
##8
Malam ini aku malas pulang , aku memutuskan ikut bersama Resky ke club malam ya untuk sekedar minum dan melupakan sejenak fikiran ku .
Aku minum beberapa gelas dengan kadar alkohol yang cukup tinggi , aku ingin lupakan Kania , aku ingin lupakan kehidupan ku .
Sudah tengah malam kania menghubungi melalui pesan WhatsApp .
" Ki lo lagi dimana ,lo gak akan pulang? gue pengen makan nasi goreng tapi gue pengen makan di tempat . Lo bisa temenin gue ?
Mataku yang semula sayu langsung membulat . Sesegera mungkin aku pulang .
" Oke gue balik sekarang , lo tunggu gue di lobby " perintah ku , aku ingin sigap menjadi suami apalagi kania sedang hamil pasti ngidam dan pengen yang macem-macem .
Sebetulnya aku mabuk , tapi aku menguatkan diri membawa mobil . Aku sudah sampai di apartemen dan melihat kania tengah berdiri di lobby apartemen dia langsung masuk ke dalam mobil .
Dia melihat ku sebelum menggunakan Sefti belt nya .
" Ki lo mabok? Abis darimana lo?"
" Bukan urusan lo " jawab ku ketus .
" Lo gaboleh mabok ki , gabaik buat kesehatan " apa maksud nya , so perhatian sama gue . Gumam ku dalam hati .
" Lo juga mabok kemarin , kenapa gue gak boleh ?"
Kania tak menjawab pertanyaan ku dia menutup mulutnya rapat , merasa kalah oleh perhatian nya sendiri .
" Lo mau makan dimana?"
Di menunjuk satu grobak di pinggir jalan " gue mau makan disitu "
Aku langsung memarkirkan mobil ku dan turun menuju grobak nasi goreng . Kania langsung memesan nasi goreng seafood porsi besar .
" Lo mau pesen apa ki? "
" Gausah gue gak laper . Lo aja yang makan " aku masih kesal dengan nya ,aku juga sedikit mengurangi perhatian ku untuk nya.
Akhirnya dengan perasaan tidak enak dia makan dengan lahap nya menghabiskan nasi itu tanpa ada yang tersisa .
Aku membayar nasi itu dan langsung masuk kedalam mobil , tanpa menunggu langkah kaki Kania yang lambat .
Di dalam mobil aku tak bicara apa-apa , mungkin kania sedikit bingung dengan tingkah ku kali ini .
Saat sampai di basemen aku langsung berlalu menuju lift .
" Ki tungguin gue " kania berlari kecil menghampiri ku .
" Lo kenapa sih ? Gue punya salah apa sama lo ? Jangan diemin gue ki "
Aku tak mendengar kan ocehan nya , dengan langkah cepat aku meninggalkan nya sampai di unit apartemen ku. Aku langsung masuk ke kamar tanpa memperhatikan nya , kepala ku pusing mataku berat . Saat itu aku tak ingat apa-apa dan terlelap .
Keesokan pagi nya aku terbangun masih dengan pakaian kerja ku , kepala ku masih sedikit pusing .
Melihat cucian baju ku yang menumpuk aku pun berniat mencuci nya hari ini . Aku membawa keranjang baju menuju ruang cuci memasukan semua baju ku dan menyetel mesin cuci .
Aku melihat kania sedang memasak , entah apa yang di masak nya .
" Ki sarapan dulu gue udah buatin nasi goreng sama telor ceplok nih " tersenyum sok manis .
Aku hanya melewati dia menuju kamar dan mandi , hari ini aku datang ke kantor sedikit siang karena Bangun terlalu siang .
Sebelum berangkat aku menjemur pakaian ku sendiri , ahh punya istri tapi tetep aja ngurus beginian sendiri . Aku menggerutu soal nasib ku sendiri .
" Ki lo mau ke kantor? Gue kira lo gak ngantor hari ini "
" Lo marah sama gue ki? Lo gak mau nyapa anak lo yang ada di dalam perut gue ?" Ah sebenarnya ingin sekali aku mengelus perutnya berbicara pada jabang bayi ku , tapi aku tak mau larut dalam cinta yang membelenggu hati ku , aku gak mau bucin mengingat aku di perlakukan tidak baik oleh kania .
" Gue buru-buru " aku langsung pergi menuju kantor.
Pov kania
Aku tidak mencintai luki , tidak akan pernah . Tapi aku ingin jadi istri baik untuk nya untuk beberapa bulan kedepan menjalan kan kewajiban ku sebagai istri melayani suami ku walau pun itu semua palsu .
Kalian fikir aku bisa berpura-pura baik kepada luki? Itu tidak mudah disaat hati dan fikiran ini untuk ziyan . Tapi aku berusaha memberikan perhatian , tapi tak ada respon baik . Kenapa rasanya sakit ketika luki mencoba menghindari ku .
Malam tadi aku ngidam ingin memakan nasi goreng seafood yang berada di pinggir jalan , aku menunggu kedatangan luki tapi tak kunjung pulang sampai waktu menunjukkan pukul 23.40 .
Aku mencoba menghubungi nya dan mengutarakan keinginan ku malam itu , luki membalas pesan ku dan langsung menjemput ku .
Aku melihat penampilan yang acak-acakan kemeja yang kancing nya terbuka , wajah merah dan penuh keringat . Aku tau di mabuk , aku menanyai nya beberapa pertanyaan dan melarang nya untuk mabuk .
Aku terjebak oleh pertanyaan ku sendiri , karena memang dua hari lalu aku pulang dengan keadaan mabuk berat .
Tadi pagi aku membuatkan nya sarapan , walau pun aku belum bisa masak aku mencoba sebisa ku .
Tapi apa? Jangan kan menyentuh melirik nya saja tidak , rasanya sakit di dada ingin sesegera mungkin aku berteriak dan menangis di hadapan nya .
Apa ini juga yang di rasakan luki saat aku tak memperdulikan nya ? Tak memakan sarapan nya walau pun setiap hari dia membuatkan nya untuk ku . Aku yakin dia marah karena aku mabuk dan dia takut terjadi apa-apa dengan kandungan ku . Saat Luki pulang aku akan meminta maaf padanya atas kecerobohan ku .
Sore menjelang aku mencoba membuka YouTube mencari resep makanan membuat capcay , luki pun pulang dan yang aku lihat sekilas dia masuk dan membawa handuk .
Beberapa menit kemudian aku mengetuk pintu kamar luki .
Tok..tok..tokk
" Ki .. makan malem udah siap nih . Makan bareng gue yu " ajak ku .
" Lo makan duluan aja , gue udah makan di kantor "
Astaga aku ingin menangis saat usaha ku tak di hargai seperti ini , aku makan malam sendiri dan merasakan apa yang luki rasakan waktu itu .
Sudah pukul 21.00 aku belum melihat luki keluar kamar , aku mencoba berbicara lagi dengan nya .
" Ki yakin lo gak akan makan malam ini? Keluar dong gue mau ngomong "
Kulihat luki membuka pintu dan berdiri tepat di depan ku , " ada apa? Apa yang lo mau omongin sama gue ?"
" Guee mau minta maaf ki , soal kejadian beberapa ari lalu . Yang gue balik ke rumah keadaan mabok "
" Ohh itu ? Gak perlu minta maaf , setelah bayi ini lahir lo bebas mau minum berapa botol pun . "
" Tapi lo jangan dingin gini sama gue " pinta ku . Karena ibu hamil selalu ingin di perhatikan walau pun dalam hal kecil .
" Gue males debat , malam minggu kita kerumah ibu kita nginep disana , ibu kangen sama lo "
" Seriusan ki ? Oke gue mau , gue juga kangen sama ibu " ujar ku tulus .
" Oke kalo gitu , kalo gak ada yang mau di omongin gue mau masuk ngantuk "
" Ki gue boleh tidur di kamar lo?"
" Oke , gue tidur di kamar lo "
" Maksud gue , tidur berdua sama lo "
Dia tak menghiraukan perkataan terakhir ku , mungkin dia sudah muak dengan sikap ku yang berpura-pura baik di hadapan nya . Aku tidur di kamar yang di penuhi aroma parfum maskulin membuatku betah berada di dalam sini .
( Jangan lupa like dan vote ya guys )