I Love You Nanny

I Love You Nanny
Sudah waktunya



##42


Hingga pukul 14.00 dokter belum kunjung keluar , desi semakin khawatir dengan keadaan Reyno .


Setengah jam berlalu dokter pun keluar dari ruangan operasi , desi Langsung berdiri menghampiri dokter spesialis bedah , yang menangani penyakit Reyno .


" Alhamdulillah Operasi nya lancar , tinggal menunggu pasien sadar dari masa kritis nya " ucap dokter itu sambil mengusap keringat .


" Maaf dok , kalau sudah sadar dia akan normal lagi kan ? " Tanya Desi .


" Saya tidak bisa memastikan itu bu , kita bisa liha setelah pasien sadar "


" Kami sudah bisa menjenguk pasien? " Tanya bu rina .


" Untuk saat ini belum bu , tunggu pasien di pindah kan ke ruang rawat ya . Kalau begitu saya permisi "


Desi melihat punggung dokter itu berlalu dari hadapan nya , saat ini desi sangat ingin memeluk Reyno yang sudah resmi jadi suami nya.


Perawatan pun membawa ranjang yang di tiduri Reyno , menuju tuang rawat inap nya . Desi pun menyusul para perawat tersebut .


Sekarang rambut Reyno yang tebal sudah hilang . Karena menjalan kan operasi nya perlu membotaki rambut nya.


" Silahkan masuk bu , pak Reyno sudah bisa di jenguk . Tapi jangan terlalu berisik ya " ucap salah satu perawat tersebut .


" Terimakasih mbak " jawab Desi sambil masuk ke dalam ruangan .


" Oh iya bu kalau ibu perlu apa-apa . Ibu bisa tekan tombol sebelah sana . Kami akan segera datang " perawat itu pun pergi sambil membungkuk bandan ke pada desi .


Desi menghampiri Reyno yang tengah tertidur , dia harus melawan masa kritis nya . Wajah yang pucat namun tetap terlihat tampan , desi membelai nya .


" Sayang .. mengusap wajah Reyno . Kamu secepatnya harus sadar . Kita pulang bersama ke rumah " desi tak kuasa menahan air matanya .


Bu rina pun menghampiri desi , mengusap pelan pundak nya . " Nak .. yang sabar ya . Kita berdoa semoga Reyno segera sadar kan diri "


" Terimakasih bu , bang andra , dan mbak nanda selalu nemenin desi "


" Sama-sama des , ini bukan apa-apa ko . Gue sama Andra pasti ada di saat lo butuh "


" Kalian bisa pulang dulu , desi gapapa ko disini sendiri "


" Yaudah gue sama andra balik dulu . Nanti malem gue kesini lagi "


Desi hanya tersenyum mengiyakan mereka berdua pamit pulang . Desi hanya di temani bu rina di ruangan itu . Desi menggenggam erat tangan Reyno , sedetik pun dia tak ingin beralih pandang dari Reyno .


" Istri ku sayang " terdengar suara lirih dari Reyno .


" Sayang , sudah istirahat lah jangan banyak bergerak " ucap desi .


" Maaf kan aku " ucap Reyno lagi .


" Aku di seret waktu "


" Aku sudah gak tahan "


Desi pun panik dan memanggil dokter.


" Bu desi tenang dulu ya "


Desi masih tetap menggenggam tangan Reyno .


" Desi sayang maaf kan aku , tidak bisa menemani mu setiap waktu "


" Tidak .. tidak bang .. kamu tidak boleh bilang seperti itu. Dokter akan lakukan apapun untuk menyembuhkan kamu " desi terus menerus menangis . Dia takut Reyno akan meninggalkan dia untuk selamanya .


" Akkuuu pernah bilang , operasi ini akan sia-sia . Waktu itu akan datang . Aku sudah di panggil sama allah , kamu harus janji untuk menjalin hidup walau tidak bersama aku "


" Engga bang , engga . Kamu harus tetap hidup bersama ku . Kamu inget pagi ini kita baru saja menikah. Bang .. bang Rey hiksss "


" Asshadualla illaha illaullah wa'ashaduana Muhammada rosululloh " dengan terbata-bata Reyno mencoba membaca satu kalimat syahadat . Setelah selesai dia pun menghembuskan nafas terakhir nya .


Menutup mata untuk selamanya .


Suara alat yang berubah tuuuutttttt.


" Ah bang , bang rey bangun . Bang rey gak boleh pergi " teriak desi . Dia pun menangis sejadi-jadinya . Betapa buruk nya nasib yang menimpa nya ..


" Bu desi tolong tenang , kita sudah lakukan yang terbaik . "


" Dok!!! Bagaimana saya bisa tenang . Suami saya kritis begini mana bisa saya tenang!!! " Emosi desi sudah tak bisa di tahan. Dokter segera menyiapkan alat kejut jantung .


Setelah beberapa saat , tak ada respon dari Reyno . Dia sudah di nyatakan meninggal pada jam 21.30


" Nak yang sabar ya , ini semua ujian untuk kamu " ucap bu rina memeluk desi erat .


" Bu .. bagaimana aku bisa sabar . Aku baru menikah tadi pagi , dan di hari yang sama aku di tinggalkan untuk selamanya "


" Ibu tau perasaan mu nak . Ibu tau , tapi kamu harus bisa bertahan . Allah lebih sayang Reyno , sekarang Reyno sudah tidak akan merasakan sakit lagi . Dia sudah tenang di sisi Allah . Kamu harus berdoa , semoga Reyno di terima di sisi Allah SWT "


" Bu .. apa salah ku , Allah memberikan cobaan seberat ini pada ku . Apa aku ikut bersama bang Reyno saja " ucap desi dengan tatapan kosong.


" Astagfirullah. Nak kamu tidak boleh bicara seperti itu. Dengar ibu des , Allah itu tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umat nya . Allah itu yakin kamu dapat melalui ini. Kamu kuat sayang "


Desi pun hanya bisa menangisi jasad suami nya , betapa menyedihkannya hidup desi saat ini . Dia merasa kalau allah tidak adil pada nya , mengambil orang-orang yang dia sayangi . Mulai dari orang tuanya , dan sekarang suami nya . Yang lebih buruk , dia di tinggal kan saat hari pernikahan nya .


" Bu Desi yang sabar . Kita akan memandikan jenazah pak Reyno ya bu. Ibu yang sabar " ucap perawat laki-laki itu .


Desi terpaku melihat jenazah suami nya di bawa ke dalam kamar mayat .


" Mbak Nanda , tolong siapkan rumah bang Reyno . Mungkin nanti subuh jenazah nya akan sampai di rumah "


" Astaga desi . Apa maksud ucapan lo ? " Tanya nanda heran.


" Bang rey .. mbak .. bang rey , dia sudah meninggal " desi pun kembali menangis dan terduduk di lantai .


" Lo yang sabar ya des , gue bakal siapin semua nya sama Andra .


Desi pun memutuskan sambungan telepon nya , dia duduk sambil memeluk lutut nya . " Takdir macam apa ini tuhan , kau sungguh kejam tuhan .. bagaimana bisa aku menjalani ini semua tanpa nya . Hati ku sungguh sangat hancur ... Keluh desi pun terdengar oleh Bu Rina .


" Nak , sadar !! Pergi ambil wudhu .. shalat , minta petunjuk Allah . Mohon ampun lah atas keluhan mu terhadap Allah SWT "


Desi pun berjalan , langkah nya sangat lemah . Dia tetap menguatkan dirinya untuk berjalan menuju musholla di RS . Desi membasuh wajah nya , dan melaksanakan shalat tahajud .


" Yaallah ampuni hamba mu ini . Hamba belum bisa menerima kalau orang yang hamba cintai engkau ambil ya Allah . Hamba mu ini hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa . Apa salah hamba mu ini ya allah " desi pun menangis kembali di hadapan Allah sembari bersujud .


Setelah puas menangisi hidup nya desi pun keluar dari musholla tersebut . Menghampiri bu Rina y sedang terduduk . Bu rina juga merasakan kesedihan yang sama . Reyno adalah pelanggan tetap nya , orang yang sangat royal namun baik .


( Jangan lupa like dan vote ya guys 😍)