I'M Not A Special Character

I'M Not A Special Character
Terjebak dalam Mimpi



"Saya sempat mencuri dengar informasi dari para anggota baru di lantai bawah. Sesuatu yang saya ingat seperti serangkaian pembantaian yang sedang direncanakan atau sesuatu seperti itu." Salah satu lelaki yang berdiri di belakang Dandelion ikut membuka suara untuk memberikan informasi.


Sontak semua agen yang mendengar itu terkejut bukan main. Kata 'pembantaian' bukanlah sesuatu yang bisa diucapkan hanya sebagai candaan belaka, apalagi bagi seorang agen.


"Masalah ini menjadi semakin rumit. Untuk sementara simpan dulu semua yang sudah kita dapatkan dan fokus pada misi utama saja." Harwich melambaikan tangannya, memberikan isyarat pada mereka untuk segera mengakhiri percakapan dan mengembalikan fokus pada situasi saat ini.


"Yah, meski ini sangat menyebalkan. Setidaknya pilihan bagus untuk tidak memakai lift. Apalagi lift itu hanya ada satu dan khusus untuk agen kelas menengah ke atas saja." Helwer menghela napas. Dia baru saja dipusingkan oleh labirin tangga dan sekarang ditambah lagi dengan informasi yang penuh misteri.


"Tunggu, ada yang ingin saya tanyakan sedari tadi." Agen lelaki yang berada di paling belakang mengacungkan tangannya, membuat semua perhatian agen di depannya teralihkan.


"Kenapa para gadis tidak menggunakan perlengkapan dari maskas? Agen Dandelion juga sampai menggunakan senter."


"Ruangan ini gelap, tentu saja saya harus memakai senter sebagai alat penerangan. Apa yang salah dengan itu?" Dandelion menatap agen yang berada sedikit jauh darinya dengan wajah terheran-heran.


Agen itu diam tanpa bersuara. Hanya helaan napas panjang yang terdengar mengisi keheningan suasana. Sebagai jawabannya agen itu mengetuk jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sehingga membuat Harwich, Helwer, dan Dandelion sedikit terkejut.


"Sial! Saking sulitnya situasi sekarang sampai membuatku lupa." Harwich menepuk jidat, mendengus. Dia baru ingat kalau jam tangan yang diberikan pada setiap agen dalam misi ini sudah dilengkapi oleh beberapa hal, salah satunya adalah senter.


Dandelion mematikan senternya, kembali menaruh benda itu ke dalam saku. Kemudian semua agen di tempat menekan tombol kecil pada jam disaat yang hampir bersamaan. Seketika itu pula tempat mereka berada dipenuhi oleh cahaya.


"Baiklah, dari sini kita berpencar menjadi dua grup. Dikarenakan kita hanya ada enam orang, jadi setiap grup berisi tiga anggota." Helwer memberi instruksi dengan cepat dan dibalas dengan anggukan oleh seluruh agen.


"Saya akan menuju ke bawah. Siapa diantara kalian yang akan pergi bersama saya?" Harwich menatap para agen lelaki satu persatu dengan seksama.


"Saya akan ikut!" Tanpa pikir panjang, Dandelion langsung mengajukan diri untuk pergi bersama menuju tangga bawah.


"Saya juga! Saya merasa ada sesuatu yang menarik di bawah sana." Agen yang lain ikut mengajukan diri.


Harwich terus menuruni anak tangga demi anak tangga dengan tempo langkah yang semakin cepat. Gadis itu yakin bahwa labirin ini tidak akan selesai hanya dalam beberapa menit saja. Bisa saja nantinya mereka akan terus terpisah hingga harus berjalan sendiri-sendiri. Akan ada banyak persimpangan yang menunggu mereka di depan sana.


"Maaf, tapi bisakah anda memperkenalkan diri? Saya merasa asing dengan anda." Dandelion membuka suara, menatap lelaki di sampingnya dengan ramah.


"Saya berasal dari kelompok yang baru dibuat tahun lalu.Code name saya adalah Andromeda." Lelaki itu menjawab dengan nada datar.


"Kelompok Galaxy, ya? Tidak buruk."


Tidak ada percakapan apapun setelah itu. Mereka hanya terus menuruni tangga yang bahkan tidak terlihat ujungnya. Harwich sempat ingin putar balik, namun dia dengan cepat segera mengurungkan niatnya. Sudah sejauh ini dan tidak akan ada gunanya jika dia kembali.


"Ini sangat panjang. Tidakkah seharusnya kita sudah berada di bawah tanah? Udara di sini semakin sesak." Dandelion menarik napas panjang. Dia semakin kesusahan untuk bernapas.


"Atau mungkin setiap beberapa meter di dinding akan mengeluarkan gas beracun atau apapun itu untuk membuat kita pingsan dan sebagainya?" Andromeda ikut membuka suara. Mendengar hal itu membuat Harwich seketika menghentikan langkahnya. Gadis itu dengan cepat menoleh dan menatap Andromeda dengan mata membelalak.


"Ada apa?" Andromeda menautkan alisnya, menatap Harwich dengan penuh tanda tanya.


"Apa ada yang salah, Agen A-09?" Dandelion juga menatap Harwich dengan heran. Gadis di depannya seperti sedang kerasukan sesuatu.


"Tidak! Apa kalian pikir ini tidak aneh? Kita hanya terus menuruni tangga. Sudah berapa lama kita melakukan ini?" Harwich mengatupkan rahangnya, menatap dua lelaki di depan dengan seksama.


"Entahlah! Sudah cukup lama kita disini. Tapi apa masalahnya? Kita hanya perlu menuruni tangga ini, bukan?" Dandelion menaikkan satu alisnya.


Harwich menghela napas panjang melihat itu. Dia terdiam cukup lama seolah sedang memastikan sesuatu. Sesekali gadis itu mendengus dan menggigit bibir bawahnya.


"Sudah kuduga! Aku harus segera bangun dan meninggalkan dimensi sialan ini."