I Love You Nanny

I Love You Nanny
Rumah Ibu



##9


Hari sabtu kantor buka hanya setengah hari , aku pulang sekitar pukul 14.00 , hari ini kami akan menginap di rumah ibu dan ayah . Itu artinya aku akan tidur bersama kania , tidak mungkin kan aku tidur beda kamar dengan kania . Ibu akan curiga dengan pernikahan kami.


Sesampainya aku di rumah aku sudah melihat kania bersiap dengan beberapa tas yang berisi baju nya .


" Hay ki . Lo udah pulang , gue udah siapin baju lo " sapanya tehadap ku.


" Ohh oke " jawab ku singkat "


Aku langsung berlalu ke kamar dan mandi , aku bersikap seperti ini agar saat aku kehilangannya tak akan merasakan sesak di dada , sedikit demi sedikit aku menghapus rasa ku terhadap kania.


Aku tak banyak berharap dari hubungan rumah tangga ini , aku mengguyur badan ku dengan dingin nya air shower . Dan memikirkan perkataan kania waktu itu , kalau bayinya sudah lahir dia .


Aku menghampiri kania di ruang tv .


" Lo udah siap?" Tanya ku .


" Udah nih bawa barang bawaan kita "


Aku membawa dua tas yang entah apa isinya . Aku tak mau bertanya padanya , padahal hanya satu hari kita akan menginap di rumah ibu .


Setelah di dalam mobil aku dan kania hanya diam menikmati perjalan yang sedikit padat .


" Ki berhenti di toko kue ya , gue mau bawain ibu sesuatu "


Aku berhenti di salah satu toko kue kesukaan ibu , kania memilih beberapa toples kue kering .


" Oh iya ki , gue juga mau beliin ibu parcel buah "


Aku tak menjawab pertanyaan nya , kami pun berhenti di depan supermarket buah dia membeli parcel buah yang cukup besar .


Saat akan membayar aku diam , kania terlihat bingung harus bagaimana membawa parcel sebesar itu .


" Ki bisa tolong gue bawa ini ? Ini lumayan berat "


Aku langsung mengangkat Parcel itu dan memasukkan di kursi belakang .


" Ki di depan ibu apa lo masih mau diemin gue? " seperti dia khawatir dengan sikap ku di depan ibu , aku tak ingin menyakiti ibu dengan berpura-pura baik di hadapan nya.


" Kenapa? Lo gak mau rahasia lo terbongkar ?"


" Rahasia apa ki ? Ibu baik sama gue , gue gak mau ibu sakit ngeliat rumah tangga anak nya kaya gini "


" Kenapa lo bisa fikirin perasaan ibu ? Tapi engga dengan perasaan gue ? Ka , kurang baik apa gue sama lo , gue selalu perhatian sama lo ? Lo Abisin limit kartu kredit gue , gue gak masalah karena itu kewajiban gue sebagai suami nafkahin lo, tapi mana gak ada feedback nya buat gue . "


Seperti biasa kania tak bisa menjawab Pertanyaan ku , lagi-lagi kania kalah oleh perkataan nya sendiri .


Setelah sampai di rumah ibu aku mengucapkan selam dan mencium kening ibu , begitu juga kania dia memeluk hangat ibu ku .


" Lama banget deh kalian , tega banget sama ibu setelah beberapa bulan kalian menikah baru berkunjung Sekarang " gerutu ibu kesal .


" Maaf bu , luki tuh , dia sibuk mulu sama kerjaan nya" jawab kania manja.


" Kamu jangan terlalu sibuk nak , kania kan butuhkan perhatian kamu ."


" Ibu ini aku datang malah di omelin , apa gak akan di suruh masuk?"


" Ya ampun sampe lupa , ayo masuk mantu kesayangan ibu "


Aneh ibu lebih sayang kania di banding anak nya sendiri , kalau aja ibu tau betapa buruk nya sikap kania tehadap ku . Apa mungkin ibu masih sayang kania ? Entah lah .


Aku membawa barang ku dan kania ke kamar , kania mengikuti ku sampai ke kamar yang dulu aku tempati .


" Biar aku yang beresin ki" dia menarik tas di tangan ku .


Aku hanya diam mendengarkan perkataan nya baru kali ini dia menyebut dirinya aku di hadapan ku .


" Kenapa lo bawa baju banyak Banget?" Tanyaku.


" Aku berencana ingin menginap beberapa hari disini , kamu gak masalah kan ki?"


" Kenapa lo pengen lama-lama disini? Kita harus tidur sekamar loh selama Tinggal di rumah ibu " aku mengingat kan Kania tentang ini .


Ahh aku tau ini adalah bagian rencana nya , aku hanya mengiyakan perkataan nya .


Makan malam pun tiba , kami makan tanpa ada yang bersuara . Sesekali kamu mengobrol denan ayah dan ibu , semenjak luna adik ku meninggal tenggelam di kolam , ayah dan ibu kesepian sekali , apalagi saat aku memutuskan untuk tinggal di apartemen sendiri , ibu tak ada kesibukan selain mebuat content YouTube memasak nya .


Ayah juga lebih sering melakukan aktifitas di luar seperti bermain golf atau sekedar makan bersama teman-teman . Karena perusahaan nya yang ia bangun telah di jalan kan sepenuhnya oleh ku .


" Bu aku mau nginep disini buat satu minggu kedepan , apa boleh ?"


" Ya boleh lah sayang , tidak ada yang melarang .malah ibu senang jadi ibu ada teman ngobrol " jawab ibu .


" Tapi katanya luki gamau bu " kania menunjuk muka ku sambil cengengesan .


Apaan nih maksudnya , gumam ku.


" Yaudah kami tinggal di apartemen aja sana , biar Kania tinggal disini . Mungkin kamu bukan anak ibu , ga ada kangen-kange sama ibu sendiri " gerutu ibu ku kesal .


" Ibu ini apaan sih , bukan gitu . Aku takut ngerepotin ibu tau kalau kelamaan disini " aku mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan .


" Ya engga lah , ibu malah seneng kalian disini . Yaudah kalian istirahat ibu juga mau istirahat "


Aku pun berlalu menuju kamar dan di ikuti kania . Aku masih berkutat dengan laptop ku ada beberapa pekerjaan asisten ku yang harus aku cek .


" Ki , lo gak akan tidur? " Tanya nya .


" Bentar lagi , lo tidur duluan aja " aku lihat kania tidur di ranjang big size ku .


Aku menutup laptop ku dan berbaring di sofa ,, keesokan hari nya aku terbangun memegangi leher ku yang sakit , semalaman aku tidur disini .


Aku membersihkan tubuh dan berniat berenang hari ini , aku turun kebawah dan di sambut ibu .


" Kania mana sayang?" Tanya ibu.


" Kania masih tidur bu , mungkin cape "


" Yasudah gapapa suruh istirahat aja , lagian kalo orang hamil makin besar itu makin susah tidur malem nya "


" Iya bu aku ngerti , aku mau renang udah lama gak olah raga " ujar ku m


" Oke , mau ibu buatkan sesuai?"


" Gak usah bu , aku suruh mbok sam aja. Ibu bikin konten YouTube aja sana . Dasar ibu-ibu sosialita "


" Berani ya kamu meledek ibu kamu sendiri " aku pun berlari menuju dapur karena aku yakin ibu akan menyentil kuping ku kalau aku tak segera kabur.


Sesampainya di dapur aku neminta di buat kan cemilan dan jus jeruk .


" Mbok sam , Luki minta tolong buatkan jus jeruk dan cemilan ringan ya di antar ke kolam renang . Makasih sebelumnya nya mbok "


" Nggeh den " mbok sam pun langsung membuatkan pesanan ku.


Jeburrrr... Ah seger nya pagi ini , sudah lama aku gak pernah berenang .


" Luki..." Teriakan kania mengagetkan ku .


" Apaan si pagi-pagi udah teriak-teriak "


" Lo ko gak bangunin gue? Eh maksudnya kamu ko gak bangunin aku sih . Malu tau tidur di rumah mertua sesiang ini "


" Gapapa sayang , kamu kan perlu istirahat banyak . Jadi tak masalah untuk ibu " ibu menjawab pertanyaan kania .


" Eh ibu , maafin aku ya bu , harusnya aku bantuin ibu masak tadi " kania sedikit memasang wajah sedih.


" Udah ah jangan cemberut gitu , cantik nya hilang . Sana berenang orang hamil di anjurkan berenang agar persalinan nya lancar "


Kania langsung masuk dan berenang bersama ku , entah lah aku harus bahagia atau malah sebaliknya . Sifat Kania yang tak mudah di tebak membuat ku ragu . Entah apa yang di rencanakan nya Saat ini .


Kami berenang cukup lama , akhirnya aku mandi dan membersihkan diri di kamar mandi bawah , lalu naik ke atas memakai baju santai dan celana pendek selutut.


Kania memakai celana pendek dan kaos yang sedikit longgar , dia tampak cantik dia menyajikan makanan untuk ku makan siang . Pertama kalinya dia melayani ku selama kami menikah. Aku yakin ini semua semu jadi aku tak mau berharap lebih pada nya . Seminggu berlalu kami sudah kembali ke apartemen dan menjalani aktivitas seperti biasa .


( Terimakasih guys sejauh ini masih setia dengan novel ku . Jangan lupa like dan vote ya guys biar makin semangat up nya .)