
##2
Hari itu aku sangat bahagia sebab mami nya ziyan tak akan menyukai hubungan mereka , awal hubungan baik itu adalah restu dari orang tua .
" Lo yang sabar ya ka , apa yang akan lo lakukan setelah ini?" Tanya ku .
" Gue gak tau ki , gue bingung gimana cara meminta maaf sama mami nya ziyan . Gue yakin mami nya bakalan benci banget sama gue "
Aku memeluk kania lagi , ingin rasanya seluruh dunia tau hari ini aku memeluk nya dan bisa melihat kesedihan dari mata nya , aku ingin jadi obat untuk nya . Harap ku penuh .
Akhirnya aku mengantar kan nya pulang , menemaninya beberapa saat sebelum dia benar-benar tenang.
***
Di kediaman ziyan.
" Mi , harus nya mami ga jutek gitu sama kania tadi " Ziyan memegang tangan mami siska .
" Kalau kamu tau apa yang dia lakukan ke mami , apa kamu masih mau pacaran sama dia ?" Ucap mami tanpa memandang ziyan .
" Mi kania perempuan baik , aku sudah lama berpacaran dengan nya sudah mau 7 tahun . Restui aku mi aku mau serius sama dia . Aku mau nikah sama dia " ujar ziyan memelas kepada mami .
" Tidak . Mami tidak akan merestui hubungan kamu sampai kapan pun !!" Suara mami di naikan satu oktaf .
" Tapi mi , apa yang sudah kania lakukan sama mami?"
" Tanya saja sama perempuan itu langsung , atau kamu lihat cctv saja biar jelas " mami berlalu meninggalkan ziyan menuju kamarnya .
" Mi tolong lah beri kania kesempatan "
" Keputusan mami bukan untuk di bantah ziyan !!" ziyan tahu keputusan mami tidak untuk di bantah , begitu lah mami sangat tegas tapi di balik itu ada hati malaikat .
***
Setelah aku bekerja aku memutuskan untuk tinggal di apartemen sendiri , dengan alasan ingin mandiri . Sebetulnya ibu tak mengizinkan aku tinggal sendiri tapi ayah mengizinkan ku agar aku tidak manja .
Aku memiliki adik yang bernama Laluna insan Prasetya tetapi allah lebih menyayangi dia , dia telah lebih dahulu ,menghadap yang maha kuasa saat usianya 8 tahun .
Apartemen ku termasuk apartemen elite , dan menjadi basecamp kami bertiga . Karena lebih bebas jika hanya ingin minum dan membawa perempuan . Kalau di rumah ziyan dan resky tidak mungkin sebab mereka di kelilingi banyak orang .
Ziyan juga sering meminjam tempat ku bersama kania hanya untuk sekedar bersenang-senang . Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan jika aku keluar meninggalkan mereka . Hubungan yang cukup lama 7 tahun tidak mungkin mereka pacaran sehat betul kan? Mungkin cinta mereka sudah menuju ke cinta kotor .
Setelah perdebatan dengan mami nya ziyan lebih sering menemui kania diam diam , backstreet dari mami nya , mereka bertekad akan meneruskan hubungan mereka hingga mendapatkan restu dari orang tuanya .
Ziyan juga menceritakan apa yang di bicarakan mami nya, kepada ku , aku sedikit lega masih ada kesempatan ku untuk mendekati kania . Jika mereka tidak di restui dan putus hubungan di tengah jalan .
Aku merasa sedikit kejam telah Mendo'akan mereka putus , tapi bagaimana dengan perasaan ku ? Selama ini aku menutupi itu dan berpura-pura bahagia melihat mereka bersama .
Singkat cerita . Suatu waktu aku mendengar kalau ziyan akan di jodohkan dengan wanita asal Bandung , aku gak tau nama nya siapa yang pasti aku dan resky di suruhnya untuk tutup mulut dari kania .
Kania tidak mengetahui pernikahan ziyan akan di laksanakan minggu ini , dia tak mengundang ku dan Resky mungkin agar kania tak curiga .
Setelah pernikahan nya , Ziyan memboyong istrinya ke Jakarta setelah beberapa hari ziyan ingin menemui aku dan resky .
Sementara itu di cafe aku ziyan , dan resky mengobrol sambil minum beer .
"Bro kenapa lo nikah nggak undang-undang kita sih ?" tanya resky
"Gimana kania ? dia udah tahu lu nikah sama cewek kampung itu" tanya ku waktu itu , karena dia sendiri yang memberi panggilan itu untuk istrinya .
"Gua akan menjelaskannya semua kalau ketemu. gua rasa dia nggak akan terima mungkin dia akan memutusin hubungan ini " jawab ziyan lesu . Saat itu aku senang mendengar nya mudah-mudahan mereka mengakhiri hubungan nya .
Tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat keras memanggil ziyan , itu suara kania . Dia tiba-tiba datang entah siapa yang memberi tahunya .
Telihat sorot mata kania yang kecewa terhadap laki-laki yang di cintai nya selama 7 tahun ini , aku prihatin melihat nya dan ada rasa bahagia tersendiri . Kania memukul dada ziyan dengan keras , ziyan hanya terdiam karena dia memang salah disini.
Ziyan mengajak nya pergi entah kemana , entah apa yang mereka bicarakan . Tapi aku berharap setelah ini mereka menyudahi hubungan nya .
" res apa yang mereka bicarakan ya ? " tanya ku kepada resky .
" Ya mana gue tau , emang gue punya Indra ke enam apa , tanya aja langsung !! " sebetulnya bukan itu jawaban yang aku ingin dengar dari manusia fakke ini , sedikit nya jawaban yang membuat hati ku tenang .
Seperti : mungkin mereka akan putus , atau mungkin mereka sedang mencari jalan keluar dan mencari kebahagiaan sendiri . Kalau memang jawaban si resky seperti itu aku akan lebih semangat mengejar cinta ku .
Beberapa hari setelah nya aku tak pernah mendengar kabar tentang kania dan ziyan , mungkin aku terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan yang memang sedang menumpuk .
Tiba-tiba sore hari aku dapat telfon dari kania , dia berencana meminjam apartemen ku untuk bertemu ziyan besok siang , apa-apaan ini kok mereka ga putus . Malah mau ketemu di apartemen gue sial. Umpat ku kesal berbicara sendiri di ruangan ku .
Begitu juga ziyan , dia meminta izin untuk berbicara dengan kania di apartemen ku . Aku ingin menolaknya tapi apa daya mereka teman ku , lidah ini terlalu kelu untuk berkata tidak .
Keesokan harinya kania datang sekitar pukul 13.00 membawa buah tangan donat kesukaan ku , kaya nya dia mau nyogok gue nih , gumam ku dalam hati .
Aku pun mempersiapkan kania masuk dan mengobrol dengan nya .
" Ka bagaimana perasaan lo setelah tahu ziyan menikah? ." Aku membuka pembicaraan .
" Emmmhh gue akan nungguin dia selama satu tahun , dan setelah mereka berpisah kami akan menikah ki . yang gue denger istrinya jelek dan kampungan " jawab kania penuh keyakinan .
" lo yakin dia akan nikahin lo? Satu tahun kan bukan waktu yang sebentar ka ." Aku memberikan jawaban yang sedikit membuat kania bimbang.
"Dia sudah janji sama gue luki , gue yakin dia akan menepati nya " jawab kania meyakinkan dirinya sendiri.
" lo harus membuka mata kania , masih banyak laki2 yang mau sama sama lo " ayolah kania lihat aku , batin ku berteriak .
Terdengar suara ketukan pintu dari luar , dan aku yakin itu ziyan . Aku langsung membuka pintu dan meninggalkan kania di dalam .
" Hay bro aya masuk kania sudah di dalam ." Sambut ku dari dalam .
"Makasih ya bro lo udah kasih gue izin untuk bertemu disini. Bukan gue gak mampu sewa hotel , gue takut kalo orang-orang tahu " ujar nya sedikit tak enak seperti nya .
" Santai aja bro kaya ke siapa aja , gue keluar dulu ya mau beli makanan . Bersenang-senang lah " aku pun pergi menuju lobby .
Entah mau kemana dalam diam aku memikirkan sesuatu pertanyaan ini berputar-putar di kepala ku .
Mereka melakukan apa ya ? Mereka berbuat apa selama aku pergi? Ahrggg aku mengusap kepala frustasi .
Aku rasa ziyan adalah manusia paling rakus , ingin memiliki wanita tanpa memilih salah satu . Tapi aku tidak bisa menghakimi nya mungkin dia punya alasan tersendiri .
Saat aku kembali ke apartemen ziyan pergi meninggalkan kania dengan terburu-buru .
( Aku terbuka saran kalian , bagaimana pendapat kalian di cerita ini ? Jangan lupa like dan vote ya see you again dear :))