
##45
Luki mencoba mengejar Desi yang sudah berlari menjauh dari nya . Dia masih melihat punggung desi menaiki taksi , segera dia mengambil mobil nya dan menyusul taksi yang di kendarai desi .
Bu Lisna , Kania , jua kianu hanya terdiam melihat Luki pergi begitu saja .
" Oma... Oma , daddy mau kemana ? Apa daddy kenal dengan tante alfy ? " Tanya kianu kepada bu Lisna .
" Cucu Oma yang ganteng , tunggu Daddy yang jelaskan ya . Oma takut salah dan nanti daddy marah sama oma " jelas bu lisna lembut .
" Yasudah .. berhubungan acara nya sudah selesai . Kita pulang aja ya "
" Oke mommy " jawab kianu , setelah kejadian itu kania sangat berusaha keras menaklukkan hati Kiki , dan akhirnya berhasil .
" Bu , boleh aku mengajak kiki pulang ke rumah ku ? " Pinta kania kepada bu lisna , Karena komitmen yang mereka bangun bu lisna sudah memaafkan kesalahan di masa lalu .
" Silahkan saja Ka , kalau kiki nya mau " jawab bu lisna .
" Kiki pulang ke rumah mommy ya hari ini. Mommy rindu tidur dengan kiki " kata kania sambil berusaha memeluk kianu .
" Tidak ah , kiki mau pulang ke rumah oma aja . Lagian seingat kiki mommy belum pernah tidur sama kiki , ko bilang rindu aneh deh " jawab anak kecil ini , dia tetap menolak pelukan kania .
" Maaf kan mommy ,mommy yang salah "
" Mommy tidak perlu meminta maaf "
" Ayo oma kita pulang , nanti tolong telfon Daddy suruh jemput di rumah oma aja . "
" Mommy kania hati-hati di jalan " ucap kianu sambil melambaikan tangan . Betapa sedih nya kania melihat anak kandung nya tidak menghiraukan nya sama sekali .
****
" Dimana kamu desi " luki menancap gas , melajukan mobil nya sambil mengejar taksi yang masih terlihat di hadapan nya .
Luki pun mencoba menyalip taksi , yang di duga ada desi di dalam nya . Cekitttt suara decitan ban
Supir taksi pun keluar .
" Mas!!! Mau mati ya main nyelip nyelip aja , emang ini jalan punya nenek moyang lo ?! " Ujar supir taksi yang menumpahkan kekesalan nya .
" Maaf pak saya mau bertemu dengan penumpang bapak " luki pun menghampiri dan membuka pintu bagian kanan taksi .
Alangkah terkejutnya dia , melihatnya penumpang yang di duga Desi , tenyata bukan .
" Mas apa-apa sih . Saya lagi buru-buru nih!!"
" Maaf mba , saya kira temen saya " luki pun kembali menutup pintu nya.
" Pak maaf saya sudah mengganggu perjalanan bapak " ucap luki 🙏🏻🙏🏻
" Ya mas , lain kali jangan seperti itu lagi . Membahayakan keselamatan orang lain itu namanya "
" Saya minta maaf " luki pun segera masuk kedalam mobil , melajukan mobil nya masih mencari desi .
****
Di dalam taksi desi hanya bisa menangis , dia baru saja di tinggalkan oleh suaminya . Sekarang malah bertemu orang yang sudah menyakiti nya , membuat nya merana selama bertahun-tahun .
Desi pun berhenti di kebun bunga nya . Dia berjalan sedikit cepat setelah membayar ongkos taksi nya. .
Reka dan mika yang melihat pemandangan itu hanya terdiam . Tidak seperti biasanya Desi seperti ini , mereka menduga kalau desi sedang mengingat kembali mendiang suami nya Reyno .
" Mbak Desi , mbak desi baik-baik saja kan ? " Tanya mika sambil mengusap punggung nya .
Desi pun mengangkat kepala nya memandang mika lalu mengusap air matanya .
" Saya gapapa , bagaimana pesanan hari ini ? Apa banyak pelanggan baru ? "
" Alhamdulillah mbak , kita dapat pesanan bunga dari orang terkaya di kota ini . Hari ini mereka pesan buket , dan karangan bunga untuk ulang tahun orang tuanya " ucap reka sambil menyusun buket bunga mawar putih .
" Wah Alhamdulillah tuh , oke sekarang kita kerjain sama-sama ya " ucap desi sambil tersenyum kepada mereka berdua .
Reka dan mika ini sudah bersahabat sejak mereka kecil , karena mereka tinggal di rumah tantenya masing-masing dan merasa tak enak harus menumpang . Sekarang mereka tinggal bersama desi di rumah peninggalan Reyno .
Setelah karangan bunga dan buket nya selesai , desi pun memanggil supir antar yang termasuk karyawan nya juga , desi sangat ingin kebun bunga nya berkembang semakin maju lagi .
" Bang antar semua bunga ini ke kompleks **** atas nama shena ? " Hah shena ? Apa ini alamat rumah kak shena ? Desi bergumam dalam hati .
" Kenapa mbak ? Kok malam bengong ? " Tanya bang Jupri , yang melihat desi membaca surat jalan tanpa berkedip .
" Ahh engga bang . Ini surat jalan nya , kalau orang nya mau bayar sisa pelunasan suruh transfer aja ya . Kata Mika , kemaren mereka baru ngasih DP. " Jelas Desi .
" Siap mbak , saya jalan Sekarang . Assalamualaikum " Jupri pun pamit kepada Desi .
" Oh ya , kalian sudah makan siang belum ? Tanya Desi kepada mika dan Reka .
" Belum mbak , kita nungguin mbak . Kita Pengen makan bareng sama mbak " jawab Reka .
" yaallah , sekarang kan sudah lewat waktu jam makan siang . Yasudah Kalian beli makan nya ke tempat ibu. Kita makan disini sama-sama ya " ucap desi sambil memberikan selembar uang kepada mereka berdua .
Desi memeriksa data keuangan di setiap bulan nya , dan itu Sangat signifikan . Mengecek stok pupuk dan bibit bunga yang masuk , banyak bunga-bunga baru selain mawar dan lili .
Setelah beberapa saat Reka dan Mika pun sampai membawa bungkusan . Mereka bertiga makan bersama dan sesekali sambil bersenda gurau .
Tiba-tiba ponsel toko pun berbunyi , telfon masuk dari bang Jupri . Mika pun segera mengangkat nya .
" Ya hallo bang Jupri . Ada apa ? Apa alamat nya gak jelas ? "
" Bukan bukan Mi . Gue udah nyampe , tapi yang punya nya bilang pesenan nya salah. Dia marah-marah nih " ucap bang Jupri .
" Tunggu tunggu bang , aku check dulu "
" Re ... Lo gak salah bikin pesenan kan ?" Ucap mika pelan , sambil menjauh kan ponsel nya .
" Enggak kok , dia mintanya mawar putih besar untuk buket nya . Kalau buat karangan bunga nya mawar putih kecil .
" Coba kalian check lagi. Orang nya pesan lewat telfon apa pesan WhatsApp ? " Ucap desi .
" Oh iya dia pesan lewat WhatsApp Mbak " ucap reka .
" Bang Jupri , tolong bilangin sama customer nya tunggu sebentar . Kita mau check dulu " ucap Mika kepada bang Jupri .
" Oke oke Mi , cepetan kabarin gue lagi ya " bang Jupri pun langsung menutup telfonnya nya dan mencoba menjelaskan pada customer tersebut .
Desi yang sudah menghentikan aktivitas makan nya , ikut mengecek kesalahan nya .
" Re , mereka pesen mawar merah . Coba lo baca nih WhatsApp nya " mika pun memberikan ponsel nya kepada Reka .
" Aduh iya . Gue salah gimana dong Mi ? " Reka pun terlihat panik dan tidak enak hati .
" Udah udah gak usah panik , kita coba telfon sama customer nya . Semoga dia gak mempermasalahkan . Coba telfon bang Jupri " perintah desi .