
#28
Sesampainya di apartemen desi sudah menidurkan kianu di kamar luki , sikap Desi berubah jadi dingin . Seperti ingin menjauhi luki . Dia kembali ke kamar .
Pov Desi
Sebenarnya perkataan ini sudah aku ingin aku dengar Sedari lama , tak di pungkiri aku pun memiliki rasa yang sama dengan pak luki .
Entah aku harus memulai dari mana untuk bicara , aku ingin sekali menjawab iya . Aku sudah sayang kianu seperti aku menyayangi nya seperti anak ku sendiri .
Aku sudah memikirkan untuk menerima pak luki , tapi aku bukan siapa-siapa Disini . Hanya baby sitter yang hanya lulusan SMP .
Malam semakin larut aku tetapi terjaga , masih dengan fikiran yang sama. Desi bangkit dari tempat tidur nya berjalan mondar mandir .
" Ah aku keluar aja deh . Barang kali pak Luki ada si luar " desi pun membuka pintu , dan saat desi melihat ada luki seperti akan mengetuk pintu .
Saat ketahuan desi , dia langsung menyembunyikan tangan nya di belakang .
" Ada apa pak ? Mau bicara sesuatu ?" Tanya desi sambil mendekati luki .
" Emm aaaa , gak ada des . Maaf aku sudah ganggu kamu "
" Gapapa . " Jawab desi , dan Luki pun langsung membalikan badan dan pergi menuju kamar nya .
" Pak ... Tunggu ada yang mau saya bicara kan pak "
" Baik , kita duduk di sofa "
Mereka berdua pun duduk bersebelahan di sofa , desi membalikan badan nya dan menghadapkan wajah ke arah luki .
" Pak ... Apa Perkataan bapak yang tadi adalah sungguh-sungguh ? "
" Tentu .. memang selama ini apa kamu tak merasakan kesungguhan ku ?
" Bukan begitu pak hanya..."
Perkataan desi terpotong langsung oleh luki .
" Desi , masalah kamu lulusan SMP atau bekerja jadi baby sitter ku . Itu bukan jadi penghalang , aku ingin menikah dengan kamu bukan karena gelar , tapi karena ketulusan kamu.
" Pak tapi saya merasa harus menyamakan kedudukan dengan bapak , minimal saya punya gelar . Kasih saya waktu satu tahun untuk mengikuti persamaan SMK lalu mendaftar kuliah . Bapak gak masalah kan ?
" ku ingin nya menikah dulu Des , kalau kamu mau kuliah , ya silahkan tapi setelah kita menikah .
" Tapi pak , ibu gimana ?
" Ibu sudah setuju sayang , kita hanya tinggal nyari tanggal nya saja .
" Yaallah pak , bukan itu. Maksud saya apa ibu sudah setuju sama saya?
" Dari awal juga ibu sudah suka sama kamu des . Ibu sudah setuju kalau aku menikah dengan kamu .
" Hmmm . Jawab desi
" Apalagi desi ? Kania ? "
Desi mengangguk . " Dia sudah bukan siapa-siapa lagi des . Kamu hanya harus fokus membesar kan kianu , mengurus aku . Dan kamu juga harus fokus kuliah "
" Iya pak " jawan nya singkat .
" Jadi mulai hari ini kita pacaran ?
Desi hanya tersenyum menatap luki ,
" Pak aku boleh peluk ? Tanya desi malu-malu
Desi Sekarang sudah mulai genit juga gengs .
Luki langsung merentang kedua tangan nya akhirnya mereka pun berpelukan dengan erat nya .
Setelah puas mereka pun tertidur di kamar masing-masing , dengan fikiran dan hati yang berbunga-bunga .
keesokan hari nya desi sangat semangat menjalan kan tugas nya , seperti ibu rumah tangga .
aku sudah siap dengan kemeja dan dasi lengkap , keluar melihat desi sedang memasak dengan menggunakan dress seatas lutut .
" pagi " jawab luki sambil duduk di kursi .
" makan dulu pak " ucap desi malu-malu .
" kamu juga sarapan yaang , ayo duduk sini "
pagi ini merekapun sarapan bersama , dengan Kianu juga yang berada di gendong desi .
Luki pun pamit menuju kantor , mulai hari ini desi di larang menggunakan seragam kotak-kotak . .
sore itu desi tengah menggendong dan bermain dengan kianu , kianu tumbuh jadi anak yang ganteng dan pintar .
Datang seorang wanita yang desi kenali wajah nya , mendekati nya wanita itu adalah Kania , dia mencoba berbicara kepada desi .
" Hay desi " seseorang melambaikan tangan.
" Ohh iya bu , ada yang bisa saya bantu?" Tanya desi.
" Kamu tau kan siapa saya des,? Saya mantan istri nya luki . "
" Iya bu saya tau "
" Apa hubungan kamu sama luki ? Kalian ada hubungan spesial?" Tanya kania .
" Tidak ada bu , kami hanya sebatas baby sitter dan majikan saja " jawab desi sedikit sedih , padahal tadi malam mereka sudah resmi jadian .
" Ohh syukur lah , aku fikir dia menaruh perasaan sama kamu. Aku yakin dia masih cinta dengan ku , tau gak des dulu dia yang ngejar-ngejar aku . Luki emang baik .
" dia juga selalu bikin aku nyaman terus , spesialin aku lagi. kamu harus nya seneng punya majikan kaya dia , aku mau rujuk sama dia . aku baru sadar kalau dia baik " sambung kania lagi .
perkataan kania ini membuat hati desi ingin menangis . bukan mengenai perkataan nya tenang Luki . tapi tentang sikap kania kepada,anaknya yang acuh , namanya juga bayi mana bisa nyapa orang duluan . harus nya ibu nya menyapa sedikit saja , bukan malah menceritakan tentang kebahagiaan mereka .
" Bu maaf saya harus pulang seperti nya kianu ngantuk , permisi "
" tunggu des aku belum selesai " teriak kania .
Desi langsung pergi meninggalkan kania , karena kianu seperti tak nyaman melihat kedatangan kania .
Bener-bener aneh ya tuh cewek , ku pikir dia bakal gendong kianu atau apa gitu berusaha meluk dia . Ini malah bahas laki-laki , kenapa jadi kesel sih . umpat desi Seraya masuk ke dalam apartemen .
Desi berjalan sedikit cepat . karena tak ingin di kejar kania , saat berjalan dengan sedikit terburu-buru . Desi berpapasan dengan Luki di lobby
" habis main dengan kianu? ".
" iya pak , kayanya di ngantuk deh "
Saat masuk kedalam apartemen bersama aku melihat keanehan. kenapa wajah desi di tekuk gini sih , pasti ada sesuatu . Gumam luki dalam hati .
" Des kamu baik-baik saja kan ?
" Hmmm. " Jawab nya singkat .
" ada apa des , coba cerita sayang " kata luki sambil menatap Desi
Desi diam mematung. " Jawab des jawab , coba jelasin sama aku "
" Cukup pak ! Saya gak tau perkataan bapak kemarin serius atau engga . sebaiknya bapak kembali kepada bu kania !!! " desi membawa kianu masuk kedalam kamar nya .
" apa maksud kamu des ? kembali kepada kania? kamu tahu betul aku sudah gak mau mendengar apa pun tentang kania .
desi tetap mengunci diri di kamar bersama kianu , dan menangis sejadi-jadinya . betapa dia ingin memaki dirinya , sebab ini pilihan yang salah .
" des ayo buka , jangan gini des aku mohon . kamu kenapa tiba-tiba nangis ? teriak luki dari luar kamar .
" kianu , maaf kan nanny. nannya sudah jatuh cinta kepada daddy mu. kalau saja nanny menyembunyikan perasaan ini rapat . mungkin rasanya gak akan sesakit ini . desi berkata di sela tangisan nya.
Dor..dor ... ketukan pintu yang berubah jadi gedoran pintu.
" buka Des . buka " Luki masih berusaha membuka pintu kamar mereka desi yang .
desi masih tetap tak mau keluar , air mata nya seolah-olah keluar dengan sendirinya . apakah desi akan mundur ? apakah Desi akan tetap jatuh cinta kepada Luki ? coba bagaimana kelanjutan nya . saksikan dan baca di episode selanjutnya .
( like komen dan votenya ya guys ❤️)