I Love You Nanny

I Love You Nanny
Desi Oh Desi



##22


Keesokan paginya seperti biasa desi menyiapkan pakaian kerja ku dan membuatkan aku sarapan .


Aku berangkat ke kantor tanpa sarapan , desi tak menegur ku sama sekali . Aku juga tidak mau mengganggu mood desi yang sedang rusak oleh ku .


Pov desi .


Aku sangat kesal dengan tingkah pak luki akhir-akhir ini , berlaku manis terhadap ku . Aku menepis semua fikiran ku , yang menyangka pak luki menyukai ku . Perempuan mana sih yang tak akan meleleh di perlakukan dengan manis oleh seorang laki-laki .


Tapi aku selalu mengabaikan perlakuan manis nya , itu ku lakukan agar jatuh tidak terlalu dalam dengan permainan pak Luki . Aku juga tau mungkin dia butuh aku , Karena aku mengurus anak nya dengan baik .


Siang ini aku sedang melamun di dalam apartemen sesekali aku melihat isi ponsel yang sepi macam kuburan ..


Terdengar suara ketukan berasal dari pintu ..


Tok..tok...tok ..,,


Ah mungkin itu bu lisna dengan baby kianu , gumam ku pelan sambil berlari kecil menuju pintu .


" Iya mau bertemu siapa?" Aku kaget dengan kedatangan seorang yang tak mengenal .


" Luki ada ? Kemana kianu ? " Tanya wanita di luar apartemen nya itu.


" Oh maaf bu , pak luki sedang di kantor kalau baby ki kebetulan tiga hari kedepan menginap di tempat oma lisna " jawab ki ramah.


" Kamu siapa ? Ibu baru buat kianu? " Melirik dari ujung rambut sampai ujung kaki ku .


" Ohh bukan bu , saya nanny baru kianu setelah pak luki dan istrinya berpisah saya bekerja disini sudah sekitar 5 bulan "


" Apa kalian tinggal berdua disini ?" Tanya wanita cantik itu penasaran .


" Bu apa sebaiknya ibu masuk dulu , saya buat kan minum " ujar ku mempersilahkan nya masuk. Tapi dia langsung menolak .


" Ah tidak usah , saya kesini hanya ingin melihat kianu saja . Mungkin lain waktu saya mampir lagi " dia pun pergi meninggalkan ku menuju Lift .


Aku merasa heran dengan tingkah wanita cantik tadi , aku lupa menanyakan nama nya . Apa mungkin itu pacar nya pak luki ya ? Siapa dia ? , Mau apa dia kesini ? , Ada hubungan apa dengan pak luki? , Ah jangan-jangan dia mantan istri pak luki? Aku gapernah tau sih wajahnya , pak luki tidak pernah memberi tau aku siapa nama nya bagaimana orang nya . Pertanyaan itu ingin aku tanyakan langsung ke pak luki , membuat aku melamun tak berbuat apa-apa sampai sore menjelang.


Ih apaan nih kok aku malah kepo tentang kehidupan pak luki , sadar Desi kamu gaboleh kaya gini kamu itu di bayar , kamu itu gaboleh pakai perasaan kamu ini hanya baby sitter yang merangkap menjadi ART .


Aku berkata kepada diri ku sendiri .


Sore pun menjelang aku sudah mandi dan menyiapkan makan malam untuk luki , pak Luki datang dan menyapa ku . dia mengagetkan ku dengan memeluk dari belakang , aku berusaha melepaskan pelukan nya .


" Pak luki , ngapain ?" Kata ku sambil memegang tangan kekar pak luki .


" Aku ingin seperti ini desi , sebentar saja " pinta pak luki membenam kan wajah nya di pundak ku , entah kenapa ada perasaan nyaman saat di peluk seperti ini .


" pak maaf , kita gaboleh kaya gini pak " aku menyadarkan pak luki , seketika dia langsung melepaskan pelukan nya .


" Maaf kan aku des " aku melihat pak Luki langsung pergi menuju kamar nya , dan aku teringat dengan pakaian ganti nya yang belum di siapkan .


Aku melanjutkan kegiatan ku memasak , dengan perasaan yang campur aduk .


Aduh perasaan ku ini kenapa , dadaku ? Bedegup kencang banget aneh apa harus ke dokter . Gumam desi dalam hati .


****


Sementara mengingat kejadian tadi aku hanya diam di kamar . Tersenyum sendiri mengingat kalau aku refleks memeluk desi . Kenapa jadi gini sih , aku suka sama desi ? dia memang baik sama anak ku , apa aku nyatain perasaan aku ? Nyaman rasanya memeluk dia seperti itu .


Tok...tok..tokk


Aku dikagetkan dengan suara ketukan pintu .


" Pak makan malam nya sudah siap " terdengar suara desi dari luar .


" Des.. kamu belum siap kan baju aku ya ?" Sahut ku dari dalam kamar.


" Ah iya belum pak , bapak sudah selesai mandi ?" Tanya desi dari luar kamar .


" Aku mau mandi kamu masuk lah " perintah ku , padahal aku belum mandi hehe modus dikit boleh kali.


Dengan ragu desi masuk membuka pintu pelan , dia melihat pemandangan badan ku yang setengah telanjang , aku hanya mengenakan handuk sebatas pinggang .


tanpa melihat ku dia langsung berlalu ke lemari mencari baju , celana dan dalaman. Saat meletakkan pakaian di kasur desi langsung bergegas pergi ia terlihat sedikit tidak nyaman melihat ku telanjang dada .


" Des.." panggil ku sambil berjalan mendekat .


" Saya sudah siap kan bajunya saya permisi pak " jawab nya tanpa menoleh kepada ku .


" Des " tanpa aba-aba aku menarik desi kedalam pelukan ku yang hangat . Aku Mengecup bibir nya membuat wajah nya memerah seketika .


Wajah ku sekarang semakin dekat , desi yang terhanyut dia tersadar . Langsung melepaskan ciumannya dan berkata " maaf kan saya pak" membungkukan badan berlari menuju kamar nya .


Aku hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang sedikit gatal , mengingat kejadian barusan sangat lucu melihat wajah desi yang memerah seperti tomat , merasakan manis bibir nya . Aku juga merasa tidak enak terhadap desi , yang tanpa permisi mencium bibir nya . Entah setan apa yang merasuki ku saat ini , aku yakin dia semakin marah pada ku .


Memegangi bibir nya yang di cium luki membuat darahnya seketika turun dari atas kepala sampai ke ujung kaki .


Entah perasaan apa ini. dia tidak mau terbawa suasana , dia takut hanya jadi pelampiasan luki saja kita ingat juga luki adalah duda beranak satu lebih berpengalaman .


" Desi , ayo kita makan malam bareng " terdengar suara Luki dari luar kamar nya.


Aku harus menolak nya , aku gaboleh baper gini . Gumam desi dalam hati .


" Bapak makam duluan aja , saya mau istirahat sebentar "


" Ayo lah des aku mau minta maaf atas kejadian barusan " ujar luki .


Tak ada jawaban dari dalam mungkin desi sangat marah terhadap ku . Aku meninggalkan kamar desi langsung menuju meja makan sudah tersedia sayur lodeh , ikan asin dan sambal . Makanan favorit ku .


Di kamar desi sedang melamun memikirkan kejadian tadi , tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara telfon.


Dringggg telfon dari bu Lisna ibunya luki .


" Hallo desi " suara bu Lisna dari balik telfon .


" Iya bu , ada yang bisa saya bantu ?"


" Kamu gapapa kan kalau kianu disini seminggu lagi ? Ibu pengen rawat dia lebih lama seperti nya masih betah disini " jelas bu Lisan .


" Tapi bu , itu kan tugas saya untuk mengasuh baby ki . Saya makan gaji buta dong hehe " jawab desi sambil tertawa kecil .


" Gapapa lah ya , cuman seminggu aja des , ya gak makan gaji buta dong kamu kan bisa mengurus luki daddy nya kianu hehe " ibu terkekeh berbicara seperti itu , memang bu lisna seperti menaruh curiga pada mereka .


" Ah ibu ... Saya jadi tidak enak , apa kianu rewel ?" Tanya desi mengalihkan pembicaraan .


" Tidak sayang , dia baik-baik saja malah dia happy banget des " jawab ibu akrab .


" Syukurlah bu , tapi ibu sudah bilang sama pak luki?" Tanya desi .


" Sudah , dia bilang suruh ibu bilang sama kamu . Kalau kamu izin kan ya silahkan kan begitu katanya "


Apa-apaan pak luki ini kianu kan anak dia ko malah minta persetujuan aku sih, Gumam desi dalam hati .


" Emm justru desi yang gak enak sama bu Lisna , itu pekerjaan desi malah ibu yang gantikan , desi pasti kangen banget sama ki "


" Makasih ya des kamu gak masalah kianu sama ibu , kamu baik-baik disana jaga luki urus dia dengan baik oke ibu percaya kan semuanya sama kamu . Ingat kalian tinggal satu atap tidak boleh berbuat sesuatu di luar batas dan norma " nasehat ibu yang sedikit memerintah desi seperti mertua kepada menantu .


" Ahh iya bu , aku pasti dengarkan nasehat ibu makasih ya bu " bu lisna pun menyudahi telfon nya .


***


Sudah pukul 8 desi belum keluar kamar . Aku jadi bingung membujuk nya tapi aku punya akal , aku pamit akan pergi keluar . Dan aku bersembunyi di balik pintu dapur , setelah terdengar suara pintu di tutup desi langsung bergegas keluar dan makan , Karena dari tadi sore dia belum makan.


Saat dia makan dengan lahap tiba-tiba suara deheman seseorang di balik pintu " ehemmmm" itu luki .


" Kenapa melotot ? Ayo makan dulu aku tau kamu lapar " kata ku sambil duduk berhadapan dengan Desi.


" Katanya bapak pergi ? Ko disini?" Tanya desi di sela-sela makan nya .


" kalau gak gini , kamu pasti gak akan keluar kan . Pasti kamu gak mau ngomong sama aku " ucap ku sambil menyalakan satu batang rokok .


Hmmm desi terus makan dia terlihat sangat lapar .


" Pelan-pelan dong makan nya" mengelap bibir desi .


" Tadi siang ada perempuan datang kesini , nanya bapak sama kianu " ujar desi sambil mencuci piring bekas makan nya .


" Siapa?" Luki malah nanya balik .


" Mana saya tau , orang nya cantik ,tinggi langsing rambutnya sekitar sebahu lah . Jelas nya


" Dia bilang apa ?" Seperti nya aku tau dengan ciri-ciri yang di sebutkan desi. Itu pasti kania .


" Gaada bilang apa-apa , cuman nanyain kabar bapak dan kianu aja . Saya ke kamar dulu ya pak "


" Tunggu des. Tadi ibu ada menelfon kamu? "


" Iya ada , bapak ini aneh kianu kan anak bapak kok malah suruh ibu izin sama saya , saya kan jadi bingung harus jawab apa sama ibu "


" Kok aneh sih , kianu kan anak kamu hehe " luki memberi kan pandangan penuh arti .


" Kalau kianu anak saya , berarti saya gak di gaji pak . Harus nya saya di nafkahi lahir batin . Benar begitu pak luki? " Desi memberi jawaban menohok dia tidak membantah perkataan luki sebenarnya .


Luki tersenyum mendapatkan respon baik dari desi . Dia merasa dapat lampu hijau .


( Jangan lupa like dan vote nya ya ❤️)