I Love You Nanny

I Love You Nanny
Obrolan Serius



##25


Dalam perjalanan pulang aku menyalakan musik yang berjudul kesempurnaan cinta - Rizky Fabian .


Desi hanya manggut-manggut menikmati perjalan malam kami , terlihat dari sorot matanya memancarkan kebahagiaan . Entah itu berasal dari ku atau faktor lain .


Apa aku nyatakan saja perasaan ku terhadap desi ? Selama ini aku hanya berlaku manis tanpa memberi nya kepastian . Aku juga tak pernah bertanya tentang pacar nya . Apa mungkin selama ini dia Dingin sama ku , gara-garapunya pacar ya .


Aku pun mencoba membuka pembicaraan .


" Des ... Apa kamu punya pacar ? "


" Saya gapernah punya pacar pak " jawab nya singkat .


" Ohh kenapa ? " Tanya ku lagi .


" Ya gapapa , gak ada yang mau mungkin "


" Masa sih ? Kamu cantik gini gak ada yang mau ? "


" Ya mana ada yang mau sama cewek minim pendidikan kaya saya , saya sekolah sampai SMP . Kerja pun di hotel sebagai tukang pijat bukan manager . Kalau ada pun yang mau pasti cuman mau main-main aja " jawabannya panjang dan buat hati ku seketika menciut . Belum menyatakan sudah dapat jawaban .


" Ah gak juga des , kamu harus buka sedikit hati kamu . Supaya kamu tau siapa yang serius dan siapa yang main-main "


Tak terasa kami pun sudah sampai di apartemen Karena obrolan yang sedikit serius . Saat turun dari mobil desi berjalan mendahului ku . Aku pun dengan cepat menyusul nya dan menyamakan Langkahku .


" Des tungguin dong "


" Aku cape banget nih pak. Pundak terasa berat " keluh nya sambil memegangi pundak nya .


" Kamu sakit des ? " Tanya ku khawatir .


" Gak ko pak luki " jawab nya singkat lagi .


Saat sampai di lantai 8 aku berjalan beriringan menuju unit ku , setelah di dalam desi menghempaskan tubuh nya di kursi .


" Ah lelah nya "


" Lelah kenapa ? Memang kamu di rumah shena ngapain " terlihat Desi memejamkan matanya , aku mendekat wajah ku ke arah nya .


" Soalnya gak nemu kasur " saat dia membuka matanya dia langsung berhadapan dengan wajah tampan ku , membuatnya langsung menggeser posisi duduk nya .


" Bapak ngapain , jangan bilang bapak mau ci... " Lagi-lagi dia berprasangka buruk lagi terhadap ku.


" Enggak lah tapi aku mau minta maaf juga soal yang kemarin , aku mau cerita . Tapi kamu harus dengerin ya "


" Hmm yaudah gapapa udah kejadian ini kan. Mau cerita apa pak luki "


" Kenapa aku dan kania bisa menikah dan bagaimana juga aku bisa bercerai ? Kamu mau dengar gak ? "


" Yaa . Cerita lah " jawab nya .


" Jadi pernikahan aku dan kania memang suatu kesalahan . Aku menghamili nya terlebih dahulu , dan kenapa aku minta cerai pasti kamu tau kan dari shena apa yang di lakukan nya terhadap ziyan " sebetulnya aku mau menceritakan ini semua terhadap desi , tapi desi juga harus tau .


" Iyaa tau pak , istri bapak jahat . Gamikirin perasaan orang lain . Termasuk bapak juga "


" Dulu aku hanya menyimpan 2 nama di dalam hati ku . Yang pertama ibu dan kedua desi . Kamu tau , aku mencintai nya begitu dalam . Maka aku harus siap jika sakit terlalu dalam . Aku kecewa , aku gamau tau tentang nya lagi . Apa pun yang menyangkut tentang kania aku benci des "


Desi memegang pundak ku sambil berkata .


" Bapak tidak boleh seperti itu , mungkin bu kania punya alasan lain melakukan itu . Bapak juga gak boleh menghalangi kianu bertemu ibu nya . Karena pepatah bilang istri itu ada bekasnya . Tapi kalau anak sampai kapan pun gak akan ada bekas nya pak " jawaban desi membuat ku sedikit berfikir .


" Yang kamu bilang memang ada benar nya , kania dan kianu tidak ada bekas nya . Tapi aku belum siap mempertemukan kania dengan kianu , terlalu menyakitkan mengingat perlakuan nya dulu "


" Yang sabar ya pak , saya tau ini sulit . Tapi percaya deh bapak pasti bisa lalui ini bersama kianu "


" Bersama kamu juga ya des " aku tersenyum kepada desi .


" Pak sebaiknya nya kita istirahat aja , udah malem nih " lagi lagi desi mengalihkan pembicaraan .


Aku pun berlalu ke kamar tanpa mandi hari ini , kelamaan mengobrol dengan desi . Aku seperti menemukan seseorang yang cocok di ajak berdiskusi . Rasanya nyaman sekali bercerita dan berbagai keluh kesah .


Aku pun langsung tertidur setelah membersihkan diri di kamar mandi .


Di kamar Desi mencoba untuk mencerna perkataan demi perkataan yang di lontarkan luki . Apa maksud nya dengan melewati ini bersama nya , apa luki benar mencintai nya atau hanya main-main .


Desi mencoba memejamkan mata nya tapi rasanya sulit dia masih terjaga sampai pukul 2 dini hari , di beranjak dari tempat tidur nya menuju dapur. Setelah memikirkan sesuatu yang menurut nya sulit membuat tenggorokan nya merasa kering .


Des keluar dari kamar menuju dapur dan melalui ruang tv yang gelap , dia mengambil minuman kaleng dingin . Meneguk nya sesaat sambil duduk di kursi meja makan .


Gak kaya biasa nya jam segini belum ngantuk , aku mau nonton tv ahh . Desi pun berlalu menuju ruang tv yang masih gelap , duduk menghempaskan di sofa empuk yang berubah menjadi keras .


Terdengar suara teriakan aaaawwwwww . Seketika desi bangkit dan berteriak " setaannnnnnnn " desi menutup kedua .


Luki segera menyalakan lampu dan memeluk desi .


" Des kamu gapapa kan ? Kata luki masih memeluk desi .


" Aku takut pak " jawab desi sambil terus memeluk luki erat .


" Iya iya kamu tenang , aku ada disini " enak banget meluk desi kaya gini . Gumam ku dalam hati .


" Udah ah pelukan nya " desi melepas kan pelukan nya .


" Kenapa udahan ? " Tanya luki sambil tersenyum .


" kalau kelamaan takut nyaman " jawab Desi sambil berlalu ke kamar .


" Haha desi tunggu des , maksudnya apa coba "


Aku mengejarnya sampai di depan pintu .


" Des maksud kamu apa takut nyaman ? Berarti kamu udah nyaman ? Tanya ku membuat nya tersenyum sangat manis .


" Bapak lebih baik tidur , besok kan harus ngantor "


" Kamu jangan nyuruh aku tidur , kamu yang bikin aku gak bisa tidur . Jadi kamu harus tanggung jawab temenin aku sampai aku bisa tidur "


" Oke oke " kami pun kembali ke ruang tv .


Aku yakin desi sudah membuka hati untuk ku , aku akan memanfaatkan moment ini dengan sebaik-baiknya .


" Des kamu suka gak sama aku ? " Tanya ku .


" Engga " jawab nya singkat .


" Kok engga sih?"


" Ya kalo saya suka sama bapak , bapak udah dimakan kali dari waktu itu ahaha " sudah berani desi tertawa di hadapan ku . Dengan lelucon yang garing tapi lucu untuk ku .


" Kami udah berani ya becanda sama aku " aku menarik hidung nya .


" Aww sakit tau pak " keluh desi sambil mengelus-elus hidung pesek nya .


" Maaf des , mana yang sakit ? " Aku memegang pipi bulat nya dan menatap wajah nya .


" Pak besok kita berkunjung ke rumah ibu yu , aku kangen sama kianu . " ujar desi tanpa mengalihkan pembicaraan .


Padahal sedikit lagi aku akan mengecup bibir nya . Mesum mulu nik luki , bahaya haha


" Ko malah kianu yang di kangenin , aku nya enggak " kataku sambil memasang wajah cemberut .


" Ya iya lah , aku kan udah beberapa hari gak ketemu ki . Kalau sama daddy nya kan ketemu tiap hari " jawaban nya membuat jantung ku rasa mau copot . Untuk pertama kalinya dia memegang kedua pipi ku dan menatap nya dalam .


" Oke besok kita ke rumah ibu " aku memalingkan wajah ku ke tempat lain , desi sukses membuat wajah ku memerah .


" Bapak kenapa ? Kok jadi salting sih ? " Tanya desi sambil terkekeh .


" Salting ? Siapa yang salting ? Enggak ah biasa aja . " Dia benar-benar tau aku memang sedang salah tingkah saat ini . Aku akan mengganti julukan ku untuk desi ai wanita kulkas ,, menjadi si wanita konyol . Ternyata di balik dingin sikap dingin nya , ada sikap hangat dan lucu yang jarang dia perlihatkan .


Kami pun tertidur di kamar masing-masing setelah rasa kantuk terasa . Karena nanti siang aku berencana mengunjungi rumah ibu , karena permintaan desi .


( Terimakasih yang sudah membaca sampai sejauh ini , jangan lupa follow ya biar kalian tau kalau aku up novel baru . Aku berencana membuat novel ketiga ku . Tolong bantu author dengan cara like , komen dan vote ya guys . Makasih ❤️❤️)