
##40
Hari ini desi sudah mengajukan berkas pernikahan nya bersama reyno . Dia tak ingin mengulur waktu untuk melaksanakan ibadah ini .
Dengan persetujuan bu Rina selaku ibu angkat nya , desi pun memantapkan hati nya kepada Reyno . Dengan segala konsekuensi yang akan di terima nya .
Pernikahan mereka akan di laksanakan di kediaman Reyno , karena acaranya tidak terlalu mewah malah terkesan sederhana . Dan itu keinginan Desi .
Kali ini fisik Reyno sungguh sangat berubah , badan nya yang dulu kekar menjadi sedikit kurus . Kulitnya yang yang putih berubah perlahan hitam , rambut yang lebat sudah mulai rontok .
Pernikahan akan di selenggarakan hari Rabu ini dan hanya di hadiri oleh kerabat dekat Reyno dan saudara jauh nya saja .
Sudah dua hari ini desi tinggal bersama dengan Bu Rina untuk sementara , sampai hari pernikahan nya tiba . Malam ini bu rina tengah mengobrol bersama Desi , membahas tentang pernikahan nya yang mendadak .
" Akhirnya anak ibu menikah juga " ucap bu Rina sambil menatap Desi .
" Iya Alhamdulillah bu , akhirnya setelah sekian lama . Aku menemukan jodoh ku " ucap desi sambil menyandarkan kepala nya di pundak Bu Rina .
" Bu... Terimakasih atas semuanya , terimakasih sudah hadir dalam hidup desi. Walau pun dengan cara yang kebetulan seperti ini . " Tambah desi .
" Sama-sama sayang . Ibu selalu merasa kalau hidup ibu selama ini sia-sia karena ak memiliki keturunan sampai suami ibu meninggal. Tapi allah berikan jalan , ibu memiliki anak seperti kamu , yang tulus menyayangi ibu "
" Ahh ibu , Desi jadi terharu ðŸ˜ðŸ˜) desi pun menangis di pelukan Bu Rina . Besok adalah hari pernikahan nya bersama Reyno .
Di sela-sela obrolan nya desi mendapat telfon dari Nanda .
" Haloo.. haloo desi . Reyno des Reyno "
" Bang Rey kenapa mbak ? " Desi mencoba menjawab , dan terdengar suara nanda sangat panik .
" Mbak .. mbak nanda , bang Rey kenapa " tanya desi lagi , dia semakin panik .
" Reyno masuk RS , dia hilang kesadaran beberapa menit lalu . "
" Astagfirullah . Sekarang aku kesana mbak " desi pun pergi , setelah menjelaskan semua yang tejadi Kepada Bu Rina . Bu Rina pun ikut mengantar desi menuju rumah sakit .
Mereka menaiki taksi " pak agak ngebut ya " ucap desi kepada supir taksi .
" Nak , kamu yang sabar . Berdoa lah , semoga Reyno tidak apa-apa " ucap bu rina sembari menenangkan Desi .
Desi pun hanya bisa menangis sambil sesekali melihat ponsel nya , barangkali ada kabar terbaru dari Nanda .
Memakan waktu sekitar 20 menit desi pun sampai di rumah sakit , Melihat Reyno sedang tergolek lemas di ranjang rumah sakit , semua alat sudah di pasang di seluruh badan nya . Desi hanya bisa menangis tersedu melihat pemandangan ini , betapa sedih nya Desi. Besok adalah hari pernikahan mereka . Reyno belum sadarkan diri sampai tengah malam .
Dokter menganjurkan agar Reyno di operasi besok pagi , desi meminta lakukan yang terbaik kepada pihak rumah sakit , desi hanya bisa memegangi tangan Reyno yang dingin .
" Bang . .. bangun , abang harus sehat . Besok kita akan menikah. Itu impian kita kan bang hiksss " ucapan desi sambil mencium tangannya .
Desi memandang wajah nya lekat . Yaallah sembuh kan lah calon suami ku , angkat lah rasa sakit nya .
Desi pun terjaga hingga adzan subuh berkumandang . Dia pun mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban nya .
Dia pun berdoa , meminta kepada Allah SWT , agar penyakit yang di derita Reyno di angkat . Meminta agar meringankan penyakit nya . Terdengar suara yang sangat lemah .
" Sayangg " suara yang sangat serak dan lemah .
Desi pun menoleh ke arah sumber suara , Reyno sudah tersadar dari koma nya .
Dokter pun segera menghampiri desi dan Reyno .
" Mas Reyno , bagaimana ke adaan nya ? " Tanya dokter sambil memeriksa keadaan Reyno . Tak ada jawaban dari Reyno .
" Dok kapan akan di lakukan operasi nya ? " Tanya desi .
" Secapat nya mbak desi , keadaan mas Reyno sangat buruk sekali . Karena mas Reyno terlalu lama menunda " ucap dokter itu , Desi sangat merasa khawatir terhadap kesehatan Reyno yang menurun .
" Lakukan yang terbaik dok " ucap desi .
Dokter pun meninggalkan ruangan tersebut dan menyiapkan ruang operasi untuk Reyno .
" Sayang ... Hari ini harusnya kita menikah " suara Reyno lirih .
" Abang sayang , Jangan fikirkan masalah itu. Yang penting kamu sembuh dulu "
" Tunda operasi nya , aku ingin tetap menikah dengan kamu. Kita menikah disini ya " ucapnya terbata-bata
" Iya iya . Kita menikah disini , kamu harus kuat sayang . Aku akan segera mengurus nya , agar kita bisa menikah disini . tapi setelah itu kamu operasi ya " pinta desi .
Andra pun mengurus semua , penghulu, saksi dan mas kawin nya . Wali nikah yang di ambil alih oleh penghulu membuat acara pernikahan ini berjalan lancar . Dan akhirnya mereka sah menjadi suami istri .
Desi dan Reyno pun mengabadikan momen memegang buku nikah , dan di potret oleh Nanda . Suasana yang harusnya bahagia , menjadi tangis kesedihan karena Reyno harus segera masuk ruang operasi .
" Sayang doakan aku , semoga operasi nya berjalan lancar . Bersabar lah istriku sayang . Ucapnya lirih dan pelan .
" Pasti aku akan doakan suami ku . Kamu harus yakin allah bersama mu " desi pun mengecup tangan dan kening nya . Melihat Reyno berlalu masuk ruang operasi .
Tak henti dia berdoa dan berjalan bulak balik di depan pintu ruang operasi .
" Des minum dulu , kamu belum makan apa-apa dari tadi pagi " ucap nanda sambil menuntun nya untuk duduk.
" Lo harus jaga kesehatan des , makan ya . Dikit aja "
" Gak mbak , aku gak nafsu . Nanti aja " ucap nya .
" Nak. Kamu makan ya , ibu suapi " paksa bu rina .
Setelah di paksa oleh mereka berdua desi pun mau makan , walau hanya 2 sendok nasi . Tapi setidaknya ada asupan makanan untuk tubuh nya .
Operasi yang di lakukan kali ini adalah operasi skala besar . Membutuhkan waktu yang sangat lama .
Desi dan Reyno sudah resmi menjadi suami istri . Desi harus menghadapi cobaan yang sangat berat .
" Des , lo tau Reyno mengidap penyakit tumor otak ? " Tanya nanda .
" Tau mbak " ucap desi sambil menyandar kan kepala nya di tembok rumah sakit .
" Lo tau kan kalau kejadian ini bakalan terjadi sama rey "
" Tau mbak , aku tau semuanya yang terjadi sama bang Rey , tidak ada alasan untuk aku menolak dia. Hati ini selalu ingin bersama nya , cinta yang tumbuh dengan sendirinya . Dia mampu membuat aku membuka mata , kalau hidup itu harus di jalani bukan di ratapi ." Ucap desi sambil terus terisak . Sampai saat ini dokter belum juga kunjung keluar dari dalam ruang operasi .
" Yang sabar des , ini emang berat . Tapi gue yakin lo bisa lalui ini sama Rey " ucap Nanda sendu , melihat Desi yang sangat terpuruk saat ini .
Nanda hanya bisa memeluk nya , mengusap kepalanya Desi seperti adik untuk nya .