
##44
Satu minggu berlalu , desi sudah beraktivitas seperti biasa . Desi sudah memiliki dua karyawati yang bernama Reka dan Mika mereka tinggal tidak terlalu jauh dari toko bunga desi .
Hari ini desi mendapat panggilan pekerjaan di salah satu sekolah elite di Jakarta . Menjadi staf guru yang menangani murid bermasalah di SMA tersebut .
Ruang kepala sekolah .
Tok..tok .tok
" Siang bu , bu desi sudah datang " ucap Office boy kepada bu ani selaku kepala sekolah di sekolah tersebut .
" Suruh masuk din " ujar bu ani .
" Bu Desi silahkan masuk " ucap udin .
" Terimakasih pak udin " ucap desi . Dia pun langsung masuk dan tersenyum kepada bu ani .
" Silahkan duduk bu desi , perkenalkan saya Ani . Kepala sekolah di sekolah ini " bu ani pun menyalami tangan desi dan di sambut dengan ramah oleh desi .
" Terimakasih bu " Desi pun duduk berhadapan dengan Bu Ani .
" Bu Desi , sesuai dengan lamaran yang Bu Desi kirim . Kami memang sedang butuh guru BK yang berkompeten , melihat nilai bu Desi yang sangat baik . Saya tertarik , Karena Bu Desi lulusan psikologi saya harap bu desi bisa menangani siswa siswi yang bermasalah di sekolah ini " jelas bu Ani panjang lebar .
" Terimakasih bu , saya akan berusaha berikan yang terbaik untuk sekolah ini . "
" Untuk gaji Tiga bulan pertama saya akan berikan UMR kota Jakarta . Setelah lewat tiga bulan , akan di sejajar kan dengan guru-guru lain . Untuk angkutan kita juga ada jemputan untuk para guru yang berlokasi jauh dari sekolah ini. Semua fasilitas untuk guru sangat di utamakan . Untuk berpakaian kita cukup berpakaian rapi , dan hari rabu kita wajib memakai baju batik ya "
" Baik bu , terimakasih banyak . Kapan saya mulai kerja ? "
" Mungkin awal bulan ini . Karena kita harus rekap dulu data bulanan untuk guru . Maaf apa bu desi sudah berkeluarga ? "
" Sudah . Saya sudah menikah , tapi suami saya baru saja meninggal satu minggu yang lalu "
" Maaf kan saya bu desi , saya tidak tahu . Saya turut berdukacita "
" Tidak apa bu. Terimakasih banyak , saya hanya ingin bangkit , agar tidak berlarut-larut memikirkan makanya saya memutuskan untuk bekerja "
" Baik kalau begitu bu desi , senang bertemu dengan anda . Anak muda yang memiliki jiwa semangat . Selamat bergabung " bu ani pun menjabat tangan desi . Setelah cukup interview hari ini desi pun pamit undur .
Desi menaiki angkutan umum dia memutuskan untuk pergi ke taman yang biasa mereka kunjungi saat Reyno masih ada.
Desi duduk di kursi taman menikmati es cream dan memandang anak-anak yang sedang bermain disana .
" Tante cantik ... " Terderngar suara anak kecil yang tak asing bagi nya . Desi pun menoleh ke arah sumber suara .
" Ohh hay .. kiki " desi menghampiri kiki dan mensejajarkan tubuh nya " sedang apa disini ? Apa pengasuh kiki meninggal kan kiki lagi ? " Tanya desi sambil mengusap pipi chubby nya .
" Tidak tante alfy . Hari ini kiki sedang merayakan ulang tahun disini " ucap kianu .
" Ohh ya ? Kiki ulang tahun ? Selamat ulang tahun sayang " Desi pun memeluk kiki dan mengecup kening nya.
" Tante ... Tahu tidak mengapa kiki rayakan ulang tahun disini ? "
" Kenapa ? " Tanya Desi lagi .
" Karena kiki ingin bertemu tante . Tadi kiki berdoa ingin secepatnya kiki bertemu dengan tante , dan sekarang terwujud . Kiki rindu Tante cantik "
" Tante juga sangat rindu kiki "
" Oh iya , om tampan mana ? Tidak ikut kah ? "
" Sayang .. om Rey sudah pergi ke surga nya "
" Om rey sudah .. "
" gapapa tante , kita ke sana yu . Kiki akan kenalkan tante sama oma , daddy dan mommy "
Kianu menarik tangan Desi .
" Kiki , gaboleh begitu dong sama tante nya " ucap si pengasuh .
" Bibi cariin kiki kemana-mana tau nya disini . Daddy sama yang lain juga ikut mencari kiki loh , lain kali tidak boleh seperti ini lagi ya " tambah pengasuh kiki .
" Iya .. maaf kan kiki ya bi " ucap kianu sambil menundukkan kepalanya .
" Terimakasih ya mbak , selalu mbak alfy yang menemukan kiki "
" Sama-sama bu " ucap desi sambil tersenyum .
" Kalau begitu mbak ikut kita aja , ke acara pesta kiki "
" Maaf bu saya bukan bagian dari keluarga . "
" Ayo lah tante " pinta kiki merengek . Kiki pun menarik lengan desi sampai di tengah-tengah pesta mereka . Tak tampak orang tua kiki atau pun oma nya .
" Kianu . Kamu ini dari mana saja sih , daddy sama yang lain nyariin kamu loh . Termasuk oma " ucap seseorang dari belakang Desi , suara yang selalu dia ingat .
" Kiki mencari tante cantik daddy . Dan sekarang sudah ketemu . Tante kenalin ini daddy nya kiki "
Perlahan Desi memutar badan nya , berharap bahwa dugaan nya salah . Ini tidak mungkin luki mantan majikan nya dulu .
Saat sudah membalikan badan desi melihat sesosok laki-laki berjalan ke arah nya . Fisik nya masih sama tinggi hanya sedikit gemuk . Wajah yang tampan nya tidak berubah , malah semakin tampan meskipun umurnya sudah tak muda lagi .
Ternyata dugaan desi soal kianu benar . Dia adalah anak dari Luki Prasetya .
Langkah Luki pun terhenti melihat wanita yang menghilang secara tiba-tiba . Meninggal kan Luka yang sangat mendalam . Dia mencari dengan sekuat tenaga , segala upaya telah di lakukan . Malah sekarang bertemu dengan secara kebetulan .
Dia mengingat lagi surat terakhir dari desi , Desi berharap akan bertemu kianu walaupun belum tau kapan waktu nya tiba , tapi dia selalu menunggu waktu itu .
" Kamu ?!! " Pekik Luki sambil menunjuk wajah Desi .
Desi yang bingung harus berbicara apa hanya bisa diam .
" Apa daddy kenal dengan Tante alfy ? " Tanya kianu polos . Tak ada jawaban dari Luki .
Bu lisna Hanya bisa memandang ke arah desi dengan tatapan penuh arti , acara pun selesai . Luki segera menarik lengan Desi agar menjauh dari keramaian . Desi berhutang penjelasan pada nya .
" Pak Luki tolong lepas kan saya " desi berusaha melepaskan genggaman nya .
Setelah di rasa cukup jauh dari keramaian , Luki melepaskan genggaman nya . Dia menatap Desi lekat , dengan tatapan tajam dan hawa dingin mendominasi.
" Kenapa kau muncul di hadapan ku ?! " Ucap luki tak beralih pandang dari desi .
"...." Desi hanya terdiam .
" Sudah puas mempermainkan hati ku seperti ini hah? Aku mencari mu setelah kepergian mu waktu itu . Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku ? "
" sekarang kamu muncul seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita ? Mustahil jika ini adalah kebetulan . Apa yang kamu rencanakan Desi?! Apa?!!" Suara luki kian meninggi saat desi tak bisa menjawab semua pertanyaan pertanyaan luki .
" Semua ini memang kebetulan , saya tidak pernah tau kalau nama kiki adalah kianu . Dan satu lagi saya tidak ada motif apa pun untuk mengurusi keluarga kalian " ucap desi tak kalah keras .
" Kamu tau betapa sulit nya aku bangkit dan melupakan kamu "
" Memang harusnya seperti itu " desi pun pergi meninggalkan Luki , dengan cepat dia menarik lengan nya .
" Ada apa lagi ?! Belum cukup pak luki mencaci maki saya di hadapan umum ?! Kamu hanya mementingkan perasaan mu sendiri . Apa menurutmu aku baik-baik saja selama ini ? Meninggalkan kianu yang ku anggap seperti anak sendiri . Meninggalkan kamu laki-laki yang mampu membuat hati ku luluh ? Lalu setelah aku pergi kamu bahagia dengan mantan istri mu ? Apa kamu tau betapa terpuruk nya aku ? Hah? Apa kamu tau semua itu?! Jangan hanya memikirkan kamu yang jadi korban , aku juga terkena imbas nya atas permainan kamu !! " Desi pun berlari menuju jalan raya , segera dia memberhentikan taksi dan menaiki nya . Betapa hancur hatinya mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan hari ini .
( Jangan lupa like dan votenya 🙏🏻🙏🏻)