I Love You Nanny

I Love You Nanny
Menyesal?



##20


Pov kania .


Hari-hari ku sangat sepi , tak ada yang memperhatikan ku , tak ada yang khawatir kan aku lagi , hidup ini seperti hambar .


Tiba-tiba aku rindu suara tangis bayi , sudah 2 bulan lebih aku menyandang status janda bekerja kembali di kantor Demi mencukupi kebutuhan ku . Aku tak pernah melihat kianu anak ku . Untuk memandang nya melalui Gambar di Hp ku saja tak punya .


Aku pernah melihat luki , sedang berjalan di suatu mall dengan perempuan mungil dan terlihat masih sangat muda , mereka begitu akrab seperti nya kianu sudah menemukan ibu yang baik untuknya .


Secepat itu kah luki melupakan aku ? Apa sudah tak ada ruang di hatinya lagi untuk ku ?


Terlihat pancaran mata yang nyaman dari kianu , anak ku ?? entah apa yang sekarang ku fikir kan . Aku ingin mengakui nya anak . Setelah apa yang aku lakukan terhadap nya dan luki . Sangat buruk sekali .


Rasa sesak di dada selalu muncul , bayang-bayang mereka selalu menemani malam-malam ku , apa kah aku baru menyadari aku mencintaimu luki? .


Benar kata orang setelah kehilangan baru terasa . Luka di hati yang disebabkan oleh diri ku sendiri , untuk mengejar cinta seorang laki-laki yang sudah tak mencintai ku , malah menjadi Boomerang bagi ku . Aku kehilangan semua yang kumiliki karena aku tak pernah bersyukur .


Aku tak pernah datang ke persidangan perceraian ku , karena aku rasa itu akan memojokkan ku . Karena semua sudah terbukti memang aku tidak memperlakukan mereka dengan baik .


Ziyan , laki-laki yang aku cintai meninggalkan ku dengan wanita pilihan ibunya , wanita yang berhati lembut . Bagaimana tidak , sering kali aku melukainya , memperlakukan nya dengan tidak baik . Tapi dia masih memaafkan ku .


Aku jadi malu untuk berbuat jahat lagi padanya , aku sudah melupakan ziyan , yang sekarang aku fikirkan adalah kebahagiaan yang aku buang demi obsesi ku sendiri.


Sungguh sangat menyesal meninggalkan darah daging ku , apalagi aku tahu dia di urus oleh wanita yang aku tak tau siapa namanya , tapi yang aku lihat dia wania baik , mungkin.


Aku ingin menemani di kala kianu menangis , tapi posisi ku sudah tergantikan oleh wanita itu . Aku yakin dia orang spesial untuk luki , sebab yang ku dengar tempo hari dari percakapan mereka terlihat mesra . Di sudah tinggal satu atap bisa dipastikan setiap hari ada di sana . Rasa rinduku sudah tak terbendung lagi. Aku ingin melepaskan nya dengan bertemu kianu diam diam , jika luki tau dia pasti akan sangat marah pada ku.


Aku memang bodoh menyia-nyiakan orang yang sayang pada ku , aku egois hanya mementingkan perasaan ku tanpa memikirkan perasaan mereka juga .


****


Di kantor aku berencana untuk makan siang dengan klien di salah satu kafe .


" Pak sebentar lagi kita berangkat ke kafe untuk bertemu klien di kafe xx "


" Oke baik , aku bergegas menuju parkiran .


Di saat aku sudah berada di dalam mobil Ponsel berdering . Panggilan telfon dari ibu .


" Assalamualaikum anak ibu . Kamu lagi sibuk?" Tanya ibu.


" Engga terlalu bu , aku mau ketemu klien baru di kafe . Ada apa bu ? " Tanya ku .


" Ibu mau minta izin , kianu ibu mau bawa menginap di rumah boleh gak ? "


" Boleh aja bu , berapa hari ? "


" Mungkin 3 harian lah ibu pengen ngurus kianu , gak ada kesibukan soalnya " ujar ibu .


" Oke bu silahkan "


" Oke ibu jemput kianu sekarang "


Ibu pun menutup telponnya , dan aku bergegas menuju kafe xx ..


Di apartemen .


Desi membuka pintu . " Ah ibu , silahkan masuk bu " sambut desi sambil mencium punggung tangan ibu.


" Duduk bu. Ibu mau minum apa ? Teh atau jus jeruk?" Tawar nya kepada ibu .


" Ibu mau yang dingin aja deh kayanya seger "


Desi pun langsung membuatkan jus untuk ibu.


" Kianu mana des?"


" Ada sedang tidur bu di kamar pak luki , ini di minum dulu " menyodorkan satu gelas jus jeruk dingin .


" Des ibu mau ajak kianu menginap di rumah ibu , gapapa kan ?" Tanya ibu .


" Hmm gapapa bu , aku ikut dengan ibu ?" Tanya desi sambil menatap ibu.


" Gak usah desi , kamu disini aja . Urus luki " ibu tersenyum penuh arti . Sebenarnya desi tak enak hati memberikan kianu kepada bu Lisan ,tapi mau bagaimana yang minta kan oma nya .


" Gapapa bu ? " Tanya desi merasa tak enak .


" Gapapa dong sayang ,ibu pengen coba mengurus kianu . Lagian kianu kan susunya formula . Jadi gak akan terlalu repot kan ."


" Baik kalau begitu bu , Desi akan siap kan pakaian dan perlengkapan kianu yang lain . Ibu kesini sama siapa ?"


" Ibu di antar supir , dia nunggu di bawah des "


Desi pun pamit mengambil tas dan mengisinya dengan perlengkapan kianu.


" Bu perlengkapan kianu sudah ada di sini semua , Kalau ibu butuh bantuan telfon desi ya. Desi pasti segera datang menemui ibu "


Desi seperti menjadi menantu idaman untuk bu Lisna , beda dengan kania . Yang terkesan so baik kepada ibu dan luki.


" Kianu kan sudah bagun , kalau begitu ibu pamit ya des " desi pun mengantar ibu sampai ke lobby apartemen . Supir keluarga Prasetya pun sudah menunggu kianu dan ibu .


" Ibu hati-hati di jalan ya , sayang jangan nakal ya sama oma . Nanny pasti kangen banget sama kamu " seketika kianu cemberut melihat desi sedih harus menahan rindu kepada kianu yang sudah di anggap seperti anak nya sendiri .


" Jangan nangis dong anak ganteng . Anak nanny desi gaboleh cengeng ya " desi pun mencium sekilas kening kianu . Dan dia oun langsung tersenyum .


" Ya sudah ya des , ibu pergi dulu . Assalamualaikum " kata ibu mengucap salam dan melambaikan tangan kepada Desi .


Desi pun kembali ke kamar apartemen , dia bingung apa yang harus dia lakukan tanpa kianu . Sedangkan kianu lah yang menemani hari nya yang kosong.


Akhirnya untuk menyibukkan diri dia menyetrika pakaian nya dan pakaian luki juga , membuat beberapa menu masakan untuk nanti malam.


Semoga kianu gak rewel , kayanya biar gak kangen aku harus sering tanya kabar sama bu lisna. Gumam nya dalam hati .


Aku senang Bekerja disini , mengurus anak yang bukan darah daging ku sama sekali , tapi entah kenapa aku sayang sama kianu . Bayi tampan yang tak pernah menyusahkan ku , bayi yang terbilang anteng di masanya. . Yang aku tau bayi seusia nya itu kan doyan nangis tapi engga dengan kianu . Mungkin hati nya kuat sedari kecil tak menemukan sosok belaian ibu .


Aku tidak bisa menggantikan sosok ibu nya kianu atau mengambil alih peran nya disini , aku pun sadar bahwa aku pun Bekerja disini , dan di bayar . Aku hanya ingin menyukai pekerjaan mulai dari menyayangi kianu dengan sepenuh hati .


Aku sudah mendengar langsung kelahiran baby kembar nya kak shena , mumpung kianu sedang berada di rumah ibu . Aku berencana ingin membelikan kado dengan hasil jeri payah ku sendiri . Karena uang gaji ku sudah beberapa bulan tak tersentuh , karena keperluan ku dari dalam tubuh sampai luar tubuh sudah di penuhi pak luki dan bu Lisna.


" Jangan lupa like nya dan votenya ya guys 😍😍 )