
##53
Desi pun segera bergegas menuju tempat parkir , dia berjalan bersama bu indah dan ibu Siti teman guru yang sangat dekat dengan Desi .
Mereka berdua juga sudah tau masalalu desi sebelum jadi seperti sekarang . Karena desi orang nya mampu menyesuaikan diri , maka sangat gampang akrab dengan teman barunya .
" Bu Echi gak bawa mobil. ? " Tanya Indah .
" Terus pulang nya gimana dong , mau bareng aku aja des?? " Tanya Siti , sambil menawarkan tumpangan . Umur Bu Siti memang lebih tua dari dedi , makanya dia terlihat sangat akrab .
" Gak usah bu Siti , bu Indah . Saya di jemput " sorot mata desi mengarah pada satu mobil yang ko cukup mewah .
" Wah di jemput siapa nih , cowok baru nya " canda indah sambil menyenggol Desi .
Desi yang salah tingkah pun hanya tersenyum sambil menutup mulutnya .
" Ya sudah bu indah bu , Bu Siti . Saya duluan ya "
Desi pun berjalan menghampiri Luki yang sedang berdiri di samping mobil nya . Indah dan Siti pun melihat nya kagum . Betapa beruntungnya desi mendapat kan calon suami yang tampan dan mapan .
" Hay , sudah lama menunggu ? " Sapa desi , dan di sambut senyuman oleh luki .
" Udah dua minggu hahaha engga ko baru 10 menitan " desi pun masuk kedalam di bukakan pintu oleh lelaki pujaan nya .
Luki pun berjalan masuk ke bangku kemudi .
" Mulai hari ini kan hubungan kita mulai dari awal , gapapa kan kalau aku anter jemput kamu ? "
" Hmm? Aduh gak usah pak , makin ngerepotin saya " ucap desi .
Luki pun masih fokus mengendarai mobil nya menuju kediaman luki yang berada di kompleks *** *** .
" Ya gak ngerepotin dong yang , kamu kan sudah jadi kekasih ku. Aku harus utamakan kamu " desi pun hanya tersenyum , dan dia baru sadar kalau ini bukan arah menuju ke tempat tinggal nya .
" Loh.. loh pak , kenapa arah nya kesini ? " Luki tak menjawab pertanyaan desi. Dia masih tetap melajukan mobil nya .
Memakan waktu satu jam untuk perjalanan yang tidak terlalu jauh , Karena lalu lintas yang sangat padat dan memang selalu seperti itu .
" Ayo turun , ada yang sangat rindu kamu " Luki oun turun dan langsung membukakan pintu untuk Desi .
Desi yang turun dari mobil mengenakan heels cukup tinggi , masih sangat cantik dan anggun .
Desi pun turun dan berjalan beriringan menuju pintu , saat masuk mereka di sambut oleh ART yang bertugas di rumah yang sangat besar itu .
" Kianu mana bi ,? " Tanya Luki , kepada ART yang di ketahui bernama Bi Ida .
" Di kamar pak , tadi sedang bermain ponsel " Luki pun mengangguk , dan mempersiapkan desi duduk .
" Kamu mau minum apa? , Tunggu dulu sebentar . Aku susul kianu dulu " desi pun hanya duduk sambil melihat sekeliling rumah itu , interior yang cukup mewah di setiap sudut nya . Desi yakin , orang yang. Tinggal disini pasti akan betah.
Teriakannya terdengar dari lantai atas .
" Tante desi !! " Suara kianu sangat nyaring , membuat desi langsung fokus dengan suara tersebut .
" Hay sayang " sambut desi , dengan membentangkan kedua tangan nya dengan cepat dia memeluk tubuh anak ganteng ini.
" Tante juga rindu kiki , kiki apakabar ? " Desi menggendong kianu .
" Senang nya tante berkunjung ke rumah kiki , ayo kita ke kamar kiki " desi pun mengikuti langkah kiki yang terus menarik nya sampai ke dalam kamar .
" Wah kamar kiki keren sekali , tante betah kalau harus tidur disini " desi pun tersenyum melihat kamar yang yang bernuansa astronot .
" Tante temenin kiki disini , ceritakan saat kiki masih bayi dulu " kianu pun beranjak menaiki ranjang dan menuntun desi agar tidur bersama nya .
Dia pun menyandar kan kepala nya di pelukan desi , sambil mengusap kepala nya desi mulai bercerita .
" Dulu kiki anak yang baik , anak yang tidak pernah menangis . Seingat tante kamu kalau menangis jika ingin makan atau minum susu . Kiki tau gak , kiki paling suka mencium ketiak tante baru bisa tidur hihi " desi kembali mengingat saat mengurus kianu .
" Apa tante menyayangi kiki ? " Kianu pun mengangkat wajahnya menghadap desi , Desi segera mencium kening nya .
" Tentu sayang , kamu itu sudah Tante anggap sebagai anak tante . Makanya saat tante mengurus kamu , tante tidak merasa kesulitan "
Tak ada suara terdengar dari bibir mungil nya , saat desi melihat dia sudah terlelap dalam pelukannya .
" Yaallah jangan biarkan kebahagiaan ini sirna , aku sangat menyayangi anak yang berada dalam pelukan ku ini "
Karena merasa lama menunggu mereka berdua , Luki pun menyusulnya ke kamar . Saat dia membuka pintu , Desi langsung memberi isyarat telunjuk di bibir nya .
Luki pun mengerti dan menghampiri nya . Membantu Desi menidurkan kianu di kasur , saat itu jarak wajah mereka sangat dekat . Desi menjadi salah tingkah saat di pandang luki . Luki pun mendekat kan bibir nya dan mencium nya lembut .
Tak ada respon yang pasti dari Desi .
" Kenapa masih kaku sih " ucap luki dalam hati .
Desi masih membeku seperti es balok , betapa hati nya sangat bergetar dan menahan gejolak asmara . Dia tidak pernah melakukan ciuman dengan lelaki lain selain luki dan ini yang kedua kalinya , bahkan Reyno pun yang Pernah menjadi suaminya tidak Pernah merasakan ciuman bibir manis desi .
Dengan segera desi melepaskan bibirnya dari Luki , dia takut kianu terbangun dan melihat kejadian yang tidak seharusnya ini .
Luki menatap wajah desi yang merah padam , Desi pun berdiri dan meninggalkan luki menuju ruang tamu . Luki segera mengikuti langkah desi , dia takut desi marah atas perbuatannya .
" Sayang .. kamu marah " luki pun menahan langkah nya dan menarik lengan Desi .
" Engga .. saya gak enak takut kiki bangun " luki pun tersenyum , merangkul tubuh mungil nya menuju ruang tamu .
Mereka pun duduk bersama , luki menggenggam tangan desi .
" Kapan kamu siap melangkah menuju pelaminan lagi ? Sungguh aku tak mau menunggu . Takut kamu pergi lagi " luki memasang wajah sendu .
" Maafkan saya , sebenarnya saya juga ingin menyegerakan hubungan kita , tapi bang Rey ingin bertemu dengan kamu . Aku ingin mengajak kamu ke makam nya dan meminta izin "
" Kapan kita kesana ? Aku ingin secepatnya "
" Hari Jumat ini kita kesana "
" Terimakasih sayang " luki menggenggam tangan nya , mengelus wajah , mencium tangan nya lembut .
Desi pun pulang saat pembicaraan serius nya sudah selesai , karena mika dan reka sudah menghubungi nya untuk pulang . Ada beberapa reseller toko bunga yang meminta untuk di kirim bunga dari kebun Rey flower .
Jangan lupa like dan vote 👍👍👍