
##23
Pagi hari yang indah matahari malu-malu menyingsing dari ufuk timur . Menyinari para insan yang menjalani aktivitas .
Seperti biasa desi menyiapkan makanan untuk sarapan , membangun kan luki dan menyiapkan pakaian kerja , desi bekerja dengan nya sudah 6 bulan kurang lebih uang gaji yang diterima nya utuh 8jt/ bulan bisa beli semua yang dia inginkan . Mengapa dia terima gaji utuh? Karena Segala kebutuhan dan segala yang dia inginkan itu tercukupi oleh luki . Dan terkadang bu Lisna juga membelikan nya pakaian dan tas dengan harga selangit itu itung-itung bonus telah mengasuh cucunya Dengan baik .
Saat sarapan desi sudah selesai mandi dan menyapu dapur yang menjadi sahabat nya .
" Des hari ini aku izinkan kamu menemui shena ,dan menjenguk baby kembar " ujar ku sambil menyantap sarapan ku .
" Seriusan pak ? " Terlihat wajah nya sumringah seketika .
" Tapi kamu izin kan aku mengantar kamu , kamu mau beli kado dimana?" Seketika wajah nya menjadi kecut , seperti nya dia tak ingin di antar oleh ku .
" Di toko peralatan bayi pak di Jl. Kemuning sebelum masuk kompleks kak shena " jawab nya lesu .
" Oke kalau begitu bersiap lah aku akan mengantarmu sampai pintu rumah ziyan. Dan kamu tunggu aku pulang ,,aku jemput kamu disana nanti sore ".
" Tapi pak saya bisa pulang sendiri ke apartemen " tolak desi halus .
" Des kamu tau kan aku tak suka penolakan " akhirnya desi langsung masuk ke dalam kamar nya . Mengganti pakaian nya dengan jeans biru gelap dan baju kaos merah polos yang sedikit kebesaran membawa tas selendang favorit nya .
Rambut hitam terurai sepanjang bahu sedikit bergelombang membuat terlihat lucu dan imut .
" Bapak sudah selesai?" Tanya desi.
Luki bengong melihat wanita yang membuat hatinya campur aduk ini terlihat cantik dimata nya .
" Pak ? .. pak luki ? Kok malah bengong sih " desi melambaikan tangan nya di hadapan luki .
" Ahhh iya aku sudah selesai des , aku cuci piring dulu " aku beranjak dari tempat duduk ku.
" Gak usah pak biar saya aja " desi mencoba merebut piring di tangan ku dan tak sengaja memegang tangan ku . Seperti ada getaran Desi dan luki melepaskan pegangan dari piring itu .
Mereka diam sejenak lalu Desi mengambil piring itu dan mencucinya , aku dan desi berjalan beriringan menuju lobby apartemen . Saat di lobby aku melihat ada Kania yang akan berjalan masuk kedalam apartemen.
Ngapain dia ke sini , gumam ku dalam hati .
" Hai Ki apa kabar" sapa Kania kepada ku sambil melambaikan tangan.
Bukan menjawab pertanyaan Kania aku malah bertanya balik " Ada apa kamu ke sini ? Tanya ku sedikit katus .
" Aku ingin bertemu anakku kianu " jawaban yang membuat ku geli .
melihat desi tak nyaman aku pun menyuruhnya untuk duluan ke mobil . " Des kamu duluan ke mobil ya tunggu aku di sana " kata ku sambil memberikan kunci mobil.
Setelah itu Desi bejalan menuju mobil meninggalkan ku dan kania .
" Siapa dia luki?" Tanya kania langsung .
" Bukan urusan kamu " jawab ku ketus .
" Mana Ki Aku ingin bertemu dia " luki menggelengkan kepala sambil tersenyum penuh arti.
" kamu ingin bertemu ki ? selama kamu ada kesempatan mengurusnya kamu ke mana saja ? " aku tersenyum tipis .
" Aku rindu tangisan bayi luki , Aku rindu saat kita bersama " jawab nya lirih .
" kamu lupa dengan ucapanku waktu itu ? aku sudah bilang jangan pernah temui Kianu aku akan membesarkannya sendiri dengan tanganku " ucap ku penuh penekanan .
" Kamu Jangan menghalangi seorang ibu untuk bertemu dengan anaknya " dia berbicara seakan orang yang paling benar saja .
" hahaha anak ? sekarang kamu baru mengakui kianu anak ? dulu kamu sendiri yang bilang kalau dia bukan anak kamu dan dia adalah anakku . kalau sekarang aku menemukan ibu yang baik untuknya apa urusanmu ? aku harap pertemuan ini tak pernah terjadi lagi kamu tidak usah menemuiku dan muncul di hadapan kianu agar dia tahu bahwa ibunya pergi meninggalkannya sejak dia bayi " tegas ku .
" Ki tolong " kania memegang tangan ku .
" sorry Aku sibuk , Jangan ganggu aku dan kianu kami sudah bahagia " aku menghempaskan tangan kania kasar , dan berjalan menuju mobil .
Di dalam mobil Desi terlihat gelisah menunggu kedatangan ku .
Terlihat desi sedang melamun dia tak menyadari bahwa aku sudah berada didalam mobil " Des kamu kenapa kok malah bengong gitu sih masih pagi loh ini " .
" Oh gak ada apa-apa Pak . udah selesai ? kita bisa jalan sekarang keburu siang nanti bapak telat masuk kantor .
" hahaha tenang aja des itu kantorku Aku bisa datang ke sana kapan pun aku mau " jawab nya sambil terkekeh manja .
" aku tahu yang kamu pikirkan pasti kamu bertanya-tanya tentang siapa wanita yang menemuiku barusan , apa hubungan ku dengan dia betul kan?" Desi hanya memandang ku heran . Kenapa aku malah tau isi kepala .
Desi tak menjawab pertanyaan ku dia hanya tersenyum, " dia adalah mantan istriku Kania , aku sudah ceritakan ke kamu . dia wanita yang meninggalkan ku dan kianu disaat kianu membutuhkan nya " sambung ku lagi .
Aku melajukan mobil menuju salah satu tempat perlengkapan bayi untuk membeli kado . Setelah sampai desi membeli peralatan mandi , tempat makan ,gendongan , tas bayi semua perlengkapan bayi dia beli double untuk dua baby shen .
Aku membayar semua belanjaan desi , menggunakan kartu debit ku .
" pak harusnya Bapak gak bayarin belanjaan saya " berbisik di telinga ku sambil berjinjit .
" Gapapa sayang , memang harus seperti itu kan laki-laki membayar kan belanjaan . Benar begitu kan mba " aku berkata kepada mbak kasir yang tersenyum pada ku dan Desi .
Pak luki sukses bikin aku salting , apa maksud nya sih pake bilang sayang di depan orang . Umpat desi dalam hati .
Setelah kado terbungkus rapi menjadi dua kado besar , tak sabar rasanya desi ingin segera bertemu 2 bayi cantik shena .
Mereka berjalan menuju parkiran dan menaiki mobil saat di dalam mobil tak ada percakapan di antara aku dan desi .
" Pak luki sukses membuat saya Malu " pertanyaan yang membuat aku tersenyum .
" Buat malu kamu apa? Aku ga buat apa-apa " jawab ku Dingin .
" Kenapa bapak panggil saya sayang di depan kasir tadi? Maksud nya apa ? Malu tau " ujar desi kepada ku sedikit kesal .
" Loh kenapa memangnya? Memang benar aku sayang sama kamu " jawab ku sambil melirik , desi membungkam mulutnya sendiri . Dia takut kuping nya bermasalah , memilih untuk diam tak menjawab dan mengalihkan pandangannya .
" Kenapa gak jawab? Aku gak tau kapan perasaan ini muncul des " mencoba memegang tangan desi .
Desi melepaskan tangan nya , tak terasa mereka sudah sampai rumah ziyan . " Pak kita sudah sampai , ayo turun " ajak desi .
Aku memarkirkan mobil , dan Desi pun langsung turun meninggalkan ku , padahal aku menunggu jawaban nya .
Aku membantu desi membawa satu kado besar nya dan menekan tombol bel , mereka di sambut oleh mba uni dan mempersiapkan nya masuk .
" Silahkan masuk , saya panggilkan dulu non shena nya. " mba uni mempersilahkan masuk .
Luki dan desi duduk di ruang tamu . Teriakan shena mengagetkan nya.
" Desiiiii "
Desi memeluk shena dan cikipa cipiki ala cewek-cewek gitu.
" Ka shena apa kabar , aku bawakan sesuatu untuk si kembar " menunjukkan ke arah kado .
" Kabar ku baik , aduh ngerepotin desi makasih ya " jawab shena mengajak nya duduk.
" Kalian kok ? ( Menunjukan bergantian ke desi dan luki ) ahh kalian ..."
Ucapan shena di potong oleh desi " enggak kak , aku di antar pak luki karena pak luki juga ingin melihat baby kembar , benar kan pak " desi melirik ke arah ku .
" Iya shena , aku mengantar nya aku khawatir takut dia belok ke tempat lain . Nanti sore aku jemput disini . Nitip ya shen " aku tersenyum kepada shena . Membuat shena mengerti arti ucapan nya.
" Ehhhmm maaf malah ngobrol kalian mau minum apa ? " Tawar shena .
" Ah engga , aku langsung ke kantor . Nanti sore aku kesini lagi jemput desi . Kamu jangan nakal ya " mencubit hidung pesek nya .
Aku sukses lagi membuat wajah desi merah merona mengalahkan kepiting rebus .
Setelah pamit aku langsung bergegas menuju kantor , desi pun mengantar ku sampai ke depan pintu .
( Jangan lupa like dan votenya ya , mau crazy up nih ❤️❤️)