis papan yang terletak di dinding, mulai menulis sesuatu dengan gerakan yang elegan.


Semua anggota numbers yang menghadiri pertemuan mulai memasang wajah yang lebih serius, memerhatikan papan putih itu dengan tatapan tajam.


"Melihat ini saja kalian pasti sudah tahu apa maksudku, kan?" Pria rubah menunjuk garis-garis yang tertulis di papan.


Pria rubah menulis tiga nama dengan jarang yang agak berjauhan satu sama lain. Mereka yang menghadiri pertemuan sudah mengetahui tiga nama yang memang tidak asing lagi.


"Kenapa anda menuliskan nama organisasi lain? Apakah pembahasan ini akan sangat panjang, Mr. Fox?" Salah satu agen mulai melontarkan pertanyaan, namun pria rubah tidak menggubris itu.


Dari tiga nama yang ditulis oleh pria rubah adalah Bildeshem, Daffodils, dan Chjornaya.


Dimulai dari nama 'Bildeshem' yang merupakan nama organisasi mereka. Tidak ada satupun yang tahu arti dari nama itu dan pendiri organisasi yang sudah lama meninggal juga meminta untuk tidak mengubahnya.


Organisasi Bildeshem dikenal sebagai organisasi anti-villain. Sebagian besar dari mereka merasa bahwa yang mereka lakukan adalah hal yang benar dan semua orang akan berterima kasih suatu saat nanti, meski cara yang mereka lakukan sangat salah dan menyimpang dari norma.


Organisasi Daffodils dikenal sebagai organisasi yang memihak pada kejahatan. Namun meski begitu, masih banyak dari organisasi lain, baik organisasi gelap maupun organisasi terang yang mendatangi anggota Daffodils untuk mendapatkan informasi. Hal itu terjadi karena seluruh anggota yang terpencar dan saling memberikan informasi lewat aplikasi khusus yang mereka gunakan.


Tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan anggota organisasi Daffodils. Mereka menggunakan cara khusus untuk bertemu yang hanya diketahui oleh segelintir orang.


Dan yang terakhir adalah Chjornaya yang merupakan nama organisasi anti-hero. Organisasi ini hanya menerima anggota dengan usia diatas tiga puluh tahun dan maksimal berusia 45 tahun.


Dilihat dari usia, mungkin kebanyakan orang akan berpikir bahwa organisasi itu hanyalah organisasi yang tidak berguna karena secara fisik sudah sangat tua. Namun kenyataan tidak mengatakan demikian.


Organisasi Chjornaya justru merupakan organisasi paling kuat diantara organisasi dibalik layar yang lainnya. Organisasi ini mengembangkan penelitian dan membuat cairan yang bisa menguatkan tubuh manusia. Karena hal itulah banyak orang yang mencari organisasi ini untuk melakukan transaksi jual beli.


Namun hal itu memiliki efek samping yang sangat fatal. Semakin banyak dan semakin sering seseorang mengonsumsi cairan itu, maka usianya juga akan semakin pendek akibat banyaknya sel rusak yang tidak bisa diperbaiki.


Berbeda cerita jika yang mengonsumsinya adalah anggota Chjornaya sendiri. Mereka sudah menjalani operasi penguatan tubuh menjadi mutan dengan cairan penguat yang memang sudah diproduksi di dalam tubuh.


Lalu kembali pada ruang pertemuan yang masih berlangsung.


Suasana tidak menyenangkan sekali lagi menggantung di langit ruangan. Semua atensi tertuju pada pria rubah yang sedari tadi masih diam membisu. Alih-alih menjawab pertanyaan, pria rubah justru kembali menghirup asap rokok yang masih bertengger di sela-sela jarinya.


Kaki jenjangnya melangkah kembali ke arah kursi tempat dia duduk, dengan santai pria rubah kembali mendudukkan dirinya. Secara perlahan pria rubah menengadahkan kepalanya lalu menghembuskan asap ke udara, setelah itu pria rubah kembali fokus menatap para numbers.


"Apakah tidak ada satupun dari kalian yang memahami sampai sini?"


Tidak ada jawaban. Bukan berarti mereka tidak memahaminya, justru karena takut salah atau menyinggung pria rubah di hadapannya.


Pria rubah beralih menatap fokus ke arah Arsiel, seketika itu juga Arsiel merasa geram. Mengapa sedari tadi seolah dia ditargetkan untuk menjawab segala pertanyaan yang terlontar dari mulutnya.


Pria rubah membuka mulut ingin menyampaikan sesuatu. Namun, hal itu terhenti ketika Arsiel lebih dulu melemparkan pertanyaan untuknya.


"Untuk memastikan, apakah saya boleh memberikan satu pertanyaan?" Arsiel mengerti apa arti dari tatapan itu. Dengan berani dia mendahuluinya.


"Silahkan."


"Dari semua penjelasan yang coba anda sampaikan, menurut saya dari awal hingga akhir semuanya berhubungan. Apakah benar?"


"Tentu saja semua ada hubungannya. Jadi apa yang anda tangkap kali ini?"


"Penghianatan ini pasti sudah direncanakan dengan baik dan semua itu berhubungan dengan dua organisasi besar. Jika kalian masih dalam proses penyelidikan, secara singkat organisasi kita mencurigai salah satu dari mereka. Minimnya bukti membuat petinggi mencurigai dua opsi kuat, yang pertama Daffodils, dan kedua Chjornaya."


"Dugaan anda benar nona. Secara lengkap, Hal tersebut berhubungan dengan topik utama. Operasi AM-4 muncul kembali ke permukaan, semua itu terjadi setelah ditemukan seorang mata-mata dalam oranisasi kita. Dengan sengaja dia telah memantik api pada kasus yang sudah lama padam. Jika hal ini di biarkan begitu saja, organisasi kita akan dijadikan tumpuan oleh mereka. Sederhananya kita adalah calon korban untuk di musnahkan.