
##13
Dalam mobil aku memukul-mukul setir mobil , betapa aku marah , aku kesal pada kania . Dengan berat hati aku berkata AKU BENCI KAMU KANIA !!! Teriakan memenuhi mobil ku .
Arghhh kenapa macet si , umpat ku .
Sekarang aku telah sampai di lobby apartemen ku , bejalan sambil mengepal tangan . Aku menaiki lift menuju lantai 8 .
Aku langsung masuk saat mendengar suara tangisan bayi dari kamar ku, itu pasti tangisan baby ki . Begitu aku masuk ke kamar aku melihat pemandangan kania membelakangi baby ki menutup kuping nya dengan ear phone dan membiarkan dia menangis kehausan ingin minum susu . Aku sangat marah sangat marah ..
Sebetulnya asi kania sangat banyak tapi dia tidak mau meng-Asihi baby ki , membuat aku sangat murka . Di tambah lagi dengan permasalahan yang di buat oleh nya dengan ziyan.
" KANIA " teriak ku sambil menarik ear phone nya.
" kalau lo emang gak cintai sama gue , gue udah ga perduli . Tapi jangan lo biarin darah daging lo nangis gitu sampe kehausan . Lo emang gak punya hati kania" bentak ku lagi.
Kania terbangun dan tertawa . " Itu bukan anak gue ki , itu anak lo . Urus aja anak lo sendiri " tak di sangka dia berkata seperti itu .
" Apa yang lo lakukan ke ziyan ? Lo mau berusaha merusak kebahagiaan mereka ?"
" Lo sangat pintar luki hahaha " tawa kania memenuhi ruangan itu .
" Harus nya gue sadar kalau lo bukan cewek baik , gue nyesal pernah cintai sama lo Kania ."
" Bagus kalau lo gak cinta sama gue , emang itu yang gue harepin " masih dengan senyuman yang meledek .
" Mulai saat ini lo , gue TALAK , bawa baju lo dan pergi dari sini !! Jangan muncul lagi di hadapan gue , jangan pernah lo menemui kianu dia akan besar bersama gue !!! "
Kania tetegun mendengar perkataan ku yang sangat menyakitkan , tapi harusnya kania senang bukan ? Kata-kata itu yang dia tunggu selama ini.
Kania pergi menuju lemari dan membereskan semua pakaian nya . " Pastikan jangan sampai ada barang Lo yang ketinggalan disini " . ucap ku tegas
Kania pergi tanpa mengucap kan selamat tinggal kepada ku , setidaknya kepada darah daging nya kianu pun tidak .
Aku merasa sakit di dada saat mengucap talak untuk nya . Tapi di sisi lain aku lega dengan perkataan ku , seharusnya dari dulu aku sadar kalau kania bukan wanita baik , rencana ku untuk kedepannya akan mengurus baby ki dan membesar kan nya dengan tangan dan keringat nya sendiri.
Di tempat lain ...
" Desi maaf ya nyuruh kamu beli nasgor " shena tersenyum kepada desi.
Ya nama nya desi alfy wirawan . Wanita mungil yang tampak ayu dengan parasnya . Membuat laki-laki yang melihat nya sangat terpesona .
" Gapapa bu , aku seneng bisa bantu ibu " tersenyum ramah .
" Gak usah panggil ibu panggil shena aja " ujar shena istri nya ziyan . Yang ternyata berteman dengan desi .
" Nggak ah , umur aku kan lebih muda 2 tahun . Aku panggil kakak aja gimana ?"
" Hmm yaudah deh terserah kamu aja "
Shena langsung melahap nasi goreng yang di belikan oleh desi .
Desi yang saat itu sedang berdiri di balkon luar , dia senyum-senyum sendiri mengingat kekonyolan tadi saat bertabrakan dengan laki-laki yang entah siapa namanya .
Seperti nya sikap dingin ku itu keterlaluan terhadap laki-laki tadi, ah tapi desi menggeleng kepala nya . Dia nya aja gak sopan ngobrol sama cewek lo gue . Gumam nya dalam hati .
" Des. .des.. desi" shena sedikit teriak memanggil desi .
" Ah iya kak?" Desi langsung melirik ke arah shena .
" Kamu ini lagi mikirin apa sih senyum-senyum gitu . Lagi mikirin pacar kamu ya " shena membuat desi salah tingkah .
" Ihh engga ka , aku gapernah pacaran , aku hanya teringat laki-laki yang nabrak aku tadi sampe bikin nasi goreng pesenan kaka berantakan. " jawab desi .
" Oohhh pantesan lama hehe , kamu sempat kenalan ga sama dia ?" Tanya shena
Desi hanya menggeleng kan kepala nya .
" Oh iya kak , tadi saat aku pulang ke rumah ambil pakaian . Suami kak shena masih ada di food court loh "
" Hahhh? Lagi apa dia disana?"
" Astagfirullah orang ini , janji nya di obral dulu waktu awal aku hamil janji gak bakal minum lagi , gak baik Buat kesehatan nya."
" Cie kak shena sangat perduli ya sama suami " shena hanya berlalu begitu saja dan membaring kan tubuh nya di atas ranjang . Desi masih memikirkan sosok laki-laki yang menabraknya tadi .
Desi pun tertidur dengan pulas , keesokan hari nya dia bangun dengan senyuman manis yang terukir di wajah nya . Dia berlalu ke kamar mandi , mereka berencana pagi ini akan berjalan santai di taman kota Jakarta .
Terlihat desi memakai baju biru polos dan celana pendek hitam plus sepatu cats ala orang olah raga .
Shena pun memakai Hoodie berwarna hijau army , memakai topi hitam polos dan memasukan rambut panjang nya ke bagian belakang topi .
Mereka menaiki taksi menuju taman itu . Setelah sampai mereka berjalan-jalan mengelilingi lapangan yang di penuhi keramaian orang-orang yang sama berolahraga .
Setelah puas berjalan-jalan terlihat shena kehausan .
" Kakak haus ya ? Aku beliin dulu minum kak shena tunggu disini ya " perintah desi , shena pun duduk di salah satu bangku kosong .
Desi berjalan menuju penjual minuman dia mengambil 2 air mineral dan membayar nya .
Kebetulan yang berpihak kepada ku . Aku berjalan-jalan bersama kianu memakai stroller bayi . Dan tak sengaja bertemu lagi dengan cewek dingin itu .
Loh itukan cewe kulkas itu , gumam ku dalam hati.
" Heh , lagi ngapain lo disini ,?" Tanya ku kepada wanita itu .
" Saya ? ( Menunjuk wajah nya sendiri ) sama dengan yang lain . Sedang berjalan-jalan dan berolahraga pagi " jawab desi sambil memberikan beberapa lembar uang .
" Minum buat siapa ? Buat temen lo yang lagi hamil itu ya ?" Tanya ku .
" Iya kenapa emang? Ini anak bapak ? "
" iya ini anak gue , ( jawab ku tegas ) Sebegitu berarti Nya ya temen yang lagi hamil itu , " Tanya ku lagi .
" Iya lah bukan lagi temen , dia itu udah seperti kaka saya sendiri . Ah udah ah malah ngobrol yang gak penting gini bye " wanita itu melenggang pergi dan aku mengikuti nya.
" Ini kak shena " desi memberi kan satu botol air mineral .
" Suuuttttttttt , kamu cukup panggil kak aja ya " menutup mulut desi.
" Hehe maaf kak , ini minuman nya "
Desi memberi kan sebotol air dan langsung di terima oleh shena .
" Makasih ya des " shena pun langsung membuka masker yang ia kena kan dia langsung meneguk air itu .
Aku tengah berdiri di dekat mereka , melihat teman wanita itu yang sedang hamil. Sekilas terlihat wajah nya . Wajah yang aku kenal ... Emmm ya ituu , itu adalah shena istri nya ziyan . Aku langsung berkata .
" Kamu shena istrinya ziyan kan ? " Tanya ku sambil mendekat kan wajah nya .
" Ehh apaan nih , jangan sok kenal deh " wanita baju biru itu langsung berdiri mencoba menghalangi tubuh shena .
" Gue kenal pasti , ini istrinya ziyan . Gue bakal telfon ziyan sekarang " ucap ku Langsung mengambil telfon .
Shena yang melihat itu langsung memilih menarik tangan wanita yang entah siapa namanya .
" Halloo. .. halo zi , gue liat bini lo di taman kota " ucap ku panik .
" Dimana posisi lo ? Gue juga lagi disini . "
Aku pun menjelas kan posisi ku kepada ziyan , tak berapa lama dia datang menghampiri ku.
" Mana ki. Mana bini gue ?" .
" Sorry zi gue ga bisa kejar , poko nya dia lari ke arah sana bareng cewek yang baju biru " jelasku.
Aku lihat ziyan langsung berlalu mencari mereka . Aku pun mencoba mencari mereka tapi mereka sudah tak terlihat . Mungkin saat aku menelfon ziyan mereka langsung menghilang.
( Luki sudah bertemu dengan desi , nanti juga para readers bakal tau alur nya kemana ya . Jangan lupa like dan komen + vote nya . Penasaran dengan visual desi ? Tunggu di episode selanjutnya nya oke 😉😉)