I Love You Nanny

I Love You Nanny
Hari Pernikahan



##5


Pagi ini aku tidak berangkat ke kantor , aku berencana akan mengenal kan kania kepada ibu dan ayah mudah-mudahan kania mau . Aku mencoba mengirim pesan .


💌 Ka .. hari ini gue mau ajak lo ketemu nyokap sama bokap gue di rumah . Lo bisa kan?


💌 Oke . Lo bisa jemput gue jam 10 siang ini .


Jawab nya singkat , aku senang akhirnya kania mau membalas pesan ku . Mungkin dia butuh status untuk anak yang dia kandungan .


Aku bersiap setelah menyelesaikan ritual mandi ku , memakai kemeja bahan flanel berwarna merah hitam celana jeans hitam gelap tak lupa gel rambut yang biasa aku pakai . Minyak wangi yang di senangi setiap wanita .


Ingin sesegera mungkin aku sampai di kediaman kania dan mengenalkan nya kepada ibu .


Hanya memakan waktu 20 menit aku sampai di halaman rumah kania , aku turun dan mengetuk pintu .


Tok..tok ...tok


Kania langsung membuka pintu dan sudah siap berangkat ke rumah ku , dia tampak cantik mengenakan kemeja biru polos dan celana jeans yang sedikit ketat .


" Lo udah siap ?" Tanya ku .


" Udah ayo pergi sekarang aja " ajak nya dan langsung berjalan menuju mobil ku .


Di dalam mobil kami tak saling bicara , kania menutup mulutnya rapat . Aku takut dia bersikap seperti ini di hadapan ibu dan ayah . Pasti ibu akan curiga kalau kania dan aku tidak saling cinta . Lebih tepat nya kania tak mencintai aku .


Kami sampai di garasi rumah ayah dan ibu , aku mengajak Kania masuk .


" Assalamualaikum bu " aku mengucapkan salam sambil mengetuk pintu .


" Waalaikumsalam " suara ibu terdengar nyaring.


" Ahhh luki ? Ini calon mu? " Menatap dari atas sampai bawah , lalu tersenyum .


" Perkenalkan bu kania " kania menyalami ibu dan mencium pipi kanan dan kiri ibu. Sungguh di luar dugaan , ibu memeluk nya hangat .


" Masuk sayang , Luki ternya pintar cari calon istri , duduk disini ibu bikinkan minum " kania tersenyum tulus kelihatan nya .


Tak berapa lama ibu datang membawa 3 gelas teh manis hangat dan duduk bersama dengan kami .


" Nak kania . Kenapa pakai jeans ketat begini ? Kasihan nanti bayi nya "


Kania tertegun mendengar ucapan Bu lisna , di tak tau harus menjawab apa yang pasti dia sangat malu saat ini .


" Ibu sudah tau dari luki semuanya , minggu depan kita gelar akad nikah dan pesta resepsi ya , kania siap?


" Iya bu , kania gimana keluarga aja "


" Oke kalo gitu , kita makan siang dulu aja "


" Iya bu , apa yang bisa kania bantu? " Tawarnya Kepada ibu , aku tau ini hanya sandiwara dia saja .


" Gak usah kamu duduk aja ada mbok sam yang bantuin ibu disini " kania hanya duduk di ruang tamu bersama ku menutup mulutnya lagi .


Ayah pun datang dia memeluk ku dan tanpa di suruh kania mencium punggung tangan ayah .


" Ini calon kamu ? Pantes aja di dpin dulu ternyata cantik calon mantu ku . Anak ayah hebat juga dapat menaklukan cewe kantik " ayah bikin aku gapunya muka di depan kania , dia terlihat sedikit marah pada ku .


" Ayah ke kamar dulu ya , kalian ngobrol aja dulu disini " ayah pergi meninggalkan kami berdua .


" Gue gak bilang langsung , ibu udah nerka dengan keputusan gue yang buru-buru pengen nikah . Ya udah gue iyain aja emang kenyataan nya gitu kan . Suara ku tak kalah pelan .


" Kenapa kalian bisik-bisik ? Ngomongin apa ? " Suara ibu mengagetkan aku dan kania .


" Ehh ibu ini loh bu luki , bilang i love you . Padahal udah mau nikah ya bu kaya anak muda aja hehe " jawaban kania membuat ku senang , tapi aku putus asa lagi ini adalah bagian dari sandiwara nya .


" Emm dasar kamu ini , ayo makan ibu udah laper ni , sekalian panggil ayah ya "


Kami semua makan tanpa bersuara , setelah selesai kami membicarakan rencana pernikahan kami semua di serahkan kepada WO yang akan mengurus nya , karena waktu yang sangat singkat kami memutuskan untuk tidak foto prewedding , karena aku juga masih banyak pekerjaan .


Kania pun pamit kepada ibu dan ayah menyalami mereka satu persatu . Saat di dalam mobil dia berkata " lo jangan seneng dulu ya ki ,gue baik sama nyokap lo itu bukan berarti gue nerima lo "


" Gue tau ini bagian dari sandiwara lo , gue janji ka gue bakal bahagiain lo , emang gue ga bisa seromantis ziyan tapi gue bakal jadi yang terbaik buat lo sama bayi kita " aku berusaha meyakinkan nya lagi .


" Bullshit !!! Lo emang gabisa kaya ziyan . Lo emang udah rencanain ini kan . Lo pengen ngehancurin hubungan gue sama ziyan . Lo harus inget . gue gak akan pernah nerima lo , gak akan pernah !! " Teriak kania penuh amarah .


" Gue akan usaha terus meskipun lo menolak , gue akan buat lo jatuh cinta sama gue Kania "


Kania hanya diam , dia tak mau meneruskan pembicaraan yang akan berujung pertengkaran .


Akhirnya mereka sampai di rumah kania , dia langsung turun dan membanting pintu mobil ku dengan keras . Aku hanya menahan kesal ingin rasanya aku meneriaki kania karena dia tetap menolak ku mentah -mentah .


Seminggu berlalu besok adalah hari pernikahan ku , kania sudah tak punya orang tua jadi hanya ada om dan tantenya saja yang menjadi wali nikah kania .


Aku bahagia saat ini , karena kania akan menjadi milikku seutuhnya walau pun dengan cara yang gaboleh kalian ikuti .


Kami memilih tema out door dan memilih warna baby blue untuk dress code nya .


Keesokan paginya aku bangun mandi dan memakai jas berwarna biru muda , aku menilai diriku sendiri hari ini sangat tampan .


Aku duduk di samping kania yang sudah mengenakan gaun senada dengan ku . Dia tampak cantik menggunakan mahkota yang menghiasi kepalanya . Aku tau ziyan tak mau menyaksikan akad kami tapi Resky dia hadir dan mendampingi ku .


Om frans menggenggam tanganku dan berkata " saya nikahkan engkau luki Prasetya dengan keponakan saya Kania sastra indah dengan mas kawin 20 gram logam mulia dan seperangkat alat sholat dibayar tunai "


Dalam satu tarikan nafas aku menjawab " saya terima nikahnya karya sastra indah dengan mas kawin 20 gram logam mulia dan seperangkat alat sholat dibayar tunai "


" Bagaimana para saksi ? SAH? "


" Sah , para tamu undangan ikut mengucapkan nya .


Semakin siang tamu yang datang semakin banyak , aku belum melihat keberadaan Zian dan keluarganya aku mengundang seluruh keluarga .


Kania memasang senyum yang terlihat terpaksa tapi dia tetap menyalami para tamu, dari jauh aku melihat Zian dan istrinya yang baru kutahu namanya adalah Sena menjabat tangan ayah.


dalam hati aku berucap Alhamdulillah Dian kamu datang berarti kamu memang benar-benar sudah melupakan Kania.


Ziyan menghampiriku dan memelukku dia memberi selamat ya lupa juga kepada Kania , aku rasa istrinya cantik jadi tidak ada salahnya kalau dia mau melepaskan kania untukku.


mereka tampak menikmati pesta ini karena mungkin siang sudah menganggap kalau dia dan Kania tidak ada apa-apa, aku sedikit lega karena tidak mungkin kania akan menggoda ziyan lagi setelah menjadi istriku.


Pesta pun telah usai aku memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen bersama Kania , harusnya ini jadi malam kedua kami karena malam pertamanya sudah kulakukan waktu itu.


Kania sama sekali tidak ingin tidur denganku dia memilih tidur di kamar lain . hatiku rasanya sakit mendengar dan mengalami ini semua tapi mungkin dia belum bisa menerima semua ini.


kan yang masih tidak ingin berbicara denganku dia menganggap aku sebagai orang asing di sini, aku tidak mengambil cuti karena aku rasa ini percuma .


( Aku terbuka ya guys sama saran kalian semoga kalian suka cerita Luki dan Desi ini, sengaja aku mengangkat kisah Luki dan Kania dulu karena memang di novel sebelumnya aku tidak terlalu detail menceritakan nya . Semoga kalian suka see you next episode jangan lupa like dan vote nya :))