I Love You Nanny

I Love You Nanny
Kania Berubah Lagi



##11


Hallo guys selama aku bercerita kalian belum terbayang kan wajah aku . Luki prasetya ? Laki-laki yang dingin dan kaku ini banyak di gemari oleh wanita dan kata nya aku tampan .



Maaf ya guys kalau tidak sesuai dengan imajinasi kanial , soalnya menurut author akang ini cocok buat peran luki Prasetya . Oke guys lanjut baca , jangan lupa like dan komen + vote juga ya ❤️❤️


***


Kania sudah pulang kembali ke apartemen , aku menyewa jasa baby sitter untuk membantu kania mengurus baby kianu .


Aku sudah menjalani aktivitas seperti biasa. Pergi ke kantor dan pulang sore . Aku mendengar kabar resky yang tak bekerja hari ini . Tidak biasanya dia seperti ini , kalau dia memang malas bekerja atau sakit pasti dia menghubungi ku langsung .


Sore pun tiba , aku membereskan semua pekerjaan ku dan bergegas pulang . Entah kenapa Saat sudah punya bayi aku seperti ingin dekat Dengan nya terus .


Dringggg ( suara telfon masuk ) dari ziyan .


" Hallo zi ? " Jawab ku cepat .


" Ki lo udah tau kabar dari resky? " Suara ziyan di balim telfon terdengar cemas .


" Kenapa dengan resky? " Tanya ku lagi .


" Dia culik ami , ade ipar gue "


" APA?! Pantes dia gak masuk kerja hari ini "


" Pantesan . Dia udah di bawa sama pihak berwajib "


" Gue turut prihatin sama istrinya zacky , gimana keadaan nya sekarang?"


" Makasih ki , sekarang ami udah di tangani sama dokter luka nya cukup banyak di muka "


" Gue gak nyangka dia bisa buat nekat kaya gini . Kapan rencana lo mau besuk dia?" Tanya ku .


" Mungkin lusa , lo mau besuk dia juga?"


" Iya ,lo kabarin aja ya kalo besuk dia , barengan ama gue " ziyan pun setuju dan langsung menutup telefon nya .


Aku tak menyangka orang yang paling dekat dengan ku , bisa berbuat hal yang di luar dugaan hanya karena satu kata yaitu cinta . Aku merasa kalau resky adalah sahabat ku yang paling open dalam segala hal. Tapi dia melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap wanita pula . Aku rasa dia sudah berubah menjadi psikopat .


Aku pulang menuju Apartemen ku , dengan lalulintas yang seperti biasa padat pada sore hari . Waktunya orang-orang pulang setelah seharian bekerja keras .


Aku berjalan menuju unit ku yang berada di lantai 8 , dengan sedikit tergesa-gesa tak sabar aku ingin melihat baby kecil ku .


Saat aku masuk aku melihat kianu sedang di gendong baby sitter yang bernama mbak Lastri . Perjanjian kami adalah dimana mbak Lastri harus pulang pukul 16.00 , sekarang sudah pukul 18.30 karena jalanan yang macet total membuat ku kelamaan di jalan .


" Aduh mba maaf , maaf hari ini saya pulang nya telat banget " ujar ku , merasa tak enak .


" Gapapa pak , satai aja pak "


" Kalau gitu sebagai lembur nanti saya kasih tambahan ya , saya mau mandi dulu gapapa kan mba?" Tanya ku .


" Gapapa bapak mandi aja dulu "


" Oh ya ,kania?"


" Bu kania lagi tidur di kamar pak "


" Padahal suruh dia gendong kianu aja mbak "


" Engga ah pak dari tadi bu kania nya marah-marah mulu sama baby ki . Kalau saya tinggalin nanti di antepin lagi "


" Ahh masa sih ? Udah seminggu harusnya udah gak kaget ngurus bayi kan mba "


" Kayanya kena penyakit paska lahiran itu deh apa si namanye . Emmm baby blu apa ye emmm "


" Baby blues kali mbak " jawab ku . Baby sitter ku ini emang kocak . Orang betawi asli yang kadang-kadang ucapan nya nyeplos .


" Nah itu pak bener hehe "


Aku berlalu ke kamar dan mandi . Setelah selesai aku mengendong kianu .


Kania hanya bermain handphone seharian , aku coba menegur nya .


" Ka , kasian mba Lastri harus lembur gara-gara kamu gak mau Gendong kianu , dia kan juga punya keluarga "


" Males ah ki , gue gak mau Gendong dia . Dia kan anak lo "


" Astaga ka , kenapa lo ngomong gitu sih. Kasian nih kianu pengen di gendong mommy nya "


" Mulai sekarang lo urus aja ki , gue males capek dengerin tangisan bayi " jawabnya tanpa rasa bersalah .


" Apaan sih lo ka. Lo gak boleh ngomong gitu kianu kan anak lo , lo juga harus urus dia lah "


" Gak mau !! " Dia berlalu menuju kamar nya .


Sungguh hati ku sangat sakit mendengar itu semua , benar apa kata ku. Selama ini dia baik sama aku itu hanya sandiwara .




Pov kania .



Beberapa bulan berlalu aku sudah merencanakan matang-matang untuk menghancurkan rumah tangga ziyan dan shena .



Aku berencana akan menyelinap ke ruang kerja ziyan sebagai Office girl memberi kan nya obat tidur melalui kopi yang dia minum .



Dan setelah tak sadar kan diri aku akan membuatnya seolah-olah sudah tidur bersama ku . Hal mudah bagi mu kania , aku berbicara sendiri di kamar .




Keesokan hari nya Setelah luki berangkat ke kantor , aku bergegas pergi menuju kantor ziyan .



" Mbak Lastri saya mau ke luar sebentar . Ada urusan " aku langsung berlalu .



Ah mau ada bu kania atau engga , toh kianu tetep sama gue , gerutu mbak Lastri setelah kania pergi .



Aku sudah berasa di ruang pantry , tempat para Office girl dan office boy berkumpul . Aku mengambil salah satu seragam yang berada disana , dan memakainya.



Tiba-tiba telfon pantry berbunyi , sebuah pesanan kopi tanpa gula di antar ke ruangan presiden Erlingga's Group .



Aku melancarkan aksi ku dan langsung memasukan obat tidur dengan dosis tinggi kedalam cangkir berisi kopi . Aku segera memakai masker dan berjalan menuju ruangan ziyan .



Saat masuk ziyan melihat ku heran . Karena aku memakai masker , dada ku bergemuruh aku takut kalau penyamaran ku terbongkar . Pasti aku akan mati disini .



" Kamu siapa ?" Selidik ziyan .



Deg. " Saya Pekerja baru pak " dengan suara yang aku di bedakan .



" Kenapa pakai masker? " Sambung ziyan .


" Saya lagi flu pak , maaf saya permisi " aku berlalu sambil membungkuk hormat . Menunggu di luar pintu yang sepi . Karena karyawan yang laim sedang beristirahat makan siang .



Ziyan seperti nya tidak menaruh curiga pada ku , karena masuk akal jika dia sakit lalu memakai masker.



Tak berapa lama aku mendengar suara , BRUKK. Aku langsung masuk dan melihat ziyan sudah terbaring di dekat balkon dengan roko yang masih menyala


Segera aku mematikan roko nya di pinggir pintu



Aku tau reaksi obat tidur itu akan bereaksi cepat , segera aku menarik tubuh ziyan dengan susah payah menuju ruang pribadi ziyan .



Aku membuka pakaian ziyan hingga bertelanjang dada , lalu membuka sedikit ikat pinggang dan resleting celana nya . Tanpa di suruh aku langsung membuka pakaian ku dan berbaring bersama ziyan di kasur dan hanya di tutupi sehelai selimut .



Aku berpura pura menangis agar shena tau kalau ada seseorang di kamar pribadi ziyan .



Aku tak bisa memastikan shena melihat ku atau tidak , tapi aku yakin dia pasti tau , hanya dia memilih untuk menutup mulut . Aku berharap dia pergi dengan sendirinya dari sisi ziyan .



Beberapa saat Ziyan terbangun dan melihat ku tengah menangis .


" Kania?! Sedang apa kamu ?" Teriak ziyan memenuhi telinga ku .



Aku hanya menangis seolah-olah memang terjadi sesuatuIbu , ziyan bingung apa yang sudah mereka lakukan dia tak ingat apa pun . . Tapi setelah itu blengg ...



" Pakai baju kamu , terus pergi dari sini " perintah ziyan , aku pun langsung memakai baju



Betapa terkejutnya nya dia saat melihat celana yang terbuka , " apa jangan-jangan? Ah gak gak , gak mungkin " gumam nya terdengar sedikit oleh ku .



" Zi kamu melakukannya , kenapa kamu paksa aku zi " kania menangis , padahal mah modus hmmm.



" Pakai baju mu , lalu pergi dari sini " ziyan berteriak mengusir kania.



Karena memang sejak awal tujuan ku hanya ingin shena saja yang mengetahui nya , perbuatan bejad suaminya terhadap istri orang dan mantan pacar nya dulu .



Aku memakai baju ku dan pergi , dengan senyum penuh kemenangan . " Lihat saja kamu ziyan , aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku . Aku akan buat istri mu pergi dengan sendirinya . Dan aku akan rampas kembali semua yang sudah kamu rebut shena !!"



(\*\* Jangan lupa like dan vote author sebanyak mungkin , makasih ya yang masih setia sama cerita ku . Semoga kalian sehat selalu thaks kiss \*\*)