I Love You Nanny

I Love You Nanny
Kelahiran Baby Ki



##10


Aku sudah kembali ke apartemen ku , keadaan sekarang lebih berbeda . Kania tidak terlalu mendiamkan ku , sedikit memperhatikan ku seperti menyiapkan makanan dan pakaian kantor ku .


Aku masih tetap bersikap biasa saja karena aku tau , suatu saat dia akan meninggal aku dan anak nya .


~~


Beberapa bulan berlalu kandungan Kania sudah menginjak 9 bulan , tinggal menunggu hari untuk kelahiran anak kami yang kami ketahui saat di USG berjenis kelamin laki-laki . Aku senang mendapat kabar dari dokter kandungan yang biasa kania check up kandungannya mungkin di sekitar 5 hari kedepan kani harus banyak sedikit jalan karena dia ingin melahirkan secara normal .


Saat aku bekerja aku mendapat kabar kalau Kania sudah pecah ketuban di apartemen sekitar pukul 11.30 siang , saat itu perasaanku sangat khawatir aku takut terjadi apa-apa kepada anakku.


aku menghubungi Ibu untuk segera menuju apartemen , aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi . Saat aku di apartemen aku berlari menuju unit ku .


Aku melihat ibu dan ayah yang sedang berusaha menenangkan kania . Aku segera mengangkat tubuh nya yang sudah basah oleh keringat , baju yang di pakai nya basah oleh cairan yang di sebut ketuban dan ada sedikit darah .


Aku langsung membawa ke RS bunda kasih . Kania menahan sakit nya sambil memegangi perut yang sedikit turun . " Ki perut gue mules banget , sakit . Gue gak kuat " terdengar suara kania yang lirih .


" Lo sabar ya , gue tau lo pasti kesakitan . Sebentar lagi kita sampe di rumah sakit " jawab ku sambil mengelus kepala kania.


Sungguh aku sangat tidak tega melihat kania bertaruh nyawa untuk melahirkan darah daging ku .


Aku dan kania sudah berada di ruang bersalin , aku melihat wajah nya yang merah matang , mengeluarkan pelu sebesar biji jagung.


Dokter memberikan satu butir obat yang dia telan tanpa air minum , karena ketuban yang sudah pecah mengharuskan kania melahirkan Sekarang juga.


Aku memegangi tangan nya dan sesekali mengusap kepalanya lembut , yaallah jika bisa aku ingin menggantikan dia melawan rasa sakit nya.


" Ki gue gak kuat ki , sakit banget " kania meneteskan air mata dan aku pun begitu.


Aku mengingat perjuangan ibu saat melahirkan ku ke dunia , aku bertekad untuk terus melindungi kania apa pun yang akan terjadi kedepan nya.


" Lo kuat kania ,gue yakin lo pasti bisa " aku menyemangati nya dan tak henti berdoa .


" Ibu kania siap ya , tarik nafas buang perlahan , tarik nafas "


Eeeeeeeeuuuuhhh , beberapa kali kania ngeden dah hasil yang sempurna . Bayi laki-laki ku lahir pukul 13.45 dengan selamat dia menangis sangat nyaring memenuhu ruangan bersalin .


Tak henti-hentinya aku mengucapkan ras syukur , allah telah mendengar doa ku . Aku mengecup kening kania sekilas mengelap keringat nya .


" Makasih ka , lo udah lahirin anak gue . Mempertaruhkan nyawa lo buat anak kita "


Kania tersenyum menyambut pelukan ku , semoga ini awal baik dari hubungan rumah tangga kami .


Dokter dan asisten nya mengurus jahitan kania , sementara baku dan ibu menemani bayi yang belum aku berinama . Aku mengadzani nya di sebelah kanan telinga anak yang begitu tampan .


Setelah selesai kania di pindah ke ruangan rawat bersama dengan bayi ku yang tertidur di box bayi .


" Selamat ya sayang , Sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu " ibu memeluk kania erat .


" Makasih bu , atas doa ibu aku selamat menjalani persalinan secara normal "


" Apa kalian sudah punya nama untuk bayi tampan ini " ujar ayah .


" Bagaimana kalau kianu?" Tawar luki .


" Bagus , kianu satra Prasetya " tambah kania .


" Aku setuju kania , nama yang bagus untuk bayi yang tampan "


Aku mempublikasikan kelahiran anak ku .


Bismillah telah lahir anak pertama kami secara normal , Alhamdulillah BB 3.1kg dan TB 53cm .


Yang kami berinama KIANU SASTRA PRASETYA .


Semoga menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua . Amiin .


Tulis ku di halaman Instagram ku , banyak yang mengomentari dengan doa-doa yang positif .


Alhamdulillah ziyan juga mengomentari , aku senang dia sudah melupakan kania .


Dokter menghampiri ku untuk membicarakan keadaan kania dan harus ada beberapa administrasi yang di bayar .


" Pak luki keadaan ibu kania sudah membaik , jahitannya bisa di cek setelah satu minggu di rumah . Ini ada beberapa resep yang harus di tebus di bagian parmasi ,karen tadi ibu kania kehilangan banyak darah dan harus meminum vitamin penambah darah .


Aku mengangguk mengerti " apa ada pantangan ? Seperti tidak boleh makan apa ? Atau tidak boleh melakukan apa gitu? "


" Untuk sementara karena asi nya belum banyak harus sering minum air rebusan katuk tapi sekarang juga banyak ko yang sudah berbentuk vitamin "


" Kalau untuk makanan dok? " Tanya ku lagi.


" Jangan terlalu banyak makan makanan pedas , itu bisa berpengaruh untuk baby nya "


" Kapan dia bisa pulang ? " Tanya ku lagi .


" Kalau tidak ada halangan dan ibu kania bersama bayi nya sehat . Besok pagi sudah bisa pulang "


" Baik kalau begitu dok , terimakasih telah membantu persalinan istri saya dengan lancar .


" Sama-sama pak itu memang sudah menjadi kewajiban saya "


" Baik kalau begitu saya permisi " aku tersenyum dan berlalu menuju meja admistrasi , untuk melakukan pembayaran biaya kelahiran kianu .


Aku kembali kedalam ruangan melihat kania sedang tertidur , dan ada nampan yang berisi nasi untuk makan sore nya .


" Ka bangun , lo harus makan dulu " aku mengguncang pundak nya pelan .


" Ah iya ki , gue males bangun nih masih lemes "


" Gue suapin ya "


" Oke " dia membenarkan posisi duduk nya dan mengganjal menggunakan bantal .


Aku menyuapi kania dengan telaten , aku tau dia sangat lelah setelah menaruhakan nyawa untuk melahirkan kianu .


" Kalian ini , hilangin dong kebiasan lo gue nya . Udah jadi suami istri juga " protes ibu .


" Aduh maaf bu kebiasaan " kata kania sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal .


" Panggilan kalian apa nih setelah jadi orang tua ? " Tanya ayah .


" Belum tau ya , aku gimana kania aja "


" Aku mau panggil mommy dan daddy aja gimana ? Kamu setuju gak ki? "


" Oke aku setuju , seperti nya kianu ingin minum susu " aku melihat kianu seperti mengemut mulut nya sendiri .


" Tapi asi ku belum keluar , gimana dong? " Jawab kania sedikit sedih .


" Aku tanya dokter dulu deh , kalau pake susu formula gimana "


Aku pun berlalu ke ruangan dokter santi .


" Dok , bayi ku mau susu seperti nya . Tapi bagaimana kan asi kania belum ada ?"


" Untuk sementara pakai susu formula aja , cari di supermarket untuk usia 0-6 bulan . "


" Merk apa ya dok yang bagus ?"


" Sebetulnya tidak harus mahal , asalkan tidak terjadi alergi kepada bayi "


" Baik kalau begitu dok , saya akan beli sekarang "


Aku berlalu menuju supermarket dan mencari susu yang bagus untuk bayi , mengambil dot dan popo ukuran NB size .


Aku membayar dan langsung menuju ruangan kania. " Ka aku udah dapet nih susu sama popo , aku langsung bikin ya "


Saat ini kianu sedang di gendong ibu , aku melihat petunjuk cara membuat susu formula hangat .


Kianu menyambut dot itu terliat dia sangat haus .


( Sejauh ini gimana menurut kalian novel ku ? Mudah-mudahan kalian suka dengan novel baru ku . Jangan lupa like dan komen ya guys biar author makin semangat up nya . Jangan lupa juga baca novel ku sebelum nya " AKU MULAI MENCINTAI NYA " thanks kiss 😍😍 )