
##47
Hari ini desi sudah mulai mengajar di SMA favorit tersebut . Beberapa waktu lalu desi sudah belajar mengendarai mobil dan memiliki surat izin mengemudi .
Dengan sangat pelan desi membawa mobil nya , mobil Honda C***c warna putih . Mobil peninggalan Rey , sayang kalau tidak di pakai .
Desi memarkirkan mobilnya dan keluar melihat sekeliling nya banyak murid yang menyapa nya . Desi berpakaian rapi , memakai blazer dan celana bahan berwarna abu abu . Rambut yang di ikat setengah membuat nya terlihat sangat cantik .
Desi pun berjalan menuju ruang guru .
" Bu desi ya ? " Tanya salah satu guru di sekolah tersebut .
" Iya betul "
" Perkenalkan saya indah , guru bahasa Indonesia . Mari saya antar ke ruangan ibu . " Mereka pun berjalan beriringan menuju ruang BP , sudah tertera di depan pintu Ruang Ibu Desi Alfy .
Desi tak menyangka bahwa cita-cita nya akan tercapai , menjadi guru untuk membimbing murid murid yang bermasalah .
" Silahkan masuk bu desi , semoga betah ya menangani murid murid disini "
" Terimakasih bu Indah , sudah mengantar saya . Amin mudah-mudahan saya bisa mengerjakan tugas saya dengan baik "
Indah pun pamit dan langsung menutup pintunya ,desi melihat beberapa berkas murid-murid yang selalu bermasalah disini . Karena sebentar lagi upacara hari senin desi pun segera merapikan baju nya dan mengikuti upacara dengan baik .
Setelah selesai upacara Bu Ani selaku kepala sekolah , memperkenalkan Desi di hadapan murid-murid yang tampak antusias .
" Anak-anak , kita memiliki staf guru baru . Ibu Desi Alfy , sebagai guru BP baru disini , semoga kalian suka ya "
" Wah kalau guru BK nya cantik gini. Gue mau keluar masuk BP "
" Wah cantik banget ya bu desi "
Ucap murid-murid perempuan maupun laki-laki .
Upacara pun selesai , desi sangat menikmati pekerjaan barunya. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang Desi pun membereskan ruangan nya . Dan bergegas pulang , saat berjalan di parkiran desi melihat anak-anak yang sedang duduk di dekat mobil nya .
" Siang bu desi " jawab anak-anak perempuan .
" Siang ... " Jawab Desi
" Salam kenal ya bu dari kami , kelas XI Ipa 2 "
" Iya terimakasih anak-anak , kalian menyambut ibu dengan baik . Ibu duluan ya "
Desi pun masuk kedalam mobil dan langsung mengendarai nya , di jalan yang sangat ramai desi sedikit gerogi takut menabrak mobil di depan nya . Saat jalanan lengang desi menancap gas dan dug.. desi menghantam sedikit body belakang mobil di hadapan nya . Otomasi si pemilik mobil itu pun keluar dan itu adalah luki .
Aduh ini mobil pak luki . Gimana dong aku bakal ketemu dia lagi . Aduhh , keluh desi .
" Tok ...tok suara ketukan kaca ,"
Desi pun membuka kaca mobil nya .
" Kamu ?! Ucap Luki kaget " cepet keluar liat tuh mobil saya penyok " pinta luki .
Desi pun membuka pintu mobil dan mengikuti langkah luki , saat sampai di depan hadapan mobil yang katanya penyok . Tapi luki jadi salfok sama dandanan desi kali ini , dia melihat tampilan nya sangat formal dan memakai high heels .
" Hallooo ... Pak mananya yang penyok ? Ini cuman lecet doang " ucap desi menyadarkan Luki .
" Ya tetep aja meski pun cuman lecet mobil saya jadi jelek " ucap nya cuek , mereka berdua berbicara seakan orang yang baru bertemu .
" Ya udah bawa ke bengkel aja , habis berapa nya nanti hubungi saya " ucap desi sambil berlalu menuju mobilnya .
" Eh tunggu .. kamu gak usah bayar , gimana kalau kita makan siang bersama ? Banyak yang ingin aku tanyakan " ucap luki dengan nada sedikit lembut .
" Hmm oke , saya juga belum makan siang " desi pun tak menolak ajakan luki , mereka pergi menaiki mobil masing-masing , desi hanya mengikuti laju mobil Luki yang berhenti di tempat les nya kianu .
Luki melajukan mobil nya kembali di susul oleh desi , mereka pun berhenti di salah restoran hidangan ayam . Desi pun turun dari mobil membawa tas nya dengan rambut panjang terurai terlihat sangat antik .
" Hay sayang , apa kabar . Bagaimana sekolah mu hari ini , apa menyenangkan ? " Tanya desi sambil membungkukkan badan nya .
" Sangat menyenangkan tante , kiki mendapat guru baru yang sangat baik "
" Wahh bagus kalau begitu , hari ini kiki mau makan apa ? " desi pun menuntun kiki masuk kedalam resto .
" Kiki mau makan ayam goreng tante " jawab kianu penuh dengan semangat .
" Okee " jawab desi sambil tersenyum . .
Luki yang melihat itu dia merasa bahagia , kalau waktu yang selama ini dia tunggu akhirnya datang juga .
Setelah mendapat kan meja kosong mereka pun memesan makanan dan minuman . Memakan makanan nya dengan raut wajah bahagia .
" Selama ini kamu tinggal dimana ? " Tanya luki di sela makan nya .
" Saya ngekost pak , saya mengikuti persamaan dan berkuliah " jawab Desi .
" Sekarang kamu sudah bekerja ? Dimana ? "
" Saya mengajar di SMA swasta , jadi guru BP "
" Oh yaa ? Bagus dong . Ngambil jurusan apa waktu kuliah? "
" Psikologi pak , oh iya belum berencana membuat adik untuk kianu ? " Tanya desi polos. .
" Hah adik untuk kianu ? Istri saja saya gak punya , mana bisa buat adik untuk kiki hahaha "
" Kenapa bu kania tidak di anggap ya ??" Desi berkata dalam hati .
" Iya dad , padahal kiki sangat ingin adik " jawab kianu membuat luki tersedak . Dia lupa kalau disini ada kianu .
" Kamu sudah menikah des ? "
" Sudah " jawab nya singkat , sama sekali tak menoleh ke arah luki .
" Oh sudah ya . Jawab Luki singkat
" Ku kira , dia menunggu ku , sia-sia rasanya " batin Luki .
" Kalau bu kania tau , saya sedang makan siang bersama kalian , apa tidak akan marah ? "
" Loh kenapa harus ? Dia itu memang ibunya kianu . Tapi kami tidak ada ikatan sama sekali Des . Aku dan kania sudah berkomitmen untuk membesarkan kiki bersama . Aku tidak bisa kembali pada kania , karena aku hanya menunggu seseorang yang sangat ku cinta. , Walau dia pergi , cintanya masih bersemi disini " luki menunjuk dadanya sendiri
" Uhuk uhuk " desi pun hanya bisa terbatuk , dan tiba-tiba tenggorokan nya terasa sangat kering .
" Tante minum dulu " kianu pun menyodorkan satu gelas minuman ke arah desi , dan langsung di minum nya .
" Makasih sayang "
" Jadi selama ini aku sudah salah sangka pada nya ? Berarti selama ini dia menunggu ku ? Betapa jahat nya aku ..
" Tante om tampan kenapa bisa pergi ke surga? "
" Om Rey sakit , allah lebih sayang sama dia . Makanya allah memanggil nya untuk pulang . Sekarang om Rey udah gak sakit lagi sayang " Desi mencoba menjelaskan dengan sangat lembut agar Kianu mengerti .
" Oh begitu ya Tante . Kalau tante sendirian kiki mau temenin tante ah di rumah biar Tante gak kesepian "
" Terimakasih sayang , kamu memang anak yang tangguh dari kecil "
Luki pun sedikit faham , desi menikah lalu suaminya sudah meninggal . Dia akan mencoba untuk meluluhkan hati desi walau dia tau ini tak akan mudah .
Luki bertukar nomor ponsel dengan desi , dia beralasan jika ada sesuatu yang mendesak . Akan lebih mudah untuk berkomunikasi .