
##48
" Ki tante pulang duluan ya , bye kiki " desi pun mengecup pipi anak gembil ini .
" Tante hati-hati di jalan ya , apa kiki boleh ke rumah tante ?
" Iya sayang , boleh dong tapi kalau kiki mau main di atas jam 2 ya soalnya tante bekerja "
" Oke tante " jawab nya . Sambil melambai tangan
Desi pun membalas lambaian nya kepada kiki dan Luki . Masuk kedalam mobil dan langsung berlalu . Kianu dan luki memandang mobil Desi sampai tak terlihat menjauh .
" Ayo bos kecil kita pulang " ajak luki sambil menuntun anak tampan ini .
" Oke bos besar " mereka pun tertawa dan masuk kedalam mobil nya . Setelah di dalam mobil Luki hanya melihat kiki dengan seksama .
" Kenapa ? " Tanya kianu .
" Gapapa , dilihat lihat kamu ganteng banget sih , mirip siapa yaa " ucap luki sambil memasang wajah seperti berfikir .
" Iya dong kiki ganteng . Mirip daddy lah hahaha "
" Enggak!, Kamu mirip mommy Kania " ucap Luki dingin .
" Enggak! Kiki mirip daddy " kianu pun melipat tangan nya di dada pertanda dia sedang marah .
" Loh kenapa ? Mommy Kania kan ibunya kiki . Wajar dong kalau kamu mirip mommy "
" Iya emang mommy ibu nya kiki , tapi kenapa ya kiki gak suka aja gitu kalau mommy kania baik-baikin kiki "
" Hey , Daddy tidak pernah mengajarkan mu berbicara seperti itu . Mau bagaimana pun mommy kania itu adalah mommy nya kamu "
" Iya iya daddy maaf " kianu merasa menyesal telah berbicara buruk tentang kania .
Luki pun kembali fokus menyetir , memikirkan pertemuan nya dengan desi , dia bahagia saat bisa berhubungan baik lagi dengan desi , tapi dia juga sedih mengetahui kalau desi sudah menikah . Tidak akan mudah bagi nya apalagi desi sudah menyandang S.Psi dan bekerja sebagai guru di salah satu SMA swasta elite lagi .
Luki pun melihat kianu yang sedang tertidur di jok depan dengan kepala bersandar . Mau memperkenalkan visual Kianu Sastra Prasetya .
Dia tumbuh menjadi anak yang tampan dan menggemaskan . Banyak ucapan nya yang bisa mengimbangi ucapan orang dewasa . Mungkin mental nya sudah terlatih karena di tinggal kania sejak bayi . Ketidak sukaan nya tehadap kania membuat kania sering menangis . Kianu ini terlahir dari rahim nya tapi dia lebih senang jika mendengar Luki menceritakan tentang desi daripada tentang nya . Kianu juga belum tahu kapan dia akan menerima kania adalah ibu kandung yang harusnya dia sayangi .
***
Desi melajukan mobil nya menuju kebun bunga , saat itu pengunjung sangat lah ramai . Banyak mobil yang terparkir di depan kebun . Seperti nya yang datang adalah satu keluarga , ucap nya dalam hati .
Desi pun menjinjing tas nya menghampiri mika dan reka , yang tengah sibuk melayani customer baru mereka . Desi pun duduk di meja kasir membuka blezer nya dan menyimpan nya di kursi ,
Terlihat dua anak kembar yang sangat cantik , sedang berlari-lari di area kebun . Desi hanya menatap mereka sambil tersenyum . Andai kan Reyno masih hidup , dia juga ingin memiliki anak kembar . Jangan kan punya anak , sampai status nya janda pun desi masih gadis .
" Brukk " suara seseorang terjatuh . Desi pun melirik ke arah dua anak kembar itu , dan benar yang satunya sedang menangis . Anak-anak ini berusia sekitar 5 tahunan .
" Kalian tidak apa-apa ? " Tanya Desi membantu anak yang sedang terjatuh itu .
" Sakit tante " keluh nya sambil terus menangis , desi pun menggendong nya sampai di meja kasir . Terlihat dagu dan sikut nya berdarah . Dia memberikan satu botol air mineral kecil untuk kedua anak itu .
" Tante obati ya luka nya , biar ga infeksi " ungkap desi sambil mengambil kotak P3K .
" Orang tua kalian dimana ? " Tanya desi kepada anak satu nya .
" Mami sedang melihat bunga anggrek tante , kita main kejar-kejaran jadi kaka jatuh deh " ucap si anak .
Desi sudah membalut luka nya dengan plester dan perban . Tiba-tiba terdengar suara lembut dari arah depan .
" Ade , kaka mana ? " Tanya si ibu , Desi masih tetap mengobati luka si kaka ini .
Desi pun beranjak dari duduk nya melihat ke arah sumber suara .
" Makasih ya mbak sudah bantu.. " ucapan si ibu pun terhenti ketikan yang dia lihat adalah desi .
" Desi .. apa ini desi " tanya shena. Yang mengunjungi kebun Bunga nya itu memang shena dan keluarga nya .
" Kak shena " pekik desi . Dia sangat kaget dengan customer nya kali ini .
" Yaallah , aku mencari mu Beberapa tahun ini . Kamu kemana ?" Tanya shena , shena yang sudah hijah dia mantap mengenakan hijab setelah kelahiran shenza dan shenzi .
" Maafkan aku kak shena " desi pun menghambur memeluk shena , betapa dia sangat merindukan kaka angkat nya ini .
" Des , kenapa kamu pergi ? Aku sungguh mengkhawatirkan mu saat itu . Entah kamu tidur dimana dan makan apa " ungkap shena .
" Desi selama ini baik-baik saja ka , Alhamdulillah desi bertemu dengan orang-orang baik " mereka berdua pun duduk berhadapan .
" Apakah ini kebun bunga mu ? "
" Iya , ini peninggalan suami ku , kak ".
" Oh kamu sudah menikah ? Pantas saja nama kebun nya Rey flower "
" Maafkan aku ya kak , selama ini menghilang tanpa jejak , apakah ini shenza dan shenzi ? "
" Iya benar , dimana suami mu ? "
" Masyaallah mereka tumbuh jadi anak-anak yang cantik ya " ucap desi .
" Suami ku sudah berpulang kak , dia menderita penyakit tumor otak stadium lanjut . "
" Aku turut berdukacita ya des "
" Terimakasih kak , aku sudah mengikhlaskan nya perlahan . Aku harus menjalani hidup dan mencari kesibukan . Sekarang aku sudah bekerja kak , mengajar di SMA *** *** "
" Wah sekarang adik ku ini sudah menjadi guru ya "
" Haha apaan sih kak shena " desi pun tersipu malu , dia mengalihkan pembicaraan dan menanyai anak kembar tersebut .
Ziyan yang melihat shena yang sedang mengobrol dengan Desi , dia memasang wajah yang kaget . Berarti yang dia mari kemarin adalah desi .
" Kak , maafkan soal yang kemarin " ucap desi .
" Maaf untuk? " Tanya shena .
" Kemarin salah orderan itu loh . Aku merasa sangat tidak enak kepada kaka dan keluarga , aku tidak bermaksud untuk ... "
" Tidak apa-apa .. harusnya aku yang minta maaf , a Ziyan sampai akan menutup kebun bunga mu "
" Kalau kemarin aku tau ini adalah toko desi , aku bakalan beneran tutup toko bunganya " ziyan memandang dengan tatapan serius .
Desi dan Shena yang berhadapan secepatnya berdiri , dia hendak ingin meminta maaf kepada ziyan . Tapi tawa ziyan pecah .
" Hahaha , aku bercanda lagi . Kamu sekarang sudah sukses ya . Maaf kan aku kemarin sudah memaki kamu desi "
" Tidak apa , pak Ziyan . Itu memang kesalahan dari Kami , kami wajib bertanggung jawan penuh " ucap desi tersenyum .
" Luki sudah tau kalau kamu disini? " Tanya ziyan .
" Belum , tapi kami sudah pernah bertemu dan berkomunikasi dengan baik . Entah ini memang skenario allah . Orang-orang yang aku tinggalkan kembali lagi kak , bahkan dengan cara yang tidak terduga seperti ini " ungkap desi sambil menggenggam tangan shena .
Mereka pun menghabiskan sore ini dengan bercerita banyak hal . Desi pun menceritakan kenapa dia pergi dari sisi Luki saat itu , Shena pun menganggap wajar hal itu , dia tidak mau menjadi penghalang untuk luki dan kania . Menceritakan hidup nya selama menjalani sekolah persamaan dan lulur dari universitas dengan nilai terbaik .