I Love You Nanny

I Love You Nanny
Sidang Skripsi



##39


Setelah kondisi Reyno membaik desi pun beraktivitas seperti biasa . Hari ini adalah hari yang sangat desi tunggu . Dia akan melaksanakan sidang skripsi , betapa perasaan nya tak menentu Sekarang .


Tak ada yang mendampingi nya saat ini , melihat kawan-kawan di dampingi oleh orang terdekat nya , sedangkan desi . Dia hanya seorang Karena Reyno harus menjalan kan kemoterapi .


Giliran desi pun tiba , dengan doa yang ia panjatkan sebelumnya . Desi di dampingi dosen pembimbing dan 3 dosen penguji . Melakukan presentasi menggunakan powerpoint , seperti biasanya dosen penguji memberi kan Pertanyaan dan desi pun bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen penguji dengan baik . Memakan waktu sekitar 2 jam sidang skripsi pun selesai , desi mendapat nilai baik dari para dosen penguji . Dan dinyatakan lulus .


Sekarang desi berhasil mengubah namanya .


" DESI ALFY WIRAWAN S.Psi "


Dengan gelar yang desi punya saat ini dia bisa mendapatkan pekerjaan yang dia cita-cita kan sejak dulu . Sebetulnya Desi sedang di butuhkan di salah satu RSJ menjadi konsultan bagi orang-orang yang terkena gangguan mental .


Desi pun segera mengabari Reyno , untuk sidang yang berjalan sukses . Tentu ini juga adalah doa Reyno yang menyertai nya .


" Sayang , aku sudah selesai sidang hari ini . Apa kamu sudah selesai kemo? " Tanya desi .


" Hallo yang , Alhamdulillah kalau sudah selesai . Aku sudah selesai , Sekarang aku lagi di mobil di antar Andra soalnya " ucap Reyno .


" nanti setelah di kosan aku ke rumah ya " ucap desi sambil menutup telponnya setelah mengucap salam.


Desi pun berjalan menuju luar kampus , mencari angkutan umum untuk ia naiki sampai di tempat kostnya . Tapi angkutan umum yang Desi tunggu tak junjung muncul. Dengan terpaksa desi pun memesan taksi online lewat aplikasi di hp nya .


Di saat yang bersamaan Luki dan Kianu melewati kampus desi , luki berencana mengantar kiki ke tempat les siang ini .


" Desi ? " Ucap luki pelan . Dengan refleks nya dia langsung menancap gas memutar balik arah untuk menemui desi , namun sayang desi sudah menaiki taksi online nya entah yang mana. Yang pasti ada 3 mobil yang terparkir di dekat halte tersebut .


" Dad , daddy mencari siapa ? " Ucap kianu sambil melihat ke arah yang ayah nya lihat .


" Ki tadi daddy , melihat ada bunda desi disini " ucap Luki sambil terus melihat ke kanan dan ke kiri .


Kenapa cepet Banget sih ngilang nya . Gumam luki dalam hati , seketika wajah nya terlihat murung .


" Bunda desi ? " Tanya kianu heran .


" Iya bunda , mungkin daddy salah liat ki "


" Daddy sedih ya ? " Tanya polos anak ini .


" Hmm kesedihan daddy sudah menumpuk sayang . Kita pergi sekarang ya " ucap Luki mengalihkan pembicaraan .


Di perjalanan Luki hanya melamun , memikirkan pengelihatan nya tidak mungkin salah , oh apa Desi berkuliah disini ? Benak luki . Dia berencana mencari tahu tentang info desi , setelah mengantar kianu ke tempat les .


***


Di dalam mobil desi duduk , pancaran matanya terlihat sangat lelah . Beban hidup yang di hadapi nya selama ini sudah usai , uang gajinya dulu tidak menipis , dengan rajin dia selalu menyempatkan menabung walaupun gaji di tempat reyno tidak Besar .


Sesampainya di rumah Reyno desi langsung masuk dan melihat Reyno sedang tertidur di sofa .


" Bang Andra , makasih ya udah anter bang Rey kemo hari ini " ucap desi .


" gak masalah . Oh iya sidang nya gimana ? Lancar Des ? " Tanya Andra .


" Bagus kalo gitu , si Nanda soalnya penasaran banget . Takutnya lo gak lulus " ucap Andra .


" Haha tinggal wisuda bang bulan depan . Oh iya tadi apa kata dokter ? "


Andra pun memberi isyarat agar Desi mengikuti nya Sampai ke luar . Setelah di luar Andra Langsung berbicara .


" Des , tumor di kepala Rey membesar lagi . Makanya akhir-akhir ini dia selalu merasa pusing di bagian belakang kepala nya "


" Astagfirullah " desi pun menutup mulutnya dengan kedua tangan . Betapa hal yang tak pernah ingin Desi dengar . Malah sekarang terjadi .


" Lo yang sabar . Dia harus segera melakukan operasi des , dokter takut kalau sel tumor nya ganas " ucapan Andra sungguh membuat desi sangat takut , takut kehilangan Reyno dalam waktu dekat ini .


" iya bang , desi akan pastikan kalau bang Rey akan sembuh "


" Yaudah gue pamit , kasian nanda di rumah sendiri . Lo jaga Rey ya . Kalau ada apa-apa lo bisa hubungi gue " Andra pun pamit kepada desi .


Desi pun masuk menghampiri Reyno yang tenang terduduk dan memegangi kepalanya .


" Yangg , kamu disini ? " Tanya Reyno .


" Iya , aku abis anter bang Andra kedepan " ucap desi duduk di samping Reyno .


" Ohh ... Gimana sidang nya lancar ? " Tanya Reyno .


" Lancar . Gimana keadaan abang ? "


" Seperti yang kamu lihat , aku sekarang menjadi hitam dan rambut ku mulai rontok " ucap Reyno sambil menatap lekat kepada desi .


" Abang gak boleh bilang gitu. Perasaan hati Desi masih tetap sama , walau pun fisik abang berubah "


Reyno menggenggam tangan desi .


" Kamu mau menikah sama aku ? " Desi tak menyangka bahwa Reyno akan melamarnya .


" Apa abang serius dengan ucapan abang? " Tanya desi .


" Aku menunggu beberapa tahun . Menurut mu apa itu tidak serius ? " Ucap Reyno membuat desi lega . Ucapan yang ingin dia dengar , akhirnya terucap juga .


" iya aku mau " tanpa fikir panjang Desi Langsung menerima lamaran Reyno .


Reyno pun memeluk desi , mengusap kepalanya .


" Apa kamu tidak akan menyesal ? Aku akan Pergi meninggalkan kamu , jika allah memanggilku untuk pulang ? " Ucapan nya kini membuat desi benar-benar takut akan kehilangan Reyno .


" Bang selama aku hidup , tidak ada rasa penyesalan untuk ku . Karena saat aku di takdir kan bersama mu . Itu atas izin allah , jika memang harus berpisah itu juga atas izin allah . Tapi untuk saat ini biarkan aku menikmati kebersamaan kita " desi membenamkan wajah nya di dada Reyno .


" Aku tak salah memilih mu " reyno pun mempererat pelukan nya . Betapa dia bahagia memiliki wanita seperti desi . Wanita yang tak melihat harta dan tetap menerima walau dia tau Reyno memiliki penyakit yang amat sangat mematikan.


Untuk hari pernikahan akan di laksanakan secepatnya , karena Desi juga tidak ingin menunda terlalu lama . Masalah ini akan ia bicarakan dengan Bu Rina . Karena satu-satunya orang terdekat Desi adalah bu rina , semua keluarga memutuskan kontak apalagi keluarga dari ayah nya .


( Semoga kalian suka part ini ya gengs , jangan lupa like dan komen nya ya. . Follow juga akun novel ku trims ❤️)