I Love You Nanny

I Love You Nanny
Mimpi



##52


Desi pun pergi menuju pemakaman Reyno dan mendoakan nya , lalu meminta izin untuk menjalani hubungan baru dengan pria lain , dia juga bercerita bagaimana awal mula bertemu dengan luki . Memang sejak awal yang bertemu dengan Desi adalah luki .


" Bang semoga Abang tenang disana , desi sudah yakin dengan pilihan desi . Laki-laki yang akan mendampingi desi adalah laki-laki yang mencintai desi dengan sepenuh jiwanya , dia juga menunggu desi bertahun tahun , walaupun dia tau status desi sekarang , terima kasih sudah hadir di hidung desi meskipun sekejap . Desi tidak akan melupakan semuanya yang telah abang lakukan " itulah luapan hati Desi untuk Reyno , betapa dia sangat sedih mengenang mendiang suami nya . Tapi dia harus tetap menjalani hidup dan membina keluarga yang utuh .


Desi pun beranjak dari makan suami nya , dia menaiki mobil dan pergi menuju kebun bunganya . Ya memakan waktu sekitar 20 menit desi pun sampai .


Hari ini kebun sedikit ramai , banyak pengunjung yang hanya sekedar berfoto lalu membeli bunga . Bagaimana cara untuk memulai pembicaraan nya terhadap luki , jujur desi pun memang masih menaruh hati padanya . Luki adalah pacar pertama dalam hidup nya , terlebih dia mencintai kianu lebih dari apa pun .


" Re , gimana hubungan mu dengan Bang Ben ? " Tanya desi sambil melihat aktivitas Reka .


" Emm , hubungan ku baik mbak . Tapi hanya sebatas kaka dan adik saja . Aku tidak mau berharap lebih " ucap nya , sambil meneruskan menanam bunga baru .


" Maksud kamu ? Memang apa tujuan nya mendekati mu ? Kalau bukan mau jadi pacar mu ? " Reka pun menghela nafas nya panjang .


" Mbak , aku ini hanya kerja jadi tukang kebun . Sedangkan bang Ben dia kerja di bank . Gak sebanding lah "


" Re , denger ya . Lelaki itu kalau sudah cinta sama cewek . Mau seperti apa masalalu nya , seperti apa pendidikan nya dia akan tetap menerima kamu "


" Yang mbak katakan memang ada benar nya , tapi aku tidak mau berharap lebih "


" Apa mika juga berfikiran sama dengan kamu ? "


" Iya mbak , malah mika sudah mulai menjauhi bang indra . Sebetulnya aku dan mika sudah suka sama mereka . Tapi kita tau diri .


Desi pun mengerti permasalahan yang mereka alami , desi juga pernah ada di posisi mereka . Dia dan luki juga terbatas pendidikan padahal Luki tak pernah mempermasalahkan itu .


****


Dia pun menghitung penghasilan untuk bulan ini , dan Alhamdulillah untung yang dia dapat kan meningkat pesat . Desi selalu menyempatkan untuk menabung dan memberikan sedikit santunan untuk anak yatim-piatu yang biasa desi bantu .


Mengecek semua pembayaran pupuk , polibag , dan pot untuk setok beberapa bulan kedepan .




Tiga bulan setelah nya desi tak pernah mendapat kabar dari luki maupun kianu . Desi pun sungguh penasaran kenapa dia tidak pernah mengabari nya .



πŸ’Œ Siang pak luki .



πŸ’Œ Siang desi , apakabar ?



πŸ’Œ Kabar ku baik , kenapa pak luki tidak pernah memberi ku kabar ? Apa kiki baik-baik saja ?



πŸ’Œ Aku kan menunggu instruksi mu , akan segera mengabari ku secepatnya nya . Tapi seingat ku ini sudah 3 bulan . Cukup lama ya ☺️



πŸ’Œ Ya ampun , bukan itu maksud saya pak . Aku perlu waktu untuk memikirkan hubungan kita , bukan berarti kamu tidak menghubungi ku sama sekali .



πŸ’Œ Haha begitu ya ?! , Itu berarti kamu ingin sekali dapat kabar dari ku ?



πŸ’Œ Bukan begitu juga pak maksud saya , saya juga kan ingin tau kabar kiki .



πŸ’Œ Kiki baik-baik saja . Walaupun sekarang sedikit sedih tidak bertemu kamu . Tapi kamu yakin cuma ingin tau kabar kiki ?



Desi pun tak membalas pesan terakhir luki , dia hanya tersenyum melihat kekonyolan Luki dan dirinya yang tidak memberikan kepastian .



Malam pun menjelang desi pun merebahkan tubuh mungil nya di kasur. Menatap langit-langit seperti merasakan cinta kembali di hidup nya , karena ada luki dan kianu . Dia pun berusaha memejamkan mata . Kala itu dia bermimpi bertemu dengan suami nya Reyno ..



Terlihat Reyno mengenakan pakaian berwarna putih dan menggenggam tangan desi .


" ***Aku mengizinkan mu menikah dengan lelaki pilihan mu , aku yakin dia pria yang baik dan akan mencintai kamu Dengan sepenuh jiwanya . Bawa ia bertemu aku jika kamu sudah yakin*** "



Itu lah perkataan Reyno kepada desi , belum sempat desi menjawab ucapan Reyno desi pun bangun .




" Yaallah , apa maksud mimpi ku ini. Apakah bang Reyno mengizinkan ku untuk melanjutkan hidup ku ? " desi pun memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Reyno berada di sisi-Nya .



Keesokan paginya desi memulai aktivitas seperti biasa , hari ini desi memakai blazer berwarna Biru muda lengkap dengan kemeja bunga dan berwarna senada . Sedikit riasan di wajah nya rambut yang di catok Curly , menambah kesan elegan dan dewasa .



Desi pun bergegas menuju garasi memanaskan mobil nya , saat hendak membuka gerbang rumah nya . Desi sudah melihat ada mobil Luki yang sudah terparkir .



Luki pun turun dari mobil nya dan menghampiri desi .


" Pagi , udah siap ? " Tanya nya .



" Hmm pagi .. udah baru mau berangkat " Luki pun membukakan pintu untuk desi .



" Loh , saya kan bawa mobil " ucap desi heran .



" Aku Anter ya , please . Udah dari pagi loh aku nunggu kamu "



" Aduh kenapa gak ngabarin ? Kan saya bisa bersiap lebih awal jadi gak bikin bapak nunggu " Desi sangat merasa tak enak Kepada Luki .



" Gapapa , ayo berangkat sekarang nanti kamu kesiangan loh "



" Sebentar , saya ambil dulu tas " desi pun segera masuk kedalam mobil mengambil tas dan kunci mobil nya .



Luki pun membantu nya menutup gerbang yang cukup tinggi dan lebar itu , dengan senyum manis Luki membukakan pintu mobil untuk nya .



Desi pun membalas dengan senyuman yang membuat hati luki semakin jatuh .



Tak ada obrolan di antara mereka , desi hanya menatap ke arah jalan dan Sesekali melirik Luki yang sedang fokus menyetir . Dia semakin tampan dengan jas berwarna abu-abu , mengenakan celana bahan yang sangat pas di tubuh nya .



" Kenapa ? Apa aku semakin tampan ? " Luki pun melontar kan Pertanyaan yang membuat Desi hilang muka.



" Ah engga , biasa aja " ucap desi mengelak .



" Kamu makin cantik , aku suka " tak ada jawaban dari desi . Karena sedari tadi desi menunjukan jalan menuju sekolah tempat nya Bekerja akhirnya mobil luki pun sampai di parkiran yang cukup luas .



" Pak , Terima kasih banyak sudah mengantar saya "



" Sama-sama , oh iya kamu pulang jam berapa ? Nanti aku jemput lagi "



" Saya pulang jam 2 " Desi pun turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan nya , untuk saat ini belum ada siswa atau pun siswi yang melanggar aturan sekolah . Setelah desi di tunjuk menjadi guru bagian kesiswaan , anak-anak lebih menurut dan takut mendapatkan hukuman dari guru cantik dan super tegas ini .



Maaf ada keterlambatan up load , anak author lagi sakit . Mohon doanya untuk kesembuhannya .


Jangan lupa like dan komen nya ya ❀️


Terimakasih yang sudah membaca