
##29
" Ada apa pak ? Desi membuka pintu , dan sebelum nya sudah menyapu semua air mata nya .
" Des kamu kenapa ? " Tanya luki khawatir .
" Pak maaf kan saya . Mulai besok saya akan berhenti bekerja menjadi Nanny disini . ".
" Apa?!! Maksud kamu apa des , aku gak ngerti . " Jawab Luki .
" Biarkan saya tidur dengan kianu untuk yang terakhir kalinya " desi mencoba menutup pintu namun di tahan .
" Ada apa des , coba bilang sama aku . Apa ini ada hubungannya dengan kania ?
" Saya tau bapak cuman pura-pura kan suka dan sayang sama saya . Bapak gak usah bohong lagi . Saya tarik lagi ucapan saya semalam . Kita gapernah jadian dan mulai besok saya akan pergi dari sini "
Desi menutup pintu dengan keras , dia tak menggubris teriakan luki dari luar kamar . Dia mendekap kianu . Setelah puas dia membereskan semua pakaian yang dia bawa ke apartemen , kecuali baju yang di belikan luki maupun ibu lisna .
Desi keluar ketika hari masih gelap. Dia menaruh tasnya terlebih dahulu di luar apartemen , setelah semua barang di luar , desi kembali ke dalam menaruh kianu di kasur kamar luki dan selembar kertas .
" Maaf kan saya pak luki , kamu sangat baik terhadap saya . Setelah saya pergi semoga kalian bisa bersama . Bu kania dan pak luki memang harus kembali .
Teruntuk kianu , kamu sudah nanny anggap seperti anak nanny sendiri . Kamu harus menyayangi daddy dan mommy mu . Nanny harap kamu bertemu dengan orang-orang yang sayang dan tulus mencintaimu . Nanny harap kita akan bertemu lagi ya sayang . Walau pun nanny tidak tahu kapan waktu itu akan datang . Maaf kan atas perlakuan nanny yang tak bertanggung jawab ini .
Salam Desi .
Desi pergi dari apartemen sekitar pukul 4 subuh , entah kemana tujuan nya , tapi yang pasti dia harus keluar dari apartemen itu .
Desi menuruni lift dan mencari taksi , dia sudah mendapat sekolah yang menerima persamaan paket C , akhirnya dia mencari kostan untuk tempat tinggal nya .
Desi menunggu di sebuah warung nasi dan jajanan yang buka 24 jam , duduk dan memesan mie instan .
" Ini mbak mie sama teh nya "
" Makasih bu " desi pun memakan mie itu dengan lahap nya . Dan duduk sebentar sambil memainkan ponselnya . Dia mengganti SIM card nya yang baru , agar jejak nya tak di cari Luki .
" Mbak mau kemana ? Bawa tas besar begitu ? Tanya si ibu warung .
" Saya mau nyari kosant bu , apa daerah sini ada ?
" Banyak mbak . Kalau mau saya bisa antar pagi ini kesana . Dekat sekolahan di sebrang sana " jawab ibu itu sambil duduk di hadapan Desi .
" Ahh Alhamdulillah , kebetulan saya juga mau ikut persamaan paket C SMA di sekolah itu. "
" Ohh begitu , mbak tunggu disini aja sampai warung saya tutup . Bentar lagi ko sekitar jam 6 "
" Makasih banyak ya bu . Ibu baik sekali "
" Panggil saya ibu Rina , nama mbak siapa ? " Tanya balik ibu Rina
" Saya Desi bu , panggil saja Desi "
Desi pun membantu Bu Rina membereskan barang-barang yang berada di luar , rasanya dia beruntung selalu bertemu dengan orang-orang baik.
" Ayo Des kita langsung menuju kost-an yang ibu maksud . Kamu dari mana ? " Tanya bu Rina sambil berjalan beriringan .
" Saya baru keluar dari tempat saya bekerja bu , makanya saya cari tempat tinggal baru . Saya juga ingin meneruskan kuliah setelah lulus persamaan di SMA itu "
Desi dan bu Rina pun sampai di kostan yang di maksud , milik tetangga Bu Rina itu . Yang bernama Pak Kadir . Terlihat Pak Kadir sedang menyapu halaman rumah nya .
" Assalamualaikum pak Kadir " Sapa bu Rina .
" Waalaikumsalam Bu Rina , ada apa ya pagi-pagi buta begini menemui saya? " Tanya pak Kadir .
" Ini pak , ada yang mau kost . Apa masih ada kamar kosong ?
" Oh ada ada , kebetulan ada yang baru keluar dari tempat kost saya dua hari lalu . Silahkan lihat-lihat dulu barangkali cocok nak " ucap pak Kadir ramah , sambil berjalan bersama kedalam kamar kost .
Kamar yang berada di lantai 2 kamar yang terletak di tengah-tengah , kami pun melihat ke dalam sudah lengkap kasur , lemari yang tidak terlalu besar plus kamar mandi di dalam . Beda dengan tempat kost ku dulu yang kamar mandi nya Rame-rame , yang kalau ketinggalan sabun atau sampo semenit kemudian lenyap .
" Saya suka pak , untuk biaya per bulan nya berapa ? " Tanya desi sambil melihat ke arah pak kadir .
" Untuk perbulan nya 650 ribu neng "
" Baik saya setuju pak , ini uang nya " kata desi sambil memberikan beberapa uang kepada pak Kadir .
" Terimakasih ya neng , semoga betah tinggal di sini . Kalau ada apa-apa Jangan segan-segan untuk meminta bantuan bapak. Rumah bapak di sebrang sana " pak Kadir pun menyalami Desi .
" Iya pak sama-sama . " Ucap desi sambil membalas salaman pak Kadir .
Setelah di tinggal pak Kadir , Bu Rina pun ikut pamit kepada Desi . Karena sudah membantu desi menemukan kosant yang nyaman .
" Des , Ibu pamit dulu ya. Kalau kamu mau makan warung ibu buka jam 11 siang sampai jam 6 pagi .
" Makasih banyak ya bu . Ibu sudah membantu saya "
" Sama-sama Desi , anggap ibu ini seperti ibu mu. Ibu tak memiliki anak. Kamu bisa kapan aja dateng ke tempat ibu .
" Makasih bu " Desi pun mencium punggung tangan bu Rina dan memeluk nya hangat , seperti merasakan pelukan seorang ibu .
Desi pun memberes kan pakaian nya ke dalam lemari , membereskan frame foto dan menaruh nya di meja . Ada foto desi dan kianu yang terpajang di meja tersebut .
***
Sementara kehebohan terjadi di apartemen luki . Dia mendapati kianu yang berada di samping nya dengan selembar kertas yang isinya surat perpisahan , luki yakin ini ada kaitan nya dengan kania dia pasti bicara yang membuat hati desi tak berkenan .
Luki Langsung menghubungi ibu , meminta nya agar menjaga kianu selama luki mencari keberadaan desi . Jika dia tidak menemukan desi dalam waktu dekat , luki akan menemui kania dan menanyakan apa yang sudah dia perbuat sehingga desi pergi dari sisi nya .
Ibu Lisna pun sangat menyesal , kenapa dia tidak langsung menikahkan Luki dan Desi . Bu Lisna seperti melihat sosok Laluna di diri desi , semenjak kematian nya beberapa tahun lalu membuat Bu lisna enggan tersenyum , tapi setelah melihat Desi bu Lisna lebih sering tersenyum dan selalu bahagia .
Luki mencari desi kesetiap jalan di pusat kota , berharap menemukan Desi sedang bejalan . Jika memang dia menemukan nya , pada saat itu juga luki akan membawa Desi menghadap penghulu untuk ijab Qabul .
Rencana desi siang ini akan mendaftar untuk persamaan di SMA \*\*\*\*\* , terletak di sisi kota tapi akreditas nya bagus .
Dengan tabungan yang cukup besar Desi belum yakin itu cukup untuk melanjutkan ke bangku kuliah. Apalagi kalau kuliah di kampus swasta , akan memakan biaya yang sangat banyak .
Setelah mendaftar untuk persamaan desi sudah tau untuk tata tertib yang harus di laksanakan selama mengikuti pelajaran di sana .
Dia bisa lulus paling lama satu tahun , jika nilai dan daya tangkap nya bagus desi bisa lulus sebelum waktunya . Satu minggu dia hanya datang 3 kali , bisa memilih jadwal yang dia inginkan .
Desi berencana untuk mencari pekerjaan yang bisa menambah tabungan nya saat ini , meski pun tabungan nya cukup untuk menjalani hidup beberapa tahun kedepan dia harus benar-benar menghemat .
Hari ini dia mengelilingi kampung baru yang akan ia tempati , sambil Sesekali melirik ke suatu ruko barangkali ada lowongan kerja untuk nya . Tapi untuk hari ini tidak hasil , tapi dia tak patah semangat masih ada hari esok untuk mencari pekerjaan . Desi pun memutuskan untuk pergi ke warung Bu Rina , karena hari sudah menunjukkan pukul 2 siang .
( Bagaimana menurut kalian cerita di part ini ? Apakah luki dan desi akan berjodoh nantinya ? Stay tune terus ya guys , sehat-sehat para readers sekalian . Jangan lupa like dan komen . Terus dukung author dengan votenya makasih 😍😍)